Wednesday, 19 June 2013

ASKEP gangguan sistem persarafan pada kasus cks: perfusi jaringan cerebral inefektif

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Cedera memegang peranan yang sangat besar dalam menentukan berat ringannya konsekuensi patofisiologis dari suatu trauma kepala. Cedera percepatan (aselerasi) terjadi jika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam, seperti trauma akibat pukulan benda tumpul, atau karena kena lemparan benda tumpul. Cedera perlambatan (deselerasi) adalah bila kepala membentur objek yang secara relatif tidak bergerak, seperti badan mobil atau tanah. Kedua kekuatan ini mungkin terjadi secara bersamaan bila terdapat gerakan kepala tiba-tiba tanpa kontak langsung, seperti yang terjadi bila posisi badan diubah secara kasar dan cepat. Kekuatan ini bisa dikombinasi dengan pengubahan posisi rotasi pada kepala, yang menyebabkan trauma regangan dan robekan pada substansi alba dan batang otak.

B.Tujuan Laporan Asuhan Keperawatan

1.Mengetahui gangguan cedera kepala sedang
2.Mengetahui intervensi keperawatan pada pasien dengan gangguan cedera kepala sedang

C.Manfaat Laporan Asuhan Keperawatan

1.Bagi Mahasiswa
Laporan ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukkan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan cedera kepala berat
2.Bagi Institusi
Laporan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukkan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan cedera kepala berat

BAB II
TINJAUAN TEORI

A.Pengertian
Trauma kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala, tulang tengkorak atau otak yang terjadi akibat injury baik secara langsung maupun tidak langsung pada kepala. (Suriadi & Rita Yuliani, 2001)

B.Klasifikasi
Klasifikasi trauma kepala berdasarkan Nilai Skala Glasgow (GCS):
1.Minor
a)GCS 13 – 15
b)Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit.
c)Tidak ada kontusio tengkorak, tidak ada fraktur cerebral, hematoma.
2.Sedang
GCS 9 – 12
Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.
Dapat mengalami fraktur tengkorak.
3.Berat
GCS 3 – 8
Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam.
Juga meliputi kontusio serebral, laserasi, atau hematoma intrakranial.

C.Etiologi
•  Kecelakaan, jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor atau sepeda, dan mobil.
•  Kecelakaan pada saat olah raga, anak dengan ketergantungan.
•  Cedera akibat kekerasan.
D.Patofisiologis
Cedera primer, yang terjadi pada waktu benturan, mungkin karena memar pada permukaan otak, laserasi substansi alba, cedera robekan atau hemoragi. Sebagai akibat, cedera sekunder dapat terjadi sebagai kemampuan autoregulasi serebral dikurangi atau tak ada pada area cedera. Konsekuensinya meliputi hiperemi (peningkatan volume darah) pada area peningkatan permeabilitas kapiler, serta vasodilatasi arterial, semua menimbulkan peningkatan isi intrakranial, dan akhirnya peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan cedera otak sekunder meliputi hipoksia, hiperkarbia, dan hipotensi.
Genneralli dan kawan-kawan memperkenalkan cedera kepala “fokal” dan “menyebar” sebagai kategori cedera kepala berat pada upaya untuk menggambarkan hasil yang lebih khusus. Cedera fokal diakibatkan dari kerusakan fokal yang meliputi kontusio serebral dan hematom intraserebral, serta kerusakan otak sekunder yang disebabkan oleh perluasan massa lesi, pergeseran otak atau hernia. Cedera otak menyebar dikaitkan dengan kerusakan yang menyebar secara luas dan terjadi dalam empat bentuk yaitu: cedera akson menyebar, kerusakan otak hipoksia, pembengkakan otak menyebar, hemoragi kecil multipel pada seluruh otak. Jenis cedera ini menyebabkan koma bukan karena kompresi pada batang otak tetapi karena cedera menyebar pada hemisfer serebral, batang otak, atau dua-duanya.

