Monday, 28 July 2014

Tinjauan kasus Ibu hamil patologis Plasenta Previa Totalis

BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
hamil 34 +1 minggu dengan Plasenta Previa Totalis
Di Poli Kebidanan dan Penyakit Kandungan

I. PENGKAJIAN DATA
A. BIODATA
Nama  :

Umur  : 39 tahun

Pendidikan :  SMP
Pekerjaan    :  IRT

B. ANAMNESA (DATA SUBJEKTIF)
Tanggal :    30      Pukul : 09.10 WIB
1. Alasan datang :
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya ini karena merasa khawatir dan ingin mengetahui kondisi kehamilannya saat ini. Ibu merasa cemas karena pada pagi hari tadi ibu mengeluarkan gumpalan darah.
2. Keluhan utama :
Ibu datang dengan keluhan mengeluarkan darah berupa gumpalan dari jalan lahir tanpa disertai rasa nyeri tadi pagi pukul 05.00 wib.
3. Riwayat menstruasi:
*
Menarche
:
14 tahun
*
Siklus
:
30 hari
*
Lama
:
7 hari
*
Banyaknya
:
Hari 1 – 4 : ganti pembalut 3x/hari
Hari 5 – 7 : ganti pembalut 2x/hari
*
Konsistensi
:
Encer, tidak ada gumpalan
*
Dismenorhea
:
Pada hari pertama menstruasi
*
Fluor albus
:
Tidak ada
*
Keluhan
:
Tidak ada

4. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
No.
Umur (tahun)
UK (minggu)
Jenis persalinan
Tempat persalinan
Komplikasi
Penolong
Bayi
Nifas

Ibu
Bayi

BB, PB,
JK
Keadaan
Keadaan
Lactasi
1.
9 th
39 minggu
SC
RS
-
-
dr.SpOG
2400/
48 / ?
Baik
Baik
4 bulan
2.
Hamil ini….

5. Riwayat Kehamilan Ini
* HPHT    : 05-05-2009
* HPL    : 12-02-2010
* ANC berapa kali    : 7X
Tempat ANC    : BPS dan RS
* Keluhan pada Trimester I
- Keluhan : mual muntah
- Nasehat : makan dengan porsi kecil tapi sering, kunjungan ulang satu bulan lagi.
- Terapi     : vit. B6 dan as.folat
* Keluhan pada Trimester II
- Keluhan  : tidak ada
- Nasehat : istirahat cukup, mengurangi frekuensi senggama, makan makanan bergizi, kunjungan ulang 2 minggu lagi atau jika ada keluhan.
- Terapi     : SF, kalk, as.folat
* Keluhan pada Trimester III
- Keluhan : kadang mengeluakan gumpalan darah
- Nasehat  : tirah baring total, pada saat tidur posisi kaki ibu harus lebih tinggi dibandingkan posisi kepala, kunjungan ulang 1 minggu atau jika ada keluhan.
- Terapi : SF, Kalk, as.folat
- Catatan tambahan :
Ibu sebelumnya pernah menjalani rawat inap di RSU dengan gejala yang sama yaitu keluar gumpalan darah secara tiba-tiba tanpa disertai adanya rasa nyeri. Pasien menjalani perawatan selama 2 hari yaitu pada  tanggal 15-16 Desember 2009. Pasien mendapat terapi berupa infus RL, dexamethasone per IV dan nifedipin per oral.
* Pergerakan janin pertama kali dirasakan pada UK : 16 minggu
* Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir : jumlah ± 20 kali
* Imunisasi TT1 : tanggal 28 September 2009
TT2  : tanggal 30 Oktober 2009
* Keluhan yang dirasakan :
Nyeri perut hebat            : tidak ada
Sakit kepala berat            : tidak ada
Penglihatan kabur            : tidak ada
Perdarahan pervaginam        : ada, sedikit
Eudema seluruh tubuh        : tidak ada
Gerakan janin yang mengilang    : tidak ada

6. Pola kebiasaan sehari-hari
Pola kebutuhan
Sebelum hamil
Selama hamil
Nutrisi
Makan
* Frekuensi = 2-3x/ hari
* Komposisi = nasi, lauk, sayur
Minum
* Frekuensi = 4-5x/ hari
* Jenis = air putih, air teh, kopi
Kebiasaan lain
ibu tidak pernah mengkonsumsi jamu-jamuan, obat-obatan  terlarang, minuman beralkohol maupun merokok.
Makan
* Frekuensi = 3-4x/ hari
* Komposisi = nasi, lauk, sayur
Minum
* Frekuensi =5-6x/ hari
* Jenis = air putih, air teh.

