Tuesday, 29 July 2014

Kondiloma akuminata

I.DEFINISI
Kondiloma akuminata adalah penyakit kulit yang disebabkan Human Papilloma Virus (HPV) jenis tertentu, yang ditandai dengan tumor yang tampak seperti kutil, berwarna seperti daging, dapat memberi gambaran caulif lower atau buah anggur yang berkelompok, dan terdapat pada daerah genital.

II.EPIDEMIOLOGI
Penyakit ini dijumpai pada usi produktif terutama pada orang dewasa. Di Amerika Serikat, 30 – 40 juta penduduknya menderita penyakti ini, sementara di Inggris dari 1000 anak-anak yang berusia 16 tahun dengan kondiloma yang dirujuk ke RS di Cambridge, 0,5% menderita anogenital wart atau kondiloma akuminata. Dari penelitian Rochester didapatkan peningkatan insiden kondiloma akuminata yang tetap sebanyak 7-8 x selama tahun 1950-1978, bahkan insiden setahun dapat mencapai 106 per 100.000 atau sekitara 0,1% dengan 0,5% dari penderita adalah dewasa muda. Selain itu dari penelitian Rochester didapatkan perbandingan insiden pada laki-laki dan wanita adalah 1 : 1,4 dengan usia rata-rata pada wanita adalah 22 tahun, dan 26 tahun pada laki-laki. Satu persen dari penduduk dewasa muda (berusia 15-19 tahun) dapat menderita external genital wart atau kondiloma akuminata, bahkan insidennya meningkat beberapa kali lipat selama 2 dekade terakhir.

III.ETIOLOGI
Penyebab dari kondiloma akuminata adalah Human Papilloma Virus (HPV) yang merupakan DNA papovavirus yang bermultiplikasi di nukleus dari sel epitel yang terinfeksi. Lebih dari 60 jenis Human Papilloma Virus (HPV) yang telah diketahui dan lebih dari 20 jenis Human Papilloma Virus (HPV) menginfeksi genitalia. Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6,11 yang paling sering, selain itu juga tipe 16, 18, 31, 33, bahkan tipe ini berkaitan erat dengan intraepithel neplasia dan squamous cell carcinoma (SSC) yang invasive. Merokok, penggunaan kontrasepsi oral, berganti-ganti pasangan seksual, dan hubungan seksual pada usia dini merupakan faktor resiko kondiloma akuminata.

IV.PATOGENESIS
Penularannya melalui kontak seksual, baik genital-genital, oral-genital, maupun genital oral. Permukaan mukosa yang lebih tipis lebih suseptible untuk inokulasi virus daripada kulit berkeratin yang lebih tebal sehingga mikroabrasi pada permukaan epitel memungkinkan virion dari pasangan seksual yang terinfeksi masuk ke dalam lapisan sel basal pasangan yang tidak terinfeksi. Selain itu penularannya dapat melalui transmisi perinatal, dari ibu dengan kondiloma akuminata ke neonatus sehingga mengakibatkan external genita wart atau kondiloma kuminata dan papollomatosis laring.
Sel basal merupakan tempat pertama infeksi HPV sehingga setelah inokulasi melalui trauma kecil, virin HPV akan masuk sampai lapisan sel basal epitel. Agar dapat menimbulkan infeksi, HPV harus mencapai epitel yang berdiferensiasi sedangkan sel basal relatif undifferentiated, mereka hanya testimulasi untuk membelah secara cepat sehingga disini hanya terjadi ekpresi gen HPV. Sesuai dengan pembelahan sel basal, virion HPV akan bergerak ke lapisan epidermis yang lebih atas. Dan hanya lapisan epidermis di atas lapisan basal yang berdiferensiasi pada tahap lanjut, yang dapat mendukung replikasi virus. Ekspresi gen virus pada lapisan ini diperlukan untuk menghasilkan capsid protein dan kumpulan partikel virus. Sesudah itu terjadi pelepasan virus bersama dengan sel epitel yang deskuamasi, kemudian virus baru akan menginfeksi lapisan basal yang lain. Waktu yang dibutuhkan mulai dari infeksi HPV sampai pelepasan virus baru adalah 3 minggu (masa inkubasi kondiloma akuminata 3 minggu sampai 8 bulan).