Pemberian obat-obat untuk vaskulasisasi.
Pemberian obat-obat analgetik.
Pembedahan bila ada indikasi.
E. Manifestasi Klinis
•  Hilangnya kesadaran kurang dari 30 menit atau lebih
•  Kebungungan
•  Iritabel
•  Pucat
•  Mual dan muntah
•  Pusing kepala
•  Terdapat hematoma
•  Kecemasan
•  Sukar untuk dibangunkan
•  Bila fraktur, mungkin adanya ciran serebrospinal yang keluar dari hidung (rhinorrohea) dan telinga (otorrhea) bila fraktur tulang temporal.

F. Komplikasi
•  Hemorrhagie
•  Infeksi
•  Edema
•  Herniasi

G.Pemeriksaan Penunjang
•  Laboratorium: darah lengkap (hemoglobin, leukosit, CT, BT)
•  Rotgen Foto
•  CT Scan
•  MRI
H.Penatalaksanaan
Secara umum penatalaksanaan therapeutic pasien dengan trauma kepala adalah sebagai berikut:
Observasi 24 jam
Jika pasien masih muntah sementara dipuasakan terlebih dahulu.
Berikan terapi intravena bila ada indikasi.
Anak diistirahatkan atau tirah baring.
Profilaksis diberikan bila ada indikasi.

pencarian yang hadir:

laporan pendahuluan vomitus,askep ganglion,askep vomitus,askep amnesia,askep tia,askep pterygium,askep keputihan,askep dc,lp ckr,resume keperawatan gadar,laporan pendahuluan inpartu,askep gangguan perfusi jaringan,laporan pendahuluan NHS,askep flour albus,pengertian ganglion poplitea,makalah amnesia,askep ureterolitiasis,laporan pendahuluan COB,patofisiologi inpartu,pathway cks,askep anorexia,askep fluor albus,laporan pendahuluan ganglion poplitea,contoh askeb klimakterium,askep veruca,laporan pendahuluan mobilitas fisik,askep aterosklerosis,laporan kasus CKR,askep melena,asuhan keperawatan tiroiditis,askep febris pada dewasa,askep inpartu,askep ngt,pathway cedera kepala sedang,laporan kasus cedera kepala,makalah kolitis,askep papiloma,pengertian pnc,patofisiologi vesikolithiasis,Askep uretrolitiasis,askep peb,laporan kasus cedera kepala sedang,askep konstipasi,askep lobektomi,laporan pendahuluan gangguan mobilisasi fisik,Pathway cedera kepala ringan,makalah tentang amnesia,WOC Cedera Kepala Ringan,woc cedera kepala,Ulkus Mamae,askep serumen,laporan pendahuluan GCS,laporan pendahuluan kolitis,askep ugd,apendik perforasi,pathway cedera otak ringan,askep kontusio paru,askep intracranial hematoma,makalah kasus askep apendisitis,contoh askep vomitus,askep hidroneprosis,hipoproteinemia,contoh kasus klimakterium,laporan pendahuluan tentang vomitus,patofisiologi tiroiditis,askep uretrolithiasis,contoh laporan pendahuluan gangguan pola tidur,Askep KAD,analisa sintesa cedera kepala,askep keputihan pada wanita,penyakit app,contoh askep pnc,laporan waktu pembekuan,ASKEP KOLITIS,askep post op ganglion,askep disentri terbaru,format askep gawat darurat,askep gangguan perfusi jaringan serebral,askep bronchiolitis,askep app,askep obs febris pada anak,woc cedera otak ringan,makalah askep aterosklerosis,askep anak dengan vomiting,askep anc,PENGERTIAN BEDREST,askep tu mammae,asuhan keperawatan obs febris,asuhan keperawatan vomitus,makalah askep peritonitis,pengertian persarafan,makalah askep ureterolithiasis,makalah apendiktomi,pengertian hil,laporan pendahuluan pasien vesikolitiasis,contoh askep vomiting,analisa data gangguan perfusi jaringan serebral,susp tia,asuhan keperawatan folikulitis,askep sembelit,asuhan keperawatan myalgia,appendik perforasi,laporan pendahuluan uretrolitiasis,contoh laporan kasus hipertensi,resume pasien gea,laporan pendahuluan folikulitis,askep apendiktomi,contoh kasus askep diare pada anak,patofisiologi laparotomy,pathway cedera kepala berat,contoh askep vomitus pada anak,pengertian vesikolithiasis,askep CKR pada anak,laporan pendahuluan febris pada anak,askep histerektomi kesehatan,asuhan keperawatan fluor albus,askep sampar,intrakranial hematoma,laporan kasus cedera kepala berat,contoh askep febris,contoh kasus askep ckr,pengertian gangguan perfusi jaringan serebral,pathway gangguan perfusi jaringan,laporan pendahuluan gangguan perfusi jaringan,pengertian CKS,askep contusio paru,makalah cholelitiasis,penentuan albumin dalam darah,askep kontusio,pengertian cva bleeding,WOC cidera kepala ringan,patofisiologi nephrolithiasis,makalah askep polip,askep obs melena,pendahuluan cks,kumpulan askep cedera kepala sedang,askeb anc mual muntah,askep seksualitas,intervensi keperawatan gangguan perfusi jaringan,asuhan keperawatan kontusio paru,implementasi hisprung,contoh kasus askep febris,laporan kasus pasien ckr,tinjauan kasus hipoksia,contoh kasus cedera kepala sedang,asuhan keperawatan cks,lp lengkap hernia,laporan pendahuluan askep hipotensi,asuhan keperawatan gangguan perfusi jaringan,askep edema serebral,lp cedera kepala ringan,askep febris typoid,sistem neurosensorik,contoh askep cedera kepala sedang,lp kontusio,latar belakang HEMATOMA,contoh askep vesikolithiasis,askep polip pdf,askep post sc peb,gangguan perfusi jaringan,laporan pendahuluan askep hil,asuhan keperawatan amnesia,askep ok hernia,laporan pendahuluan asuhan keperawatan pada klien cks bab i pendahuluan,laporan kasus pada pasien cedera kepala,laporan pendahuluan mobilisasi pasca gangguan persarafan,lp cedera kepala berat,askep odema cerebra,pengertian intrakranial,intervensi keperawatan gangguan perfusi jaringan serebral pada ibu hamil,laporan Kasus Cidera Kepala Sedang,implementasi gangguan perfusi jaringan,intervensi keperawatan gangguan peefusi jaringan,kasus askep v laserasi,laporan kasus Intra serebral hematom,laporan pendahuluan gangguan jaringan perfusi,laporan kasus referat cedera kepala ringan,makalah renpra gangguan perfusi jaringan cerebral,pengertian vomitus ec,latar belakang uretrolitiasis,latar belakang askep sc,lapsus referat cedera kepala sedang,standar asuhan keperawatan gangguan perfusi jaringan,laporan pendahuluan perfusi jaringan serebral,laporan pendahuluan pada kasus pasien vomitus,tinjauan kasus askep sc,laporan pendahuluan kontusio jaringan,LAPORAN pendahuluan asuhan keperawatan hipotensi,laporan pendahuluan askep cks,laporan pendahulan pada KET,tanda dan gejala gangguan perfusi jaringan serebral,ASKEP EDEMA CEREBRAL,askep perubahan perfusi jaringan,askep vomitus ec,askep penyakit cks,askep gangguan perfusi cerebri,asuhan keperawatan edema serebral,askep ok,asuhan keperawatan perfusi jaringan serebral,contoh kasus askep gea

Response on "ASKEP gangguan sistem persarafan pada kasus cks: perfusi jaringan cerebral inefektif"