Kebiasaan lain
ibu tidak pernah mengkonsumsi jamu-jamuan, obat-obatan  terlarang, minuman beralkohol maupun merokok.
Eliminasi
BAB
* Frekuensi : 1-2x/ hari
* Konsistensi : lunak
* Warna : kuning kecoklatan
BAK
* Frekuensi : 4-5x/ hari
* Konsistensi : encer
* Warna : kuning jernih
BAB
* Frekuensi : 1-2x/ hari
* Konsistensi : lunak
* Warna : kuning kecoklatan
BAK
* Frekuensi : 5-6x/ hari
* Konsistensi : encer
* Warna : kuning jernih
Seksualitas
4-5x/ bulan
Tidak senggama
Personal hygiene
* Mandi : 2x/ hari
* Gosok gigi : 2x/ hari
* Ganti baju : 2x/ hari
* Keramas : 2x/ minggu
* Mandi : 2x/ hari
* Gosok gigi : 2x/ hari
* Ganti baju : 2x/ hari
* Keramas : 2x/ minggu
Aktifitas
Ibu mengatakan sehari-hari mengurus anak dan semua kegiatan dirumah secara mandiri
Ibu mengatakan selama hamil istirahat cukup dan tidak melakukan aktifitas rumah tangga yang berat.
Istirahat & Tidur
* Istirahat : 2 jam
* Tidur siang : tidak pernah
* Tidur malam : 6-7 jam
* Istirahat : 2-3 jam
*  Tidur siang : 1-2 jam
* Tidur malam : 7-8 jam
Ketergantungan zat
Ibu mengatakan tidak pernah ketergantungan terhadap obat atau zat apapun
Ibu mengatakan tidak pernah ketergantungan terhadap obat atau zat apapun

7. Riwayat penyakit sistemik yang lalu
* Jantung        : tidak ada
* Ginjal        : tidak ada
* Asma/TBC Paru    : tidak ada
* DM            : tidak ada
* Hipertensi        : tidak ada
* Hepatitis        : tidak ada
* Epilepsi        : tidak ada
* Lain-lain        : tidak ada

8. Riwayat penyakit sistemik yang sedang diderita
* Jantung        : tidak ada
* Ginjal        : tidak ada
* Asma/TBC Paru    : tidak ada
* DM            : tidak ada
* Hipertensi        : tidak ada
* Hepatitis        : tidak ada
* Epilepsi        : tidak ada
* Lain-lain        : tidak ada

9. Riwayat penyakit keluarga
* Jantung        : tidak ada
* Ginjal        : tidak ada
* Asma/TBC Paru    : tidak ada
* DM            : tidak ada
* Hipertensi        : tidak ada
* Hepatitis        : tidak ada
* Epilepsi        : tidak ada
* Lain-lain        : tidak ada

10. Riwayat Psikososial
* Psikososial
Ibu mengatakan cemas dengan keluhan yang dialaminya sekarang. Ibu khawatir keluhan yang dialami akan berpengaruh terhadap kehamilannya.
* Kultural
Ibu mengatakan selama ini tidak ada adat budaya yang dapat mengganggu kondisi kesehatannya.
* Spiritual
Ibu mengatakan menjalankan ibadah sesuai agamanya yaitu islam kecuali saat menstruasi.
* Pengetahuan
Ibu mengatakan tidak mengerti dengan kondisi yang dilaminya sekarang
* Kehamilan ini
Kehamilan ini direncanakan, diharapkan dan diterima oleh ibu,suami, dan  keluarga.
* Perasaan tentang kehamilan ini
Ibu dan suami bahagia dengan kehamilan ini.
* Reaksi orang tua dan keluarga terhadap kehamilan ini
Orang tua dan  keluarga senang dan menerima kehamilan ini.
* Pengambil keputusan dalam keluarga
Pengambil keputusan dalam keluarga dipegang oleh suami.
* Status perkawinan
Ibu menikah sah dan resmi secara agama dan hukum, ini merupakan  pernikahan ibu yang pertama, ibu menikah ketika berumur 29 tahun dengan suami yang  berumur 30 tahun. Lama pernikahannya ±10 tahun.

