Thursday, 24 April 2014

Bab II keperawatan pada pasien akut miocard infark

TINJAUAN TEORIĀ  INFARK MIOKARD AKUT
DEFINISI
Infark miokardium adalah kematian sel-sel miokardium yang terjadi akibat kekurangan oksigen yang berkepanjangan.
Infark miokard akut adalah kematian jaringan miokard akibat oklusi akut pembuluh darah koroner (Suryono, Bambang dkk. 2005: 120)
Infark miokard adalah kematian sel-sel miokardium yang terjadi akibat kekurangan oksigen berkepanjangan (Corwin, E.2000:367)
Infark miokard akut adalah nekrosis miokard akibat gangguan aliran darah ke otak jantung ( Arif, Mansjoer. 1999:437)
Infark miokard akut ialah nekrosis sebagian otot jantung akibat berkurangnya suplay darah ke bagian otak tersebut karena oklusi atau trombosis arteri koroneria, dapat juga akibat keadaan syok atau anemia akut (Purwadianto, Agus dan Sampurna, Budi dkk. 1998: 33)
Dari berbagai pengertian diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan infark miokard akut adalah suatu keadaan kematian jaringan pada otot jantung yang diakibatkan oleh karena berkurangnya suplay oksigen ke jaringan tersebut.


ETIOLOGI
Penyebab infar miokard adalah suplai darah yang tidak adekuat yang mungkin disebabkan penyempitan krisis arteri koroner karena aterosklerosis atau penyumbatan total arteri oleh emboli atau thrombus. Penurunan aliran darah bisa juga disebabkan oleh syok atau perdarahan
MANIFESTASI KLINIS
Nyeri dengan awitan mendadak sering digambarkan memiliki sifat meremukkkan dan parah yang dapat menyebar ke bagian atas tubuh mana saja.
Timbul mual dan muntah yang mungkin berhubungan dengan nyeri yang sangat hebat.
Perasaan lemas yang berhubungan dengan menurunnya aliran darah ke otot rangka.
Kulit yang dingin, pucat akibat vasokonstriksi simpatis.
Pengeluaran urin menurun karena aliran darah ginjal menurun serta aldosteron dan ADH meningkat.
Takikardia akibat peningkatan stimulasi simpatis jantung.
Keadaan mental berupa rasa cemas besar disertai perasaan mendekati kematian.
Gambaran Klinis:
Kebanyakan pasien dengan infark miokard akut mencari pengobatan karena rasa
sakit didada. Namun demikian ,gambaran klinis bisa bervariasi dari pasien yang dating untuk melakukan pemeriksaan rutin, sampai pada pasien yang merasa nyeri di substernal yang hebat dan secara cepat berkembang menjadi syok dan eadem pulmonal, dan ada pula pasien yang baru saja tampak sehat lalu tiba-tiba meninggal. Serangan infark miokard biasanya akut, dengan rasa sakit seperti angina,tetapi tidak seperti angina yang biasa, maka disini terdapat rasa penekanan yang luar biasa pada dada atau perasaan akan datangnya kematian. Bila pasien sebelumnya pernah mendapat serangan angina ,maka ia tabu bahwa sesuatu yang berbeda dari serangan angina sebelumnya sedang berlangsung. Juga, kebalikan dengan angina yang biasa, infark miokard akut terjadi sewaktu pasien dalam keadaan istirahat ,sering pada jam-jam awal dipagi hari. Nitrogliserin tidaklah mengurangkan rasa sakitnya yang bisa kemudian menghilang berkurang dan bisa pula bertahan berjam-jam malahan berhari-hari. Nausea e-USU Repository 2004 Universitas Sumatera Utara dan vomitus merupakan penyerta rasa sakit tsb dan bisa hebat, terlebih-lebih apabila diberikan martin untuk rasa sakitnya.
Rasa sakitnya adalah diffus dan bersifat mencekam, mencekik, mencengkeram
atau membor. Paling nyata didaerah subternal, dari mana ia menyebar kedua lengan, kerongkongan atau dagu, atau abdomen sebelah atas (sehingga ia mirip dengan kolik cholelithiasis, cholesistitis akut ulkus peptikum akut atau pancreatitis akut) .(4,7,9)
Terdapat laporan adanya infark miokard tanpa rasa sakit. Namun hila pasienpasien
ini ditanya secara cermat, mereka biasanya menerangkan adanya gangguan
pencernaan atau rasa benjol didada yang samar-samar yang hanya sedikit menimbulkan rasa tidak enak/senang.

