Wednesday, 22 May 2013

Penyakit-penyakit menular bagian 2

5.TBC (Tuberculosis)
Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini adalah salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru (disebut sebagai TB Paru), walaupun pada sepertiga kasus, organ-organ lain ikut terlibat.
Etiologi
Penyebab penyakit ini adalah bakteri kompleks Mycobacterium tuberculosis. Mycobacteria termasuk dalam famili Mycobacteriaceae dan termasuk dalam ordo Actinomycetales. kompleks Mycobacterium tuberculosis meliputi M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, M. microti, dan M. canettii. Dari beberapa kompleks tersebut, M. tuberculosis merupakan jenis yang terpenting dan paling sering dijumpai.
M.tuberculosis berbentuk batang, berukuran panjang 5µ dan lebar 3µ, tidak membentuk spora, dan termasuk bakteri aerob. Mycobacteria dapat diberi pewarnaan seperti bakteri lainnya, misalnya dengan Pewarnaan Gram. Namun, sekali mycobacteria diberi warna oleh pewarnaan gram, maka warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan asam. Oleh karena itu, maka mycobacteria disebut sebagai Basil Tahan Asam atau BTA. Beberapa mikroorganisme lain yang juga memiliki sifat tahan asam, yaitu spesies Nocardia, Rhodococcus, Legionella micdadei, dan protozoa Isospora dan Cryptosporidium.Pada dinding sel mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga mengurangi efektivitas dari antibiotik. Lipoarabinomannan, suatu molekul lain dalam dinding sel mycobacteria, berperan dalam interaksi antara inang dan patogen, menjadikan M. tuberculosis dapat bertahan hidup di dalam makrofaga.
Masa Inkubasi
Antara 4 – 6 minggu
Cara Penularan
1.Melalui hawa nafas. Bakterinya masuk ke dalam paru-paru bersama udara.
2.Melalui susu sapi yang diminum tanpa dipasteurisir terlebih dahulu.
Gejala-gejala Penyakit
Penyakit TBC merupakan penyakit yang khronis, seringkali gejala permulaannya sangat ringan berupa rasa lesu, demam yang tidak begitu tinggi, berat badan yang tak mau naik, berkeringat malam, batuk-batuk yang sukar sembuh, kadang-kadang penyakit ini tidak menunjukan gejala sama sekali, sehingga sangat berbahaya untuk penularan.
Penyakit TBC terutama menyerang paru-paru. Paru-paru merupakan organ tubuh yang sangat rapuh (gelembung paru-paru) sehingga bila terserang TBC dapat terjadi bolong-bolong (cavarne) dalam paru-paru.
Bila penyakitnya bertambah berat, penderita makin kurus, pucat, sangat lemah dan batuk darah. Kadang-kadang terjadi perdarahan yang hebat karena terputusnya pembuluh darah yang besar di dalam paru-paru.
Penyebaran Penyakit TBC
Dahulu dikatakan bahwa TBC lebih banyak terdapat di kota-kota. Tapi karena adanya urbanisasi dan adanya alat angkutan yang semakin lancar, keadaan TBC di desa dan di kota sama saja. Sama-sama banyak.
Mycobacterium Tuberculosa yang berjuta-juta banyaknya berasal dari dahak si penderita yang mengering. Beterbangan dalam debu-debu di udara, dan kereta api, bus-bus umum, ruang-ruang bioskop dan tempat-tempat lain bekas penderita berada, TBC basil yang melayang-layang di udara ini akan terhirup oleh orang-orang, yang akan menambah jumlah penderita baru.
Usaha Pencegahan dan Pemberantasannya
Pada prinsipnya pencegahan dan pemberantasan TBC dijalankan dengan usaha-usaha :
1.Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit TBC, bahaya-bahayanya, cara penularannya, serta usaha-usaha pencegahannya.
2.Pencegahan dengan :
Vaksinasi BCG pada anak-anak 0-14 tahun.
Chemoprophylactic dengan I.N.H pada keluarga penderita atau orang-orang yang pernah kontak dengan penderita.
3.Menghilangkan sumber penularan dengan mencari dan mengobati semua penderita dalam masyarakat.