11. Riwayat KB
* Alat kontrasepsi yang pernah dipakai dan lamanya:
Ibu mengatakan pernah menjadi akseptor KB suntik selama ± 4 tahun
* Kapan terakhir berhenti : tahun 2008 alasan ibu ingin hamil anak ke-2
* Efek samping/keluhan : tidak ada
* Komplikasi : tidak ada
* Alat kontrasepsi yang sedang dipakai : tidak ada
* Efek samping/keluhan : tidak ada

C. DATA OBJEKTIF
1. Keadaan umum        : baik
Kesadaran            : composmentis
Keadaan emosional        : cemas

2. Tanda-tanda vital    :
* Tekanan darah        : 100/60 mmHg
* Nadi             : 80 x/menit
* Suhu            : 36,8 oC
* Pernafasan        : 20 x/menit

3. BB        : 62 kg
TB        : 154 cm
LILA    : 25 cm

4. Status present
a. Kepala
bentuk mesochepal, kulit kepala bersih, rambut tidak rontok, berwarna hitam.
b. Muka
tidak ada eudemat, tidak tampak chloasma gravidarum, tampak pucat.
c. Mata
letak simetris, kelopak mata tidak eudema, konjungtiva berwarna pucat, sklera berwarna putih.
d. Hidung
tidak ada polip,dan pengeluaran sekret berlebih.
e. Telinga
simetris, tidak ada pengeluaran serumen yang abnormal.
f. Mulut
Bibir tampak pucat, kering, tidak ada stomatitis, tidak ada karies dentis dan gigi berlubang.

g. Leher
tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar limfe maupun vena jugularis.
h. Dada dan axilla :
* Axilla        : tidak ada massa/benjolan
* Payudara        : pembesaran normal
* Areola mamae    : menghitam (hiperpigmentasi)
* Puting susu        : menonjol
* Simetris        : ya
* Benjolan        : tidak ada
* Pengeluaran    : kolostrum sudah mulai keluar
* Rasa nyeri        : tidak ada
* Lain-lain        : tidak ada
i. Posisi tulang belakang : lordosis gravidarum
j. Ekstremitas atas :
* Eudema    : tidak ada
* Kemerahan    : tidak ada
* Fungsi gerak    : baik
Ekstremitas bawah :
* Eudema     : tidak ada
* Kemerahan    : tidak ada
* Varises        : tidak ada
* Reflek patella : kanan (+), kiri (+)
* Fungsi gerak    : baik
k. Abdomen
* Benjolan        : tidak ada
* Bekas luka operasi    : ada
* Konsistensi        : keras
* Pembesaran lien/liver    : tidak ada
* Kandung kemih    : kosong

5. pemeriksaan kebidanan
a. Palpasi uterus
* Leopold I
TFU = 28 cm
Bagian atas perut ibu teraba bulat, keras dan melenting.
* Leopold II
Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin
Bagian kiri perut ibu teraba tahanan keras dan memanjang.
* Leopold III
Bagian bawah perut ibu teraba bulat, lunak dan tidak melenting, masih bisa digoyangkan.
* Leopold IV
Tidak dilakukan.
TBJ = (TFU-12) x 155
= (28-12) x 155
= 2480 gram
b. Auskultasi
* DJJ : positif, teratur
* Frekuensi :12.11.12 = 140 kali/menit
* Punctum maksimum terletak disebelah kiri perut ibu bagian atas umbilikus
* Jumlah : tunggal
c. Anogenital (inspeksi)
* Perineum : tidak ada luka parut
* Vulva vagina
- Warna        : merah muda
- Luka        : tidak ada
- Fistula        : tidak ada
- Varises         : tidak ada
* Pengeluaran :  tidak ada
* Kelenjar bartholini
Pembengkakan        : tidak ada
Konsistensi        : lunak
Nyeri tekan        : tidak ada
* Kelenjar skene
Pembengkakan        : tidak ada
Konsistensi        : lunak
Nyeri tekan        : tidak ada
* Anus    : tidak ada hemoroid

6. Uji Diagnosis/Pemeriksaan Penunjang
Tanggal : 30 Desember 2009
a. USG
Janin tunggal, hidup intra uterin, punggung kiri, presentasi bokong, jenis kelamin laki-laki, kulit ketuban utuh, letak plasenta menutupi seluruh jalan lahir.