V.FAKTOR-FAKTOR RESIKO
1.Aktivitas Seksual
Kondiloma akuminata atau infeksi HPV sering terjadi pada orang yang mempunyai aktivitas seksual yang aktif dan mempunyai pasangan seksual lebih dari 1 orang (multiple). Winer et al., pada penelitiannya menunjukkan bahwa mahasiswi-mahasiswa yang sering bergonta-ganti pasangan seksual dapat terinfeksi HPV melalui pemeriksaan DNA. Wanita dengan lima atau lebih pasangan seksual dalam lima tahun memiliki resiko 7,1% mengalami infeksi HPV (anogenital warts) dan 12,8% mengalami kekambuhan dalam rentang waktu tersebut. Pada penelitian yang lebih luas, WAVE III yang melibatkan wanita berusia 18-25 tahun yang memiliki tiga kehidupan seksual dengan pasangan yang berbeda berpotensi untuk terinfeksi HPV.
2.Penggunaan Kontrasepsi
Penelitian pada 603 mahasiswa yang menggunakan alat kontrasepsi oral ternyata menunjukkan adanya hubungan terjadinya infeksi HPV pada servik. Namun hubungan pasti antara alat kontrasepsi oral dengan angka kejadian terjadinya kondiloma akuminata masih menjadi perdebatan di dunia.
3.Merokok
Hubungan antara merokok dengan terjadinya kondiloma akuminata masih belum jelas. Namun pada penelitian ditemukan adanya korelasi antara terjadinya infeksi HPV pada seviks dengan penggunaan rokok tanpa filter (cigarette) dengan cara pengukuran HPV DNA.
4.Kehamilan
5.Imunitas
Kondiloma juga sering ditemukan pada pasien yang immunocompromised (misal : HIV)

VI.MANIFESTASI KLINIS
Kondiloma akuminata pada umumnya asimtomatis tetapi dapat menimbulkan ketidaknyamanan karena mengakibatkan gatal, lembeb, perdarahan, dispareunia, rasa terbakar dan menimbulkan disharge.
Manifestasi infeksi HPV pada kelamin dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
1.Infeksi Klinis
Morfologisnya dapat berbentuk
a.Kondiloma akuminatum, bentuk klasik dari genital warts seperti bunga kol yang menonjol.
b.Papula halus, papula kecil, halus, berwarna seperti daging atau papul hiperpigmentasi yang mungkin bergabung membentuk plaque.
c.Papula keratotik atau seperti veruka vulgaris.
d.Veruka plana

2.Infeksi Subklinis
Hanya tampak dengan alat bantu misal asam asetat 3-5%, lensa pembesar dan kolposkopi, namun secara histopatologis menunjukkan adanya infeksi HPV.
3.Infeks Laten
Tidak tampak infeksi HPV baik secara klinis dengan alat bantu maupun secara histopatologis. DNA HPV dapat dideteksi pada epitel yang tampak normal dengan teknik biologi molekuler.
Daerah predileksinya sulkus koronarius, glands penis, muara uretra eksterna, korpus, pangkal penis, perineum (pria). Pada wanita predileksinya labia, klitoris, vagina, serviks, dan pada biseksual/homoseksual dapat terjadi pada perianal, anal, rektum dan orofaring. Di daerah vagina dan serviks, kondiloma akuminata berbentuk flat (datar).

VII.PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.Acetowhitening
Tes ini menggunakan larutan asam aseta 3 – 5% dalam aquades, dapat menolong mendeteksi infeksi HPV subklinis atau menentukan batas pada lesi datar. Pemeriksaan ini menolong dalam membatasi infeksi HPV ke serviks dan anus. Acetowhitening pada lesi genital eksternal tidak spesifik untuk kondiloma.
2.Pap Smear
Seluruh wanita seharusnya dimotivasi untuk melakukan pap smear setiap tahun karena HPV merupakan penyebab utama pada patogensis kanker serviks.
3.Kolposkopi
Merupakan tindakan yang rutin dilakukan di bagian kebidanan, namun belum digunakan secara luas di bagian penyakit kulit. Pemeriksaan ini terutama berguna untuk melihat lesi kondiloma akuminata yang subklinis di alat genital dalam dan kadang-kadang dilakukan bersama dengan tes asam asetat.