6.LEPRA (Kusta)
Etiologi
Bakteri Mycobacterium Leprae.
Bakteri ini ditemukan oleh Hansen (1874).
Masa Inkubasi
Belum dapat ditemukan dengan tepat. Diduga beberapa bulan sampai beberapa tahun. Seseorang dapat mendapatkan penularannya pada masa kanak-kanak, tapi gejala penyakitnya baru nampak setelah dewasa.
Cara Penularan
Melalui kontak langsung maupun tak langsung, melalui kulit yang ada lukanya atau lecet, dengan kontak yang lama dan berulang-ulang. Lepra merupakan penyakit yang tidak mudah menular.
Gejala Penyakit
Gejala lepra berkembang sangat lambat. Gejala pertamanya berupa penebalan pada kulit yang berubah warna berupa bercak keputih-putihan (macula hypopigmentasi) yang kurang atau hilang perasaannya (anaesthesia). Pengenalan tanda pertama ini sangat penting untuk berhasilnya pengobatan dan pencegahan kecacatan akibat lepra. Bila menengai kulit muka akan mengakibatkan tampang seseorang menjadi sangat menakutkan yang disebut facies leonina (muka singa). Terkenanya sistim syaraf ditandai dengan terjadinya gangguan perasaan (tuna rasa), gangguan tropik terhadap tulang dan otot, kelumpuhan dan borok-borok karena terganggunya peredaran zat. Gerakan anggota badan (lengan dan kaki) terganggu dan menimbulkan kecacatan.
Mycobacterium Leprae dapat pula menyerang mata sehingga buta, menyerang alat-alat dalam seperti : paru-paru, ginjal dan sebagainya.
Usaha Pencegahan dan Pemberantasannya.
Mycobacterium Leprae hanya dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan tidak pada hewan. Juga penularannya melalui kontak yang lama karena pergaulan yang rapat dan berulang-ulang, karena itu penyakit ini akan hilang dengan sendirinya dengan perbaikan hygiene pribadi dan perbaikan hygiene lingkungan. Usaha pencegahan untuk pribadi adalah menghindari kontak dengan penderita. Bila kontak ini tak dapat dihindari maka hygiene badan cukup menjamin pencegahannya.
Usaha pencegahan untuk masyarakat, dilaksanakan dengan menghilangkan sumber penularan yaitu dengan mengobati semua penderita.

7.FRAMBOSIA (Patek/Puru/Yaws)
Etiologi
Bakteri Treponema Pertenue
Masa Inkubasi
Antara 3 minggu sampai 6 bulan
Cara Penularan
Melalui kontak langsung dengan penderita ataupun tak langsung misal melalui pakaian maupun dengan perantaraan lalat.