II. Interpretasi Data
1. Diagnosa Kebidanan :
Ny.  39 tahun, , hamil 32  minggu, janin tunggal hidup intra uterine, presbo, puki, konvergen dengan Plasenta Previa Totalis.
Data dasar :
1) Data Subjektif :
* Ibu bernama Ny
* Ibu mengatakan berumur 39 tahun
* Ibu mengatakan mempunyai 1 orang anak dan belum pernah keguguran
* Ibu mengatakan mengelurkan darah berupa gumpalan dari jalan lahir tanpa disertai rasa nyeri
* HPHT : 05-05-2009
* Ibu mengatakan kelahiran anak pertama dengan SC karena KPD
* Ibu mengatakan istirahat cukup dan tidak melakukan aktifitas berat
2) Data Objektif
* Tanda-tanda vital
TD    : 100/60 mmHg
N    : 80X/mnt
R         : 20X/mnt
S     : 36,80C
* Pemeriksaan fisik
Inspeksi : muka, konjungtiva dan bibir tampak pucat
Palpasi :     Leopold I
TFU = 28 cm
Bagian atas perut ibu teraba bulat, keras dan melenting.
* Leopold II
Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin
Bagian kiri perut ibu teraba tahanan keras dan memanjang.
* Leopold III
Bagian bawah perut ibu teraba bulat, lunak dan tidak melenting, masih bisa digoyangkan.
* Leopold IV
Tidak dilakukan
Auskultasi : DJJ positif,teratur, 140X/mnt
2. Masalah
Terjadinya perdarahan pervaginam yang berulang dan menimbulkan kecemasan serta kekhawatiran terhadap ibu.

III. Diagnosa Potensial
1. Syok hemorhagic
2. partus prematurus

IV. Antisipasi Tindakan Segera dan Kolaborasi
1. Syok Hemorhagic
Kolaborasi dengan dokter obsgyn dan tim medis lainnya untuk pemberian cairan intra vena dan pemberian transfusi darah berdasar pemeriksaan darah secara lebih lanjut.
2. Partus Prematurus
Kolaborasi dengan dokter obsgyn dan tim medis untuk proses persalinan dilakukan dengan SC.

V. Perencanaan
1. Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
2. Motivasi ibu untuk tirah baring total
3. Ajarkan ibu untuk memilih posisi yang tepat saat beristirahat dan tidur.
4. Motivasi proses persalinan dengan SC
5. Kolaborasi dan konsultasi dengan dokter obsgyn untuk pemberian therapi.
6. Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu yang akan datang atau jika ada keluhan.

VI. Implementasi
Tanggal :    30 desember 2009        Pukul : 09.30 WIB
1. Memberitahu ibu dan pihak keluarga tentang hasil pemeriksaan  yang telah dilakukan bahwa secara umum keadaan dan kondisi janin baik DJJ teratur dengan frekuensi 140x/menit. Akan tetapi kondisi ibu sedikit kurang baik, TD = 100/60 mmHg dan konjungtiva tampak pucat
2. Memotivasi ibu untuk istirahat baring secara total, mengurangi aktivitas sehari-hari terutama pekerjaan yang berat.
3. Mengajarkan ibu untuk memilih posisi yang tepat saat beristirahat dan tidur yaitu dengan menata atau meletakkan posisi kaki lebih tinggi daripada kepala.
4. Memotivasi ibu bahwa proses persalinan yang akan dilakukan berupa operasi section Caesaria (SC)atas indikasi adanya plasenta yang menutupi jalan lahir, letak janin masih sungsang dan juga riwayat operasi SC pada persalinan yang pertama.
5. Melakukan Kolaborasi dan konsultasi dengan dokter obsgyn untuk pemberian therapy.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu yang akan datang atau sebelum waktu yang ditentukan apabila ibu mempunyai keluhan terkait dengan kehamilannya ini.