Sekali-sekali pasien akan mengalami rasa napas yang pendek (seperti orang yang kelelahan) dan bukanya tekanan pada substernal.Sekali-sekali bias pula terjadi cekukan/singultus akibat irritasi diapragma oleh infark dinding inferior. pasien biasanya tetap sadar ,tetapi bisa gelisah, cemas atau bingung. Syncope adalah jarang, ketidak sadaran akibat iskemi serebral, sebab cardiac output yang berkurang bias sekali-sekali terjadi.Bila pasien-pasien ditanyai secara cermat, mereka sering menyatakan
bahwa untuk masa yang bervariasi sebelum serangan dari hari 1 hingga 2 minggu ) ,rasa sakit anginanya menjadi lebih parah serta tidak bereaksi baik tidak terhadap pemberian nitrogliserin atau mereka mulai merasa distres/rasa tidak enak substernal yang tersamar atau gangguan pencernaan (gejala -gejala permulaan /ancaman /pertanda). Bila seranganserangan angina menghebat ini bisa merupakan petunjuk bahwa ada angina yang tidak stabil (unstable angina) dan bahwasanya dibutuhkan pengobatan yang lebih agresif.
Bila diperiksa, pasien sering memperlihatkan wajah pucat bagai abu dengan
berkeringat , kulit yang dingin .walaupun bila tanda-tanda klinis dari syok tidak dijumpai.
Nadi biasanya cepat, kecuali bila ada blok/hambatan AV yang komplit atau inkomplit.
Dalam beberapa jam, kondisi klinis pasien mulai membaik, tetapi demam sering
berkembang. Suhu meninggi untuk beberapa hari, sampai 102 derajat Fahrenheid atau lebih tinggi, dan kemudian perlahan-lahan turun ,kembali normal pada akhir dari minggu pertama.
PATOFISIOLOGI
Penurunan tekanan darah merangsang baroreseptor sehingga terjadi pengaktifan sistem saraf simpatis, sitem renin-angiotensin, dan peningkatan pelepasan ADH. Hormon-hormon stres (ACTH dan kortisol) juga dilepaskan, disertai peningkatan produksi glukosa. Pengaktifan sistem saraf parasimpatis berkurang.
Dengan berkurangnya perangsangan saraf parasimpatis dan meningkatnya perangsangan simpatis ke nodus SA, kecepatan denyut jantung meningkat. Demikian juga perangsangan saraf simpatis dan angiotensin pada arteriol menyebabkan peningkatan TPR. Aliran darah ke ginjal menurun sehingga produksi urin menurun dan ikut berperan merangsang sistem renin angiotensin. Konstriksi arteriol-arteriol menyebabkan penurunan tekanan kapiler, sehingga menurunkan gaya-gaya yang mendorong filtrasi. Perangsangan simpatis ke kelenjar keringat dan kulit menyebabkan individu berkeringat dan merasa dingin.
Secara singkat, semakin banyak darah (peningkatan preload) disalurkan ke jantung, maka jantung akan memompa secara lebih cepat untuk melawan arteri-arteri yang menyempit (peningkatan afterload). Hasil netto dari pengaktifan semua refleks tersebut yang timbul akibat penurunan kontraktilitas jantung dan tekanan darah, adalah meningkatnya beban kerja jantung yang telah rusak. Kebutuhan oksigen jantung meningkat. Apabila kebutuhan oksigen dari lebih bnayak sel tidak terpenuhi, maka terjadi perluasan daerah yang mengalami cedera dan nekrotik di sekitar zona nekrotik. Sel-sel yang mengalami cedera dan iskemia berisiko ikut mati. Kemampuan memompa jantung semakin menurun dan terjadi hipoksia semua jaringan dan organ, termasuk bagian-bagian jantung yang masih sehat.

pencarian yang hadir:

pengertian miokardium,woc plasenta previa,yhs-0001,miokardium adalah,infark miokard akut ppt,lp apendiksitis,pengertian darah rutin,Penyimpangan KDM gastroenteritis akut,jurnal infark miokard,lp apendisitis,mio cardio infark,askep arteri oklusi kronis,woc infark miokard akut,laporan kasus infark miokard akut,jurnal infark miokard akut,cva infark trombotik,contoh askep gastroenteritis,etiologi vomitus,askep infark miokard pdf,contoh kasus askep gastroenteritis,jurnal infark miokard akut pdf,contoh laporan pendahuluan nyeri akut,woc cva,laporan pendahuluan akut abdomen,laporan kasus cva,contoh kasus penyakit stroke,epidemiologi infark miokard,infark miokard ppt,makalah askep cva infark,penyimpangan kdm infark miokard akut,askep infark miokard kronis,askep infark miokard contoh kasus pdf,Askep Mio cardia infark adalah,askep kasuscva infark,contoh askep stroke infark,contoh kasus askep infark miokard,contoh kasus askep infark miokard akut,laporan kasus Mio cardio infark,laporan kasus askep infark miocard,jurnal KDM terbaru,definisi darah rutin

Response on "Bab II keperawatan pada pasien akut miocard infark"