Wednesday, 22 October 2014

Laju endap darah

A. LATAR BELAKANG
LED (Laju Endap Darah) adalah untuk mengukur kecepatan endapan sel darah merah di dalam plasma (mm/jam).
Dalam tubuh suspensi sel-sel darah merah akan merata diseluruh plasma sebagai akibat pergerakan darah. Akan tetapi jika darah ditempatkan dalam tabung khusus yang sebelumnya diberi anti koagulan dan dibiarkan 1 jam, sel darah merah akan mengendap dibagian bawah tabung karena pengaruh grafitasi.

B. TUJUAN
Untuk memperlihatkan kecepatan laju endap darah, yang terjadi pada sel darah merah.
Mengetahui adanya infeksi.

C. MANFAAT
1.Mengetahui kecepatan sel darah merah untuk mengendap.
2.Mengecek perkembangan suatu penyakit.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dilaboratorium cara untuk memeriksa laju endap darah yang sering dipakai adalah cara Wintrobe dan cara Westergen. Pada cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0 – 20 mm/jam dan untuk pria 0 – 10 mm/jam, sedang pada cara Westergen nilai rujukan untuk wanita 0 – 15 mm/jam dan untuk pria 0 – 10 mm/jam.
Ada 3 fase LED meliputi :
a.    Fase Pengendapan Lambat I
Beberapa menit setelah percobaan dimulai, sel darah merah dalam keadaan melayang, sulit mengendap (1-30 menit).
b.    Fase Pengendapan Cepat
Terjadi setelah darah saling berikatan membentuk reuleaux permukaan relatif kecil, massa menjadi lebih berat (30-60 menit).
c.    Fase Pengendapan Lambat II
Terjadi setelah sel darah mengendap, menampak di dasar tabung (60-120 menit).

Dalam keadaan normal nilai LED jarang sekali melebihi 10 mm/jam LED ditentukan dengan mengukur tinggi cairan plasma yang kelihatan jernih berada di atas sel darah merah yang mengendap pada akhir 1 jam (60 menit).
Nilai LED meningkat pada keadaan seperti kehamilan (35 mm/jam), menstruasi, TBC paru-paru (65 mm/jam) dan pada keadaan infeksi terutama yang disertai dengan kerusakan jaringan.

BAB III
MATERI DAN METODE

A. ALAT
1.Tabung Westergen
2.Rak Tabung Westergen
3.Botol EDTA
4.Westergen, kapas alkohol 70%.
5.Tourniguet
6.Spuit 3 cc

B. BAHAN
1.Darah vena diambil 1,6 ml
2.Na Sitrat 3,8 % sebanyak 0,4 ml

C. CARA KERJA
1.Pilih daerah vena yang akan diambil darahnya.
2.Pasang tourniguet 10 – 12 cm diatas daerah yang akan diambil darahnya.
3.Desinfeksi sirkuler daerah yang akan diambil darahnya.
4.Tusukan jarum spuit dan aspirasi hingga darah keluar.
5.Tutup daerah yang ditusuk dengan kapas alkohol dan fiksasi.
6.Masukan darah vena sebanyak 1,6 ml kedalam botol sampel.
7.Beri Na Sitrat 3,8 % sebanyak 0,4 ml.
8.Homogenkan.
9.Hisap dengan pipet westergen sampai batas 0 pada tabung.
10.Angkat tabung sambil menahan pengisap.
11.Letakan tabung pada tutup karet botol sampel sambil ditekan supaya darah tidak keluar.
12.Letakan pada rak westergen.
13.Tunggu sampai 1 jam.
14.Setelah 1 jam baca hasilnya dan dokumentasikan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
Dari hasil pemeriksaan LED yang telah dilakukan, telah diperoleh hasil LED 34 mm/jam.