VII.  Evaluasi
Tanggal :    30 desember 2009        Pukul: 09.40WIB

1. Ibu dan keluarga telah mengetahui keadaan ibu serta janin berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Ibu telah mengerti dan bersedia untuk istirahat baring total dan mengurangi serta menghindari aktifitas fisik berat lainnya.
3. Ibu telah mengerti dan bersedia untuk memposisikan diri dengan tepat pada saat beristirahat ataupun tidur yaitu dengan mengganjal dan meletakkan kaki pada posisi yang lebih tinggi disbanding posisi kaki.
4. Ibu telah mengerti dan bersedia untuk menjalani proses persalinan yang akan datang dengan operasi SC.
5. Dokter obsgyn telah memberikan resep therapi untuk ibu.
6. Ibu telah mengerti dan bersedia untuk datang kembali 1 minggu yang akan datang guna memeriksakan ulang kehamilannya yang kedua ini.
BAB IV
PEMBAHASAN

Berdasarkan kasus diatas, gejala plasenta previa yang terjadi adalah adanya pengeluaran darah secara tiba-tiba melalui jalan lahir, berbentuk encer tanpa ada gumpalan dan tanpa disertai adanya rasa nyeri. Perdarahan dapat terjadi secara berulang (recurrent). Pada pasien Ny. tersebut perdarahan terjadi 2 kali yaitu pada tanggal 15 desember dan menjalani perawatan selama 2 hari pada tanggal 15 dan 16 desember 2009. Perdarahan yang kedua terjadi pada tanggal 30 desember 2009 dengan jumlah yang lebih sedikit yaitu sekitar ± 5 cc tanpa ada gumpalan darah dan tanpa adanya rasa nyeri.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya plasenta previa pada kasus diatas adalah faktor usia dan faktor endometrium. Ny R mengatakan berusia 39 tahun saat ini, beliau juga mengatakan proses persalinannya yang pertama adalah melalui operasi Sectio Cesaria (SC). Operasi dan keadaan endometrium yang cacat seperti pada bekas curettage, bekas manual plasenta, perubahan endometrium karena polip maupun mioma uteri merupakan salah satu dari beberapa factor predisposisi terjadinya plasenta previa disamping factor usia dan factor paritas.
Plasenta previa pada kehamilan Ny ini mempunyai pengaruh terhadap proses kehamilan itu sendiri dan juga proses persalinan yang akan dilaluinya nanti. Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan palpasi Leopold dan juga hasil Ultrasonografi (USG) ditemukan bahwa posisi janin masih sungsang dengan bokong terletak sebagai bagian terbawah janin. Hal ini akan menjadi alasan kedua untuk memotivasi ibu dan keluarga terhadap proses persalinan yang akan dilalui yaitu operasi Sectio Cesaria (SC) kembali. Ada 3 alasan  untuk dilakukannya operasi Sectio Cesaria (SC). Alasan yang pertama adalah letak plasenta yang menutupi jalan lahir secara penuh atau totalis (plasenta previa totalis), alasan yang kedua letak janin yang masih sungsang dan untuk alasan yang ketiga adalah riwayat operasi Sectio Cesaria (SC)  pada persalinan yang lalu.
Penalataksanaan yang diberikan terhadap kasus plasenta previa diatas adalah terapi ekspetatif. Terapi ini diberikan atas indikasi kehamilan preterm dengan perdarahan yang sedikit kemudian berhenti, belum ada tanda-tanda inpartu, keadaan umum ibu baik dengan kadar hemoglobin masih dalam batas normal yaitu 11,2 %. Terapi ekspetatif ini bertujuan untuk mempertahankan janinnya sampai kehamilan aterm. Pada perdarahan yang pertama kali pasien dirawat selama 2 hari yaitu pada tanggal 15-16 desember 2009, pengobatan yang diberikan adalah infus RL (Ringer Lactat), dexamethasone per IV dan nifedipin per oral. Setelah itu perdarahan berhenti, karena waktu untuk mencapai usia kehamilan 37 minggu masih lama, pasien dipulangkan untuk rawat jalan dengan diberikan pesan untuk segera kembali ke rumah sakit apabila terjadi perdarahan ulang.
Perdarahan ulang terjadi tanggal 30 desember dengan jumlah darah ± 5cc. karena pada saat pemeriksaan perdarahan sudah berhenti maka pasien dianjurkan untuk rawat jalan dengan diberi terapi per oral berupa Sulfasferosus (SF).
Berdasarkan dari studi kasus diatas penatalaksanaan yang dilakukan oleh tim medis sudah tepat dan sesuai dengan teori. Akan tetapi untuk penatalaksanaan pada perdarahan yang kedua masih dirasa kurang maksimal karena pasien hanya diberikan terapi per oral berupa sulfasferosus (SF) saja.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Plasenta previa adalah plasenta dengan implantasi di sekitar segmen bawah rahim. Sehingga dapat menutupi sebagaian atau seluruh OVI. Penyebab plasenta previa diantaranya belum siapnya endomentrium untuk menerima implantasi. Selain itu dipengaruhi juga oleh umur, paritas dan kecacatan pada endometrium.
Plasenta previa berpengaruh terhadap kehamilan contohnya letak sungsang maupuan letak lintang, selain itu pada persalinan dapat menyebabkan inersia primer, perdarahan bahkan partus patologik. Diagnosis dapat ditegakkan dari anamnesa, pemeriksaan inspekulo, pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetri dan pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dan USG.
Plasenta previa diklasifikasikan menjadi 4 berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui jalan lahir yaitu plasenta previa totalis, parsialis, marginalis dan letak rendah. Beberapa komplikasi dapat terjadi dari plasenta previa berupa prolapsus tali pusat dan plasenta, perdarahan, infeksi, partus prematurus, dll.
Penatalaksanaan plasenta previa dibedakan menjadi 2 terapi yaitu terapi ekspektatif dengan tujuan supaya janin tidak terlahir prematur dan terapi aktif atau tindakan segera dengan menyelesaikan persalinan baik secara pervaginam maupun secara bedah SC.

