Saturday, 30 August 2014

Asuhan Keperawatan Appendisitis

I. PENGERTIAN
Appendisitis adalah inflamasi akut pada appendisits verniformis dan merupakan penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Brunner & Suddart, 1997)

II. ETIOLOGI
Appendisitis tersumbat atau terlipat oleh:
a. Fekalis/ massa keras dari feses
b. Tumor, hiperplasia folikel limfoid
c. Benda asing

III. PATOFISIOLOGI
Appendisitis yang terinflamasi dan mengalami edema. Proses inflamasi meningkatkan tekanan intra luminal, menimbulkan nyeri abdomen atas atau menyebar hebat secara progresif dalam beberapa jam, trlokalisasi di kuadran kanan bawah dari abdomen.

IV. PATHWAYS

Idiopatik makan tak teratur Kerja fisik yang keras

Massa keras feses

Obstruksi lumen

Suplay aliran darah menurun
Mukosa terkikis

* Perforasi Peradangan pada appendiks distensi abdomen
* Abses
* Peritonitis Nyeri
Menekan gaster

Appendiktomy pembatasan intake cairan peningk prod HCL

Insisi bedah mual, muntah

Resiko terjadi infeksi
Nyeri resiko kurang vol cairan

V. TANDA DAN GEJALA
* Nyeri kuadran kanan bawah dan biasanya demam ringan
* Mual, muntah
* Anoreksia, malaisse
* Nyeri tekan lokal pada titik Mc. Burney
* Spasme otot
* Konstipasi, diare
(Brunner & Suddart, 1997)

VI. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
* Sel darah putih : lekositosis diatas 12000/mm3, netrofil meningkat sampai 75%
* Urinalisis : normal, tetapi eritrosit/leukosit mungkin ada
* Foto abdomen: Adanya pergeseran material pada appendiks (fekalis) ileus terlokalisir
* Tanda rovsing (+) : dengan melakukan palpasi kuadran bawah kiri yang secara paradoksial menyebabkan nyeri yang terasa dikuadran kanan bawah
(Doenges, 1993; Brunner & Suddart, 1997)

VII. KOMPLIKASI
* Komplikasi utama adalah perforasi appediks yang dapat berkembang menjadi peritonitis atau abses apendiks
* Tromboflebitis supuratif
* Abses subfrenikus
* Obstruksi intestinal

VIII. PENATALAKSANAAN
* Pembedahan diindikasikan bila diagnosa apendisitis telah ditegakkan
* Antibiotik dan cairan IV diberikan sampai pembedhan dilakukan
* Analgetik diberikan setelah diagnosa ditegakkan
Apendektomi dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi.
(Brunner & Suddart, 1997)

IX. PENGKAJIAN
1. Aktivitas/ istirahat: Malaise
2. Sirkulasi : Tachikardi
3. Eliminasi
* Konstipasi pada awitan awal
* Diare (kadang-kadang)
* Distensi abdomen
* Nyeri tekan/lepas abdomen
* Penurunan bising usus
4. Cairan/makanan : anoreksia, mual, muntah
5. Kenyamanan
Nyeri abdomen sekitar epigastrium dan umbilikus yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik Mc. Burney meningkat karena berjalan, bersin, batuk, atau nafas dalam
6. Keamanan : demam
7. Pernapasan
* Tachipnea
* Pernapasan dangkal
(Brunner & Suddart, 1997)

X. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI
1. Resiko tinggi terjadi infeksi b.d tidak adekuatnya pertahanan utama, perforasi,peritonitis sekunder terhadap proses inflamasi
Tujuan : tidak terjadi infeksi
Kriteria:
* Penyembuhan luka berjalan baik
* Tidak ada tanda infeksi seperti eritema, demam, drainase purulen
* Tekanan darah >90/60 mmHg
* Nadi < 100x/menit dengan pola dan kedalaman normal
* Abdomen lunak, tidak ada distensi
* Bising usus 5-34 x/menit
Intervensi:
a. Kaji dan catat kualitas, lokasi dan durasi nyeri. Waspadai nyeri yang menjadi hebat
b. Awasi dan catat tanda vital terhadap peningkatan suhu, nadi, adanya pernapasan cepat dan dangkal
c. Kaji abdomen terhadap kekakuan dan distensi, penurunan bising usus
d. Lakukan perawatan luka dengan tehnik aseptik
e. Lihat insisi dan balutan. Catat karakteristik drainase luka/drain, eriitema
f. Kolaborasi: antibiotik