Gejala Penyakit
Pada masa inkubasi penderita merasa lesu, tidak enak badan dan demam. Dalam stadium erupsi (masa timbulnya gejala), nyeri tulang dan sendi-sendi yang menghebat diwaktu malam, rasa tak enak dan panas pada tempat-tempat dimana erupsi akan timbul. Bibit penyakit yang telah masuk ke dalam tubuh menyebabkan di tempat masuknya, suatu luka yang sukar sembuh.
Setelah lewat masa inkubasinya, luka tersebut dapat berbentuk ulcus (tukak), dapat berbentuk papiloma (tonjolan-tonjolan), atau kombinasi menyerupai buah framboesi.
Usaha Pencegahan dan Pemberantasannya.
Bahan yang berbahaya untuk penularan adalah bibit penyakit yang terdapat pada borok-borok (babon) yang basah bernanah dan seringkali dirubung lalat.
1.Usaha Pencegahan
a)Untuk Pribadi
Terutama adalah menghindari kontak dengan penderita. Bila kontak ini tak dapat dihindari maka hygiene badan cukup menjamin pencegahannya. Kebersihan badan, mandi pakai sabun, kebersihan pakaian, hygiene lingkungan dan makanan yang sehat. Cukup kwalitas maupun kwantitasnya. Jika luka-luka kecil terjadi, maka pengobatan dan pemeliharaan kebersihannya merupakan syarat mutlak. Luka-luka harus ditutup agar tidak dihinggapi lalat.
b)Untuk Masyarakat
1.Meniadakan sumber penularan dengan mengobati semua penderita.
2.Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang :
Cara penularannya.
Usaha-usaha pencegahannya
Pentingnya diagnosa dini untuk penyembuhan dan mencegah kecacatan.
Setiap borok di badan harus secepatnya diobati di PUSKESMAS. Puskesmas memberikan pengobatan cuma-cuma pada penderita Framboesia.
2.Usaha Pemberantasan
Pemberantasan Framboesia di Indonesia dilaksanakan dengan sistem TCPS (Treponematosis Control Project Simplified) yang dimulai oleh dr. R. Kodijat dan diperbaiki oleh Prof. dr. Soetopo dkk. Sistim TCPS ini bertujuan :
Menghilangkan penyakit Framboesia dari bumi Indonesia untuk selama-lamanya, paling sedikit menghilangkan bahaya terhadap kesehatan manusia.

8.FILARIASIS
Penyebab
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara.
Masa Inkubasi
Antara 3 – 8 bulan, kadang-kadang 12 bulan.
Cara Penularan
Melalui gigitan nyamuk : Culex Fatigans
Gejala Penyakit
Cacing Filaria sp. Hidup dalam pembuluh-pembuluh dan kelenjar getah bening (jaringan lympha). Karena itu gejala penyakitnya ditandai dengan radang pada pembuluh-pembuluh dan kelenjar-kelenjar getah bening di sertai dengan demam, yang datang secara mendadak dan berulang-ulang.
Peradangan dan penyumbatan-penyumbatan pada saluran getah bening menyebabkan bendungan lympha disebelah distal sehingga terjadi pembengkakan di : scrotum (kantung buah kemaluan pria, di kaki (kaki gajah).
Bendungam dalam pembuluh getah bening dada (ductus thoracicus) akan menyebabkan pecahnya saluran lympha dalam ginjal sehingga urine (air seni) mengandung lymph (chyluria : air kencing tampak seperti susu karena mengandung lemak dari lymph).
Usaha Pencegahan dan Pemberantasannya
1.Meniadakan sumber penularan dengan mencari dan mengobati semua penderita.
2.Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit Filariasis :
Usaha pencegahannya (tidur berkelambu)
Perlunya pengenalan penyakit secara dini dan pengobatan yang segera.
Agar setiap anggota masyarakat turut aktif dalam usaha-usaha pemberantasan penyakitnya.
3.Memberantas vektor penyakitnya yaitu memberantas nyamuk Culex Fatigans dan larvanya.