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta : Media Aesculapius.

Manuaba, IBG. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsi Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC

Saifudin, Abdul Bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal.  Jakarta : YBPSP

Saifudin, Abdul Bari. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonaal.  Jakarta : YBPSP.

Varney’S H. 1997. Midwifery. United Kindom: Jones and Bartlett Publisher

Wiknjosastro, Hainfa. 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta. YBPSP

pencarian yang hadir:

pengertian cloasma gravidarum,laporan pendahuluan inc,pengertian inspekulo,contoh soap endometritis,contoh soapie,contoh SOAPIER,pengertian chloasma gravidarum,Laporan pendahuluan PEB,contoh kasus SOAPIED,definisi cloasma gravidarum,contoh soap ibu bersalin,cloasma gravidarum,contoh kasus soapie,pengertian cloasma,chloasma gravidarum adalah,laporan pendahuluan ca endometrium,contoh kasus konstipasi,cloasma gravidarum pada ibu hamil,soap letak sungsang,inspekulo adalah,laporan kasus persalinan normal,patofisiologi nifas,soap persalinan normal,soap hipertensi,makalah letak sungsang,askep sesar,tinjauan kasus plasenta previa,lp nifas patologis,contoh pendokumentasian soapied,lp kehamilan normal,woc ureterolithiasis,contoh askeb inc patologi,asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan peritonitis,contoh kasus endometritis,pemeriksaan albumin pada ibu hamil,contoh kasus soap kebidanan,contoh makalah anc,contoh laporan studi kasus plasenta previa,pengertian teori simpul,contoh kasus ibu hamil,contoh kasus anc,contoh soap kpd,contoh kasus soapier kebidanan,contoh soap hipertensi,contoh kasus inersia uteri,askep komunitas pada ibu hamil,contoh kasus polip endometrium,contoh dokumentasi soap ibu nifas,contoh kasus soap ibu bersalin,makalah peritonitis pada masa nifas,proposal plasenta previa,pathway nifas,contoh makalah mastitis,resume poli kandungan,cloasma gravidarum adalah,peritonitis pada ibu hamil,askep post sc,askeb soap mastitis,pemeriksaan inspekulo,contoh teori simpul,patofisiologi sungsang,contoh pendokumentasian soap pada ibu bersalin,makalah macam-macam asuhan kebidanan,pengertian data fokus,kasus klimakterium,bab 1 pendahuluan studi kasus kebidanan,contoh kasus prolapsus tali pusat,arti cloasma gravidarum,contoh askeb mioma uteri,contoh soap post partum,asuhan kebidanan pada ibu menopause,askep anc trimester 3,contoh laporan kasus febris,contoh laporan pendahuluan istirahat dan tidur,contoh soap persalinan patologis,contoh soap persalinan,contoh soapier kebidanan,ibu hamil dengan riwayat sc,askep variola pada anak,Judul Studi kasus kebidanan,laporan kasus kehamilan letak lintang,contoh KTI letak sungsang,indikasi pemeriksaan inspekulo,askep rawat jalan,askep malaria pada ibu hamil,contoh soap ket,contoh dokumentasi soap pada ibu bersalin,contoh kasus ibu nifas,soap ibu hamil dengan hipertensi,askep anc trimester 2,laporan kasus letak sungsang,pengertian pemeriksaan inspekulo,askep komunitas ibu hamil,contoh kasus tbc,askeb klimakterium,tujuan pemeriksaan inspekulo,contoh kasus ibu hamil dengan penyakit jantung,latar belakang kti mioma uteri,febris pada ibu hamil,soap persalinan sungsang,kasus soapie,contoh kasus soap anc,makalah soapier,contoh data fokus,contoh