VIII.DIAGNOSA BANDING
1.Veruka vulgaris: vegetasi yang tidak bertangkai, kering dan berwarna abu-abu atau sama dengan warna kulit.
2.Kondiloma lata : sifilis stadium II, klinisnya berupa papula dengan permukaan yang lebih halus dan bentuknya lebih bulat daripada kondiloma akuminata, terdapat pada daerah lipatan yang lembab seperti anus dan vulva. Selain itu ditemukan Treponema pallidum.
3.Karsinoma sel skuamosa: vegetasi seperti kembang kol, mudah berdarah, dan berbau.
4.Nodul scabies : terdapat tanda cardinal, yaitu pruritus nokturna, menyerang manusia secara kelompok, adanya terowongan (kunikulus yang berwarna putih atau abu-abu dengan papula atau vesikel di ujungnya serta ditemukan adanya tungau.
5.Moluskum kontagiosum: berupa papula miliar kadang lentikular dan berwarna putih sepertililin, berbentuk kubah, ditengahnya terdapat lekukan (delle). Pada pemeriksaan hispatologi didapatkan badan moluskum yang mengandung partikel virus di daerah epidermis.
6.Folikulitis : berupa papula atau pustula yang eritematosa dan ditengahnya terdapat rambut, biasanya multipel
7.Seboroik keratosis : sering mengeluh gatal, mula-mula bercak coklat kehitaman makin lama makin besar menjadi papula dengan permukaan verukous.

IX.PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan penderita KA meliputi tindakan umum yang merupakan edukasi untuk tidak melakukan hubungan seksual tanpa kondom, kebersihan perseorangan juga harus diperhatikan, dan pilihan pengobatan yang akan diberikan, kemungkinan untuk terjadi kekambuhan, dan bagaimana daya penularan penyakit tersebut dan kemungkinan hubungan infeksi HPV terhadap timbulnya kanker.
Tindakan khusus dalam pengobatan KA dapat dilakukan dengan cara topikal, tindakan bedah, dan terapi sistemik. Pengobatan dengan menggunakan imunoterapi, misalkan dengan interfon atau isoprinosim didasarkan atas anggapan bahwa terjadi gangguan sistem imunitas seluler pada penderita KA.
Pengobatan Topikal
Terapi
Manfaat
Efek Samping
Kontra Indikasi
Keterangan
Podofilin 10-25% (dilakukan oleh dokter)
Antimitotik dan sitotoksik
Teratogenik dan onkogenik Iritasi jika digunakan terlalu dalam
Wanita hamil dan lesi pada serviks dan anal
Untuk external warts2 Vagina2 Dicuci 4-6 jam kemudian
Posalfilin (dilakukan oleh dokter)
Antimitotik dan sitotoksik
Teratogenik dan onkogenik
Wanita hamil dan lesi pada serviks dan anal
Untuk lesi hiperkeratosis
TCA/BCA (dilakukan oleh dokter)
Efek kaustik dan menimbulkan koagulasi dan nekrosis

Untuk lesi hiperkeratosis Pada Vagina, anal, serviks, uretra dapat diberikan untuk hamil
Podofilotoksin
Antimitotik
Iritasi (jarang)
Wanita hamil dan menyusui
Untuk dengan lesi di Vagina dapat dilakukan sendiri
Imiquimod, krem 25%
Merangsang Imunitas seluler dan humoral

Wanita hamil dan lesi pada serviks, vagina, uretra, perianal
Dapat dilakukan sendiri

5-fluorourasil krem 1-5% (dilakukan oleh dokter)
Antimetabolit, antineoplasma, merangsang imun
Teratogenik risiko adenosis vagina dan clear cell adenocarcinoma
Wanita hamil
Khusus untuk lesi di uretra dan vulvovagina
IFN intralesi (dilakukan oleh dokter)
Antivirus, imunomodulator, dan antiproliferasi
Panas, mialgia, sakit kepala, leucopenia

Tindakan Bedah
üElektrokauterisasi dan kuretasi
üBedah beku
üBedah laser
üBedah scalpel
Terapi Sistemik
üIFN i.m
üIsoprinosin
X.PROGNOSIS
Kondiloma akuminata dapat memberikan prognosis baik dengan perwatan yang teliti dengan memeperhatikan higiene serta jaringan parut yang timbul sangat sedikit. Pengrauh terhadap kehamilan, perkembangan kehamilan, janin sangat minimal.
Walaupun sering mengalami residif, prognosisnya baik. Oleh karena itu, faktor prediposisi perlu dicari misal higiene, adanya fluor albus, kelembaban pada pria akibat tidak disirkumsisi. Tingkat kekambuhan lebih dari 50% sesudah 1 tahun dan dapat terjadi karena:
1.Infeksi ulang dari kontak seksual.
2.Masa inkubasi HPV yang panjang.
3.Lokasi virus pada lapisan kulit superfisial yang jauh dari kelenjar limfe.
4.Menetapnya virus pada kulit di kelenjar lesi, folikel rambut atau tempat yang tidak dapat dijangkau oleh intervensi yang digunakan. 5.Lesi yang tidak dijumpai atau lesi yang dalam.
6.Lesi subklinis.