9.PENYAKIT SALURAN CERNA
A.       THYPUS
Penyebab
Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).
Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis.
Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena berhubungan denganusus pada perut.
Gejala
Gejala yang dialami penderita Tipes dapat diuraikan menjadi berikut ini :
1.Panas badan yang semakin hari bertambah tinggi, terutama pada sore dan malam hari. Terjadi selama 7-10 hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan kontinyu. Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi mulai menurun lagi.
2.Pada fase awal timbul gejala lemah, sakit kepala, infeksi tenggorokan, rasa tidak enak di perut, sembelit atau terkadang sulit buang air besar, dan diare.
3.Pada keadaan yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun.
Pencegahan
Penyakit Tipes dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan kuman Tipes , Salmonella typhosa, kotoran, atau air kencing dari penderita Tipes.
Bila anda sering menderita penyakit ini kemungkinan besar makanan atau minuman yang Anda konsumsi tercemar bakterinya.  Hindari jajanan di pinggir jalan terlebih dahulu. Atau telur ayam yang dimasak setengah matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Tipes.
Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada Vaksin Tipes atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun. Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut.
Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam/24 jam, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita Tipes. Hindarilah makanan yang tidak bersih. Cucilah tangan sebelum makan. Bagi penderita carrier (tidak menderita penyakit ini, namun dapat menyebarkan bakterinya) tetap mengkonsumsi obat.
Pengobatan
Penyakit ini tidak terlalu parah, namun sangat dapat menganggu aktifitas kita. Yang sangat dibutuhkan adalah istirahat total selama beberapa minggu bahkan bulan. Bagi orang yang sangat aktif, hal ini sangat menderita. Anda terasa tidak bisa apa-apa ( setidaknya ini yang saya rasakan ketika menderita penyakit ini).
Yang perlu diperhatikan pasca terkena Tipes adalah :
1.pola makan yang benar, misalnya harus lunak, ya terapkan makan lunak sampai batas yang telah ditentukan dokter, kemudian makanan yang berminyak, pedas, asam, spicy hindari.
2.Kurangi kegiatan yang terlalu menguras tenaga.
3.Kemudian untuk menjaga stamina bisa diberikan Kapsul Tapak ( sesuai ketentuan dokter) Liman 3 x 2 Kaps/hr, Kaps Daun sendok 3 x 2 Kaps.hr, dan Patikan Kebo 3 x 1 Kaps/hr (untuk membantu mempercepat penyembuhan luka diusus akibat Typus).
Pengobatan pada penderita ini meliputi tirah baring, diet rendah serat – tinggi kalori dan protein, obat-obatan berupa antibiotika (dijelaskan pada paragraf berikutnya), serta pengobatan terhadap komplikasi yang mungkin timbul.
Obat untuk penyakit Types adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan selama 7 – 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama 3-4 hari minum obat. Obat harus diminum sampai habis ( 7 – 10 hari ).
Bila tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh kembali.

B.       DISENTRI
Gejala-gejala disentri antara lain adalah:
Buang air besar dengan tinja berdarah
Diare encer dengan volume sedikit
Buang air besar dengan tinja bercampur lender(mucus)
Nyeri saat buang air besar (tenesmus)
Pengobatan
Pada kebanyakan kasus, penyakit akan berakhir dalam 4-8 hari. Pada kasus yang berat, bisa berlangsung sampai 3-6 minggu.
Pengobatan terutama berupa penggantian kehilangan cairan dan garam sebagai akibat dari diare.
Antibiotik diberikan jika penderita sangat muda, penyakitnya sangat berat atau jika cenderung terjadi penularan ke orang lain. Beratnya gejala dan lamanya Shigella berada dalam tinja, bisa dikurangi dengan antibiotik seperti trimetroprim-sulfametoksazol, norfloksasin, siprofloksasin dan furazolidon.

10.PENYAKIT KELAMIN
Umum
Penyakit kelamin terdapat banyak di negara manapun juga, baik di negara yang sedang berkembang maupun yang sudah maju, dan tersebar luas pada semua lapisan masyarakat baik miskin maupun kaya.
Banyak penyakit kelamin dalam masyarakat mencerminkan keadaan sosial penderita karena sebagian besar tergantung pada tingkah laku manusia, faktor psikologis dan keadaan sisi ekonominya.
Pada dewasa ini walaupun ada pengobatan yang efektif dan diagnosa terpercaya, kenyataannya seluruh dunia ada dalam genggaman epidemi penyakit kelamin.
Jenis-jenis Penyakit Kelamin
Penyakit-penyakit kelamin yang terpenting adalah :
1.Gonorrhoea disebabkan oleh Bakteri Neisseria Gonorrhoea.
2.Syphilis disebabkan oleh Bakteri Treponema Pallida.
3.Ulcus Molle disebabkan oleh Bakteri Haemophilus Ducreyi.
4.Lymphogranuloma venereum disebabkan oleh virus Lympogranuloma Venereum.
5.Granuloma Inguinale disebabkan oleh Donovania Granulomatis.
Cara Penularan
Penularan melalui kontak langsung dengan penderita (hubungan kelamin) ataupun tak langsung melalui benda-benda terkontaminasi. Syphilis dapat pula diturunkan dari seorang ibu kepada bayi yang sedang dikandungnya.
Usaha Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit kelamin bukan saja merupakan penyakit menular yang harus diberantas menurut garis-garis epidemiologis, tapi juga merupakan masalah sosial yang mempunyai sifat-sifat yang sangat kompleks.
Dalam usaha pencegahan dan pemberantasannya perlu kerja sama yang baik dengan instansi-instansi lain seperti : Pendidikan, Sosial, Agama, Kepolisian dan Sebagainya.
Dalam garis besarnya usaha-usaha pencegahan dan pemberantasan dijalankan dengan :
1.usaha-usaha yang ditujukan terhadap penderita dengan pengobatan, untuk penyembuhan dan menghilangkan sumber penularan.
Untuk ini perlu :
a)Case Finding yaitu untuk mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan.
b)Contact Tracing yaitu menanyakan kepada penderita kepada siapa saja ia telah menularkan agar dapat diusut sehingga pengobatan dapat segera diberikan.