2. Nyeri b.d distensi jaringan usus oleh onflamasi, adanya insisi bedah
Kriteria hasil:
* Persepsi subyektif tentang nyeri menurun
* Tampak rileks
* Pasien dapat istirahat dengan cukup
Intervensi:
a. Kaji nyeri. Catat lokasi, karakteristik nyeri
b. Pertahankan istirahat dengan posisi semi fowler
c. Dorong untuk ambulasi dini
d. Ajarkan tehnik untuk pernafasan diafragmatik lambat untuk membantu melepaskan otot yang tegang
e. Hindari tekanan area popliteal
f. Berikan antiemetik, analgetik sesuai program
3. Resiko tinggi kekurangan cairan tubuhb.d inflamasi peritoneum dengan cairan asing, muntah praoperasi, pembatasan pasca operasi
Kriteria hasil;
* Membran mukosa lembab
* Turgor kulit baik
* Haluaran urin adekuat: 1 cc/kg BB/jam
* Tanda vital stabil
Intervensi:
a. Awasi tekanan darah dan tanda vial
b. Kaji turgor kulit, membran mukosa, capilary refill
c. Monitor masukan dan haluaran . Catat warna urin/konsentrasi
d. Auskultasi bising usus. Catat kelancara flatus
e. Berikan perawatan mulut sering
f. Berikan sejumlah kecil minuman jernih bila pemasukan peroral dimulai dan lanjutkan dengan diet sesuai toleransi
g. Berikan cairan IV dan Elektrolit

4. Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan b.d kurang informasi
Kriteria:
* Menyatakan pemahamannya tentang proese penyakit, pengobatan
* Berpartisipasidalam program pengobatan
Intervensi
a. Kaji ulang embatasan aktivitas paska oerasi
b. Dorong aktivitas sesuai toleransi dengan periode istirahatperiodik
c. Diskusikan perawatan insisi, termasuk mengganti balutan, pembatasan mandi
d. Identifikasi gejala yang memerlukan evaluasi medik, contoh peningkatan nyeri, edema/eritema luka, adanya drainase
(Doenges, 1993)

DAFTAR PUSTAKA

1. Doenges, Marilynn E. (1993). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta. EGC

2. Price, SA, Wilson,LM. (1994). Patofisiologi Proses-Proses Penyakit, Buku Pertama. Edisi 4. Jakarta. EGC

3. Smeltzer, Bare (1997). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Brunner & suddart. Edisi 8. Volume 2. Jakarta, EGC

4. Swearingen. (1996). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 2. K\Jakarta. EGC

pencarian yang hadir:

patofisiologi kolik abdomen,soepel adalah,pathway kolik abdomen,pengertian ballotement,laporan pendahuluan perforasi gaster,lp kolik abdomen,woc peritonitis,lp perforasi gaster,askep apendisitis perforasi,abses subfrenikus,komplikasi kolik abdomen,patofisiologi ami,contoh askeb peritonitis,asuhan keperawatan kolik abdomen,lp colic abdomen,woc apendiksitis,woc laparatomi,asuhan keperawatan colic abdomen,pathway colic abdomen,patofisiologi apendisitis,pengertian abdomen supel,abdomen soepel adalah,patofisiologi colic abdomen,lp peritonitis,makalah kolik abdomen,yhs-002,abdomen soepel,komplikasi colic abdomen,askep abses mamae,resume kolik abdomen,lp apendiks,apendisitis perforasi pdf,jurnal apendisitis,kumpulan laporan pendahuluan vomiting,apendiks perforasi,pengertian supel,pathway tumor jaringan lunak,askeb patologi peritonitis,makalah palpasi abdominal,patofisiologi apendisitis perforasi,definisi anamnesa,pengertian colic abdomen,woc apendiks,makalah apendik,konsep dasar kolik abdomen,etiologi apendiksitis,pengertian apendik,etiologi tumor colli,askeb nifas dengan peritonitis,penyimpangan kdm perforasi gaster,makalah lp kolik abdomen,colie abdomen,laporan pendahuluan AMI,laporan kasus colic abdomen,abses subfrenikus adalah,susp app,pengertian susp app,woc abses,patofisiologi appendisitis,susp app akut,pathway konstipasi,Susp appendik akut,contoh kasus infeksi intra abdominal,contoh KTI appendiksitis,pathway apendisitis akut,apa itu abses subfrenikus,asuhan keperawatan pada pasien peritonitis dan perforasi gaster,arti dari susp APP AKUT,susp app akut apendisitis,askep suspec app akut,penyakit susp app,contoh kti post op app peritonitis,contoh kti appendisitis,phatwai apendiksitis,patway perforasi gaster,contoh askep pada klien dengan app,laporan pendahuluan apendiks perforasi,pengertian susp app akut,pengertian tumor colic,arti abdomen soepel,pengertian penyakit ap,pengertian suspapp,pengertian dari abses subfrenikus,patofisiologi susp app,patway apendik sitis akut,patway apendisitis pasca operasi,pengertian abses subrenikus,Askep app perionitis,askep apendictis beserta patwaynya,pengertian apendik akut,arti susp appendisitis,arti diagnosa susp app,askep app perporasi,Penyakit akut abdomen susp app,penyakit app infiltrat,Subfrenikus,penyebab mual muntah colic abdomen,susp appendicilis,susp appendicitis,susp appendiksitis,woc apendik sitis,abses subrenikus yaitu,abses subrenikus adalaah,woc appendik perporasi,resume penyakit app,APORAN PENDAHULUAN APPENDISITIS A KONSEP ASKEP I PENGERTIAN Appendisitis adalah inflamasi akut pada appendisits verniformis dan merupakan penyebab pa,resume keperawatan app,penyakit susp app infiltrat,penyimpangan KDM apendisitis post op,penyimpangan kdm appendicitis,app ferforasi,perforasi app,pengertian app perforasi,poplitea adalah,resume appendisitis,resume atau askep appendiks,abdomen soepel artinya,Patofisiologi dan woc apendisitis,contoh kti tentang penyakit app,laporan pendahuluan kolik abdomen suspek apendisitis,laporan pendahuluan pada app perforasi,Askep app 2014,laporan pendahuluan sups app,laporan pendahuluan susp app,laporan pendahuluan tumor apendiks pdf,colic abdomen susp apendisitis,lp apendiks pdf,lp appendik pdf,lp dan askep apendisitis perforasi,asuhan keperawatan pada pasien dengan post of app perforasi,Laporan pendahuluan intra apendisitis,kumpulan PATHWAY penyakit app,contoh laporan pendahuluan susp app akut,contoh patofisiologi kolik abdomen,Contoh resume app infiltrat,definisi akut abdomen susp app,diagnosa keperawatan askep apendisitis,kdm colic abdomen,contoh infeksi abdominal,contoh asuhan keperawatan appendisitis,kti apendisitis,kti apendisitis perforasi post laparatomi,contoh askeb app,lp massa abdomen,asuhan keperawatan app terbaru,askep susp APP akut,askep paoen post appendik,Pathways apendicitis perforasi,patofisiologi abses abdomen,askep pada pasien susp app,patofisiologi apendiksitis beserta phatway,askep pada pasien sups appendicitis akut,Askep colic abdomen susp peritonitis,patofisiologi App,patofisiologi app perforasi,askep appendicits perforasi,Pathway kolic abdomen,PATHWAY KEPERAWATAN APPENDIDITIS,askep tumor intra abdomen susp tumor wilms dextra eksisi massa,askep TIA (tumor intra abdomen,makalah asuhan keperawatan post apendiktomi,askep tentang app,makalah kolik gaster pdf,askep suspek apendisitis akut,makalah susp apenditicis,Pat way apendiktomi,pathway apendiks serta penjelasan patofisiologi,pathway apendisitis post operasi,askep susp appendicitis,patofisiologi colic abdomen komplikasi

Response on "Asuhan Keperawatan Appendisitis"