B. PEMBAHASAN
1.
No
Kelompok
Hasil
Normal
Tidak Normal
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
25 mm/jam
33 mm/jam
34 mm/jam
17,5 mm/jam
24 mm/jam
26 mm/jam
-
-
-
-
-
-





#     Normal untuk wanita 0 – 15 mm/jam, berarti dari hasil diatas diperoleh data hasil LED melebihi batas normal semua.

2.    Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya LED :
Tinggi rendahnya nilai LED memang sangat dipengaruhi oleh keadaan tubuh kita, terutama saat terjadi radang, namun ternyata orang yang anemia, dalam kehamilan dan para lansia pun memiliki nilai laju endap darah yang tinggi. Jadi orang normal pun bisa memiliki Laju Endap Darah Tinggi, dan sebaliknya bila LED normal pun belum tentu tidak ada masalah. Jadi pemeriksaan LED masih termasuk pemeriksaan penunjang, yang mendukung pemeriksaan fisik dan anamnesis dari sang dokter.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi LED adalah :
1.Faktor Eritrosit
2.Faktor Plasma
3.Faktor Teknik
Jumlah Eritrosit darah yang kurang dari normal, ukuran eritrosit yang lebih besar dari normal dan eritrosit yang mudah beraglutinasi akan menyebabkan LED cepat.
Namun demikian, tidak semua anemia disertai LED yang cepat. Pada anemia sel sabit, alkantositosis, sterositosis serta poikilositosis berat, LED tidak cepat karena pada keadaan-keadaan ini pembentukan reuleaux sukar terjadi.

3.    Fungsi-fungsi tiap reagen :
Na Sitrat sebagai koagulan, jadi berfungsi memisahkan eritrosit dengan plasma, eritrosit berada di dasar sedangkan plasma ada diatas.

BAB V
KESIMPULAN

LED perindividu normalnya berkisar :
Wanita 0 – 15 mm/jam
Laki-laki 0 – 10 mm/jam
Kecepatan LED dipengaruhi oleh beberapa faktor :
1.Eritrosit
2.Plasma
3.Teknik
Fase LED ada 3, yaitu :
a.Fase Pengendapan I
b.Fase Pengendapan Cepat
c.Fase Pengendapan Lambat II
LED yang tinggi tidak bisa dimiliki oleh orang yang mengidap anemia, kehamilan, dan para lansia. Jadi orang-orang normal pun bisa memiliki LED tinggi, dan sebaliknya bila LED normal pun belum tentu tidak ada masalah.
Dari hasil percobaan yang kami lakukan diperoleh hasil LED 34 mm/jam. Berarti ini tergolong LED tinggi.

DAFTAR REFERENSI

1.Priyanto, Slamet. “Petunjuk Praktikum Biokimia Kebidanan”.
2.Hardjasasmita, Pantjita. 1996. “Ikhtisar Biokimia Dasar B” : FKUI. Jakarta.
3.Sayatri, Arum. 1990. Kamus Kesehatan. Arcan : Jakarta.

pencarian yang hadir:

fungsi laju endap darah,laju endap darah pdf,Dasar teori Pemeriksaan Eritrosit,jurnal laju endap darah,tinjauan pustaka laju endap darah,suspensi tb paru,jurnal eritrosit,laporan praktikum kecepatan pengendapan eritrosit,fungsi laju endapan darah,suspensi paru,susp adalah,BAB II dasar teori laju endap darah pada lansia,fungsi LED darah,jurnal pemeriksaan LED saat menstruasi pdf,fungsi dari laju endapan darah adalah,suspensi tb adalah,suspensi tb,suspensi sel darah merah,fungsi Laju Edaran Darah,fungsi laju endap darah adalah,praktikum laju endap darah,manfaat laju endap darah,fungsi led dalam darah,laju endapan darah pada sapi,laju endapan darah 26 apa artinya,Laju endap darah,fungsi LED laju endap darah,kegunaan laju endap darah adalah,jurnal tentang laju endap darah,kegunaanlajuendapandarah

Response on "Laju endap darah"