Wednesday, 16 April 2014

Asuhan Keperawatan Appendisitis

I. PENGERTIAN
Appendisitis adalah inflamasi akut pada appendisits verniformis dan merupakan penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Brunner & Suddart, 1997)

II. ETIOLOGI
Appendisitis tersumbat atau terlipat oleh:
a. Fekalis/ massa keras dari feses
b. Tumor, hiperplasia folikel limfoid
c. Benda asing

III. PATOFISIOLOGI
Appendisitis yang terinflamasi dan mengalami edema. Proses inflamasi meningkatkan tekanan intra luminal, menimbulkan nyeri abdomen atas atau menyebar hebat secara progresif dalam beberapa jam, trlokalisasi di kuadran kanan bawah dari abdomen.

IV. PATHWAYS

Idiopatik makan tak teratur Kerja fisik yang keras

Massa keras feses

Obstruksi lumen

Suplay aliran darah menurun
Mukosa terkikis

* Perforasi Peradangan pada appendiks distensi abdomen
* Abses
* Peritonitis Nyeri
Menekan gaster

Appendiktomy pembatasan intake cairan peningk prod HCL

Insisi bedah mual, muntah

Resiko terjadi infeksi
Nyeri resiko kurang vol cairan

V. TANDA DAN GEJALA
* Nyeri kuadran kanan bawah dan biasanya demam ringan
* Mual, muntah
* Anoreksia, malaisse
* Nyeri tekan lokal pada titik Mc. Burney
* Spasme otot
* Konstipasi, diare
(Brunner & Suddart, 1997)

VI. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
* Sel darah putih : lekositosis diatas 12000/mm3, netrofil meningkat sampai 75%
* Urinalisis : normal, tetapi eritrosit/leukosit mungkin ada
* Foto abdomen: Adanya pergeseran material pada appendiks (fekalis) ileus terlokalisir
* Tanda rovsing (+) : dengan melakukan palpasi kuadran bawah kiri yang secara paradoksial menyebabkan nyeri yang terasa dikuadran kanan bawah
(Doenges, 1993; Brunner & Suddart, 1997)

VII. KOMPLIKASI
* Komplikasi utama adalah perforasi appediks yang dapat berkembang menjadi peritonitis atau abses apendiks
* Tromboflebitis supuratif
* Abses subfrenikus
* Obstruksi intestinal

VIII. PENATALAKSANAAN
* Pembedahan diindikasikan bila diagnosa apendisitis telah ditegakkan
* Antibiotik dan cairan IV diberikan sampai pembedhan dilakukan
* Analgetik diberikan setelah diagnosa ditegakkan
Apendektomi dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi.
(Brunner & Suddart, 1997)

IX. PENGKAJIAN
1. Aktivitas/ istirahat: Malaise
2. Sirkulasi : Tachikardi
3. Eliminasi
* Konstipasi pada awitan awal
* Diare (kadang-kadang)
* Distensi abdomen
* Nyeri tekan/lepas abdomen
* Penurunan bising usus
4. Cairan/makanan : anoreksia, mual, muntah
5. Kenyamanan
Nyeri abdomen sekitar epigastrium dan umbilikus yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik Mc. Burney meningkat karena berjalan, bersin, batuk, atau nafas dalam
6. Keamanan : demam
7. Pernapasan
* Tachipnea
* Pernapasan dangkal
(Brunner & Suddart, 1997)

X. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI
1. Resiko tinggi terjadi infeksi b.d tidak adekuatnya pertahanan utama, perforasi,peritonitis sekunder terhadap proses inflamasi
Tujuan : tidak terjadi infeksi
Kriteria:
* Penyembuhan luka berjalan baik
* Tidak ada tanda infeksi seperti eritema, demam, drainase purulen
* Tekanan darah >90/60 mmHg
* Nadi < 100x/menit dengan pola dan kedalaman normal
* Abdomen lunak, tidak ada distensi
* Bising usus 5-34 x/menit
Intervensi:
a. Kaji dan catat kualitas, lokasi dan durasi nyeri. Waspadai nyeri yang menjadi hebat
b. Awasi dan catat tanda vital terhadap peningkatan suhu, nadi, adanya pernapasan cepat dan dangkal
c. Kaji abdomen terhadap kekakuan dan distensi, penurunan bising usus
d. Lakukan perawatan luka dengan tehnik aseptik
e. Lihat insisi dan balutan. Catat karakteristik drainase luka/drain, eriitema
f. Kolaborasi: antibiotik

2. Nyeri b.d distensi jaringan usus oleh onflamasi, adanya insisi bedah
Kriteria hasil:
* Persepsi subyektif tentang nyeri menurun
* Tampak rileks
* Pasien dapat istirahat dengan cukup
Intervensi:
a. Kaji nyeri. Catat lokasi, karakteristik nyeri
b. Pertahankan istirahat dengan posisi semi fowler
c. Dorong untuk ambulasi dini
d. Ajarkan tehnik untuk pernafasan diafragmatik lambat untuk membantu melepaskan otot yang tegang
e. Hindari tekanan area popliteal
f. Berikan antiemetik, analgetik sesuai program
3. Resiko tinggi kekurangan cairan tubuhb.d inflamasi peritoneum dengan cairan asing, muntah praoperasi, pembatasan pasca operasi
Kriteria hasil;
* Membran mukosa lembab
* Turgor kulit baik
* Haluaran urin adekuat: 1 cc/kg BB/jam
* Tanda vital stabil
Intervensi:
a. Awasi tekanan darah dan tanda vial
b. Kaji turgor kulit, membran mukosa, capilary refill
c. Monitor masukan dan haluaran . Catat warna urin/konsentrasi
d. Auskultasi bising usus. Catat kelancara flatus
e. Berikan perawatan mulut sering
f. Berikan sejumlah kecil minuman jernih bila pemasukan peroral dimulai dan lanjutkan dengan diet sesuai toleransi
g. Berikan cairan IV dan Elektrolit

4. Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan b.d kurang informasi
Kriteria:
* Menyatakan pemahamannya tentang proese penyakit, pengobatan
* Berpartisipasidalam program pengobatan
Intervensi
a. Kaji ulang embatasan aktivitas paska oerasi
b. Dorong aktivitas sesuai toleransi dengan periode istirahatperiodik
c. Diskusikan perawatan insisi, termasuk mengganti balutan, pembatasan mandi
d. Identifikasi gejala yang memerlukan evaluasi medik, contoh peningkatan nyeri, edema/eritema luka, adanya drainase
(Doenges, 1993)

DAFTAR PUSTAKA

1. Doenges, Marilynn E. (1993). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta. EGC

2. Price, SA, Wilson,LM. (1994). Patofisiologi Proses-Proses Penyakit, Buku Pertama. Edisi 4. Jakarta. EGC

3. Smeltzer, Bare (1997). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Brunner & suddart. Edisi 8. Volume 2. Jakarta, EGC

4. Swearingen. (1996). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 2. K\Jakarta. EGC

pencarian yang hadir:

patofisiologi kolik abdomen,pengertian ballotement,soepel adalah,pathway kolik abdomen,laporan pendahuluan perforasi gaster,lp kolik abdomen,woc peritonitis,lp perforasi gaster,askep apendisitis perforasi,abses subfrenikus,komplikasi kolik abdomen,contoh askeb peritonitis,patofisiologi ami,asuhan keperawatan kolik abdomen,lp colic abdomen,woc apendiksitis,pathway colic abdomen,asuhan keperawatan colic abdomen,woc laparatomi,patofisiologi apendisitis,pengertian abdomen supel,abdomen soepel adalah,patofisiologi colic abdomen,makalah kolik abdomen,yhs-002,lp peritonitis,komplikasi colic abdomen,askep abses mamae,lp apendiks,jurnal apendisitis,resume kolik abdomen,apendisitis perforasi pdf,kumpulan laporan pendahuluan vomiting,abdomen soepel,pengertian supel,apendiks perforasi,askeb patologi peritonitis,makalah palpasi abdominal,pathway tumor jaringan lunak,patofisiologi apendisitis perforasi,definisi anamnesa,pengertian colic abdomen,makalah apendik,woc apendiks,pengertian apendik,etiologi apendiksitis,konsep dasar kolik abdomen,etiologi tumor colli,askeb nifas dengan peritonitis,penyimpangan kdm perforasi gaster,colie abdomen,makalah lp kolik abdomen,laporan pendahuluan AMI,laporan kasus colic abdomen,poplitea adalah,abses subfrenikus adalah,patway peritonitis,arti abdomen soepel,contoh pengertian perforasi gaster,apa itu abses subfrenikus,askep app akut,laporan pendahuluan kolik abdomen pdf,definisi abses subfrenikus,contoh askep app,lp post op apendiksitis pdf,pathway nyeri apendiks,pathway apendisitis pdf,askep apendik perforasi,patoflow appendik,pathway tumor jaringan,patofisiologi lp colic abdomen,askep app pdf,pathway tomur jaringan lunak,askep abses acut abdomen,askep apendiksitis dan pathwaynya,patopisiologi apendik,patway perforasi gaster,phatway tumor jaringan lunak,resume appendicitis akut,penyimpangan kdm apendesitis akut,resume keperawatan pada kasus APP,Resume Keperawatan pada Penyakit App Akut,susp app perforasi,woc apendiks perforasi,abses sufrernikus,penyimpangan kdm app,contoh makalah askep apendiks,pengertian susp apendisitis,pengertian apendik perforasi pdf,PDF askep studi kasus dengan klien tumor pada colli,pdv pathway pada pasien apendisitis,pengertian abdomen soepel,susp appendicitis,arti soepel abdomen,pengertian massa intra abdomen,arti kesehatan susp App,Woc tumor gaster,Askep suspec Apendiksitis,contoh askep app akut tidak operasi,contoh askep penyakit colic abdomen,contoh etiologi apendiks,contoh laporan pendahuluan tentang apendisitis beserta daftar pustaka,askep post operasi appendisitis,contoh resume appendicitis akut,contoh resume appendusitis,Daftar pustaka tentang susp dan App akut,Definisi Komplikasi kolik abdomen,askep susp app infiltrat,colik gaster adalah,colic abdomen susp appendicitis,askep apendisitis suspek perforasi,asuhan keperawatan dengan perforasi gaster,asuhan keperawatan kasus susp app akut,askep susp appendic,asuhan keperawatan pada tumor intraabdomen,Asuhan keperawatan pasien post laparatomy appendicitis perforasi,asuhan keperawatan suspek APP,Clinical pathway nyeri akut abdomen,colic abdomen post op app,diagnosa post op apendisitis,Askep Peritonitis app peforasi,jurnal appendik bab 2,ASKEP KOLIK ABDOMEN POST OPERASI,lp colic abdomen patofisiologi,askep kasus apendix,askep dan etiologi kolik abdomen,askep colic abdomen post operasi,lp suspek apendisitis akut,LP suspek Appendisitis,LPkonstipasi,askep app perporasi patway,lp apendiks perforasi,Askep kolik abdomen resiko infeksi,askep massa abdomen,kdm ependitis,kolik abdomen diagnosa,kolik abdomen pdf,Kolik abdomen susp App acut,askep penyakit APP,askep pasien tumor intraabdomen,askep pada tumor intra abdomen,kumpulan penyimpanan kDM APENDISITIS,laporan pendahuluan askep dan penyimpangan kdm apendiksitis,PATH WAY PENYAKIT APP

Response on "Asuhan Keperawatan Appendisitis"