pencarian yang hadir:

kondiloma lata adalah,contoh kondiloma pada wanita,kondiloma matalata,askep veruka,tumor colli dextra,patofisiologi kondiloma akuminata,pengertian kondiloma lata,kondiloma akuminata pdf,pathway kondiloma akuminata,kondiloma akuminata pada kehamilan,kondiloma akuminata ppt,patogenesis kondiloma akuminata,makalah tentang kondiloma akuminata,penatalaksanaan kondiloma akuminata,laporan pendahuluan veruka,gambar kondiloma,kondiloma talata,kumpulan askep kondiloma akuminata,lp kondiloma,laporan pendahuluan kondiloma akuminata,contoh kasus kondiloma akuminata,laporan pendahuluan kondiloma,penyebab kondiloma,kasus kondiloma akuminata,askep kandiloma,kti kondiloma akuminata,lp papiloma laring,asuhan keperawatan veruka vulgaris,pengertian antimitotik,referat kondiloma akuminata,makalah condiloma akuminata,LP sirkumsisi,laporan kasus veruka vulgaris,askeb kondiloma akuminata,contoh askep kondiloma,Askep condiloma,makalah veruka vulgaris,patofisiologi kondiloma,lp kondiloma akuminata,kondilomalata,askeb kondiloma,contoh kondiloma akuminata,laporan kasus kondiloma akuminata,patofisiologi veruka vulgaris,askep condiloma akuminata,contoh kti studi kasus,soap kondiloma akuminata,askeb menopause,condiloma lata,kondiloma lata dan kondiloma akuminata,Condilomatalata,Kondilomatalata,faktor risiko kondiloma akuminata,perbedaan kondiloma lata dan akuminata,KTI kondiloma,perbedaan kondiloma akuminata dan lata,penyakit kondiloma lata,contoh LP condiloma,kandiloma lata adalah,candiloma matalata,perbedaan kondiloma akuminata dengan kondiloma lata,etiologi kandimola akuminata,prognosis kondiloma akuminata,gambar bentuk kondiloma akuminata,beda kondiloma akuminatun dan veruka vurgaris pdf,kondilma talata,pemeriksaan penunjang veruka vulgaris,jenis kondiloma,simpul medika info kondiloma akuminata,penyimpangan KDM condiloma akuminata,askep kondiloma kesehatan,perbedaan kandiloma akumilata dan kandiloma lata,penelitian tentang dna virus kondiloma,penyebabnya kondiloma lata akuminata,penjelasan kondiloma lata,ASUHAN KEPERAWATAN CANDILOMA AKUMINATA,pengertian kondiluma matalata,pengerian condilomatalata atau condiloma acuminata,Pengertian kondilomalata,asuhan kebidanan pada kasus kondiloma akuminata,perbedaan kondiloma akuminata dan kondiloma lata,perbedaan kondiloma akuminata dan kondiloma matalata,tanda-tanda condiloma matalata di vagina,antimitotik adalah,woc kondiloma akuminata,renpra kondiloma,referat kondiloma akuminata pdf,apa itu condiloma matalata,ppt kondiloma,perbedaankondilomaakuminatadankondilomatalata,perbedaan kondiloma lata kondiloma akuminata,apa itu kondiloma lata,podofilin kontraindikasi,perbedaan kondiloma akuminata dan matalat,beda kondiloma akuiminata dan lata,perbedaan kondiloma akuminata dan kondiloma nata,antimitotik,bagan patofisiologi kondiloma,LP condiloma,contoh kasus pada pasien kondiloma akuminata,contoh kti kondiloma akuminata,laporan pendahuluan dan woc papiloma,Laporan pendahuluan condiloma akuminata,laporan pendahuluan condiloma,faktor risiko kondiloma,HIV dengan kandiloma perianal,indikasi podofilin,intervensi kondiloma akuminata,kondilomata lata,kondiloma lata?,kondiloma lata termasuk jenis penyakit,kondiloma,CONTOH CONTOH ASKEP CONDILOMA AKUMINATA,condoloma akuminata dan condiloma lata,patogenesis condiloma,beda kondiloma lata akuminata,beda kondiloma lata dan kondiloma akuminata kedokteran,bentuk-bentuk kandiloma akuminata,patofisiologi condiloma akuminata,papilomaakuminata,condiloma alata adalah,condiloma matalata adalah,makalah kebidanan tentang kondiloma akuminata,makalah kandiloma,condiloma talata adalah,lp sirkunsisi,kandungan podofilin,condilomalata akuminata,kondiloma dalam kehamilan

Response on "Kondiloma akuminata"