asuhan kebidanan ibu hamil dengan hipertensi,contoh laporan pendahuluan cpd,contoh kasus 32 minggu,askeb persalinan sungsang terbaru,laporan pendahuluan nifas post sc,contoh askeb persalinan patologis,Soap pada ibu hamil,kasus SOAP ibu postpartum,kti letak lintang,landasan teori askeb ibu hamil patologis dengan plasenta previa oleh varney terbaru,soap presentasi bokong,contoh kasus manajemen varney,contoh kasus konstipasi pada anak,SOAP persalinan letak sungsang,askeb manajemen peritonitis,pendokumentasian klimakterium,contoh proposal plasenta previa,askeb ibu hamil dengan plasenta previa,contoh kasus sungsang,albumin pada ibu hamil,soal kasus askeb nifas,contoh askeb nifas soap,contoh askeb menopause,contoh soapier dalam dokumentasi kebidanan,contoh askeb mastitis,askeb persalinan sungsang,intervensi anemia,Latar belakang soapie,askep hipotensi pada ibu hamil,contoh askeb sungsang,kasus inersia uteri,contoh kasus kehamilan dengan penyakit jantung,asuhan kebidanan pada peritonitis,askeb dengan sc atas indikasi plasenta previa,MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN PERITONITIS,studi kasus persalinan letak sungsang,asuhan kebidanan pada ibu dengan prolaps uteri,bab iii tinjauan kasus pada askep sungsang,askeb condiloma talata,contoh studi kasus kebidanan,komplikasi intranatal,pathway preeklamsia,pembahasan sungsang,contoh kasus askeb nifas normal,soap ibu nifas,asuhan kebidanan kasus keputihan pada ibu hamil,asuhan kebidanan pada ibu dengan polip endometrium,makalah hepatitis pada ibu hamil,lp sungsang,lp prolaps uteri,soap tbc pada ibu hamil semester 1,contoh kasus prolaps tali pusat,asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan riwayat sc,contoh soap ibu hamil dengan plasenta previa,lp placenta previa totalis,contoh kasus presentasi muka,askeb plasenta previa,contoh kasus apn,contoh kti plasenta pre,kasus pada ibu hamil,manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan plasenta previa,contoh SOAP plasenta previa totalis,contoh soap patologi plasenta previa,soap ibu hamil patologis,contoh askeb soap anc dengan plasenta previa,asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan plasenta previa totalis,contoh kasus pada ibu hamil,askeb anc plasenta previa totalis,soapie plasenta previa,soap anc patologis,soap pada plasenta previa,contoh KTI plasenta previa totalis,contoh dokumentasi ibu hamil trimester III metode soapie,kasus plasenta previa,Posisi janin dengan kasus plasenta previa totalis,contoh kasus askeb persalinan letak sungsang dengan sc,data fokus plasenta previa,contoh tinjauan kasus askeb ibu hamil,contoh soap inc patologis,contoh kasus ibu hamil minum obat tb,contoh soap anc plasenta previa,LP nifas dengan hipertensi,askeb kehamilan patologi dengan plasenta previa,askeb pada ibu hamil dengan riwayat sc,contoh presentasi kasus kebidanan,askep hamil patologi dengan plasenta previa,contoh studi kasus persalinan sungsang,manajemen askeb varney patologis,soal kasus plasenta previa,askeb pada ibu bersalin patologi dengan SC atas indikai plasenta previa,contoh pasien dengan placenta previa totalis,contoh soal kasus plasenta previa,CONTOH ASKEB NIFAS KONSTIPASI,kti mioma uteri,contoh kasus patologis,kasus contoh aSkeb plasenta previa

Response on "Tinjauan kasus Ibu hamil patologis Plasenta Previa Totalis"