11.PENYAKIT FLU BURUNG & FLU BABI
A.   FLU BURUNG
Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam . Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1 (H=Haemagglutinin, N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.
Masa Inkubasi
Berapa lama masa inkubasinya ? Dan apabila mengenai manusia berapa lama masa infeksiusnya ?
a)     Masa inkubasinya sangat singkat yaitu 1 – 3 hari,
b)     Meskipun belum terbukti adanya penularan dari manusia ke manusia , masa infeksiusnya (masa dimana penderita Avian Flu H5N1 diperkirakan mampu menularkan virus) adalah 1 hari sebelum tampak gejalanya dan 3-5 hari setelah tampak gejalanya dengan maksimum 7 hari (tetapi ada kepustakaan yang menyebutkan sampai 21 hari pada anak-anak).
Penularan
penularan yang terjadi adalah dari burung/unggas/ayam yang terjangkit Flu-Burung ke manusia melalui kotoran atau sekreta burung yang mencemari udara dan tangan penjamah. Akan tetapi dari segi penyebaran wabah yang dikhawatirkan adalah jika Flu-Burung mengalami mutasi gen dan menjadi menular dari manusia ke manusia seperti yang terjadi pada SARS.
Siapa yang paling berisiko tinggi tertular Flu Burung ?
Mereka yang risiko tinggi adalah pekerja peternakan, penjual dan penjamah produk peternakan unggas/burung/ ayam. Pekerja laboratorium yang meneliti penyakit tersebut juga berisiko tinggi tertular. Anak-anak dan mereka yang berusia lanjut (60 tahun lebih) serta mereka yang dalam kondisi kekebalan rendah (pengguna obat steroid jangka panjang, obat sitostatika untuk kanker) merupakan kelompok yang rawan untuk terkena penyakit yang berat
Pencegahan
Rekomendasi sementara untuk pencegahan bagi mereka yang terlibat dalam peternakan/penyembelihan unggas/burung/ayam secara masal terutama di daerah terjangkit yang dikeluarkan oleh WHO/WPRO Manila 14 Januari 2004 intinya adalah sbb . :
a)     Basuh tangan sesering mungkin, penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%, atau larutan pemutih/khlorin 0,5%untuk alat2/instrumen)
b)     Gunakan alat pelindung perorangan seperti masker, sarung tangan, kaca mata pelindung, sepatu pelindung dan baju pelindung pada waktu melaksanakan tugas dipeternakan yang terjangkit atau di laboratorium
c)Mereka yang terpajan dengan unggas/burung/ayam yang diduga terjangkit sebaiknya dilakukan vaksinasi dengan vaksin influenza manusia yang dianjurkan oleh WHO dalam rangka mencegah infeksi campuran Flu-Manusia dengan Flu-Burung , yang kemungkinan dapat menyebabkan jenis virus Flu-Burung baru yang dapat menginfeksi manusia.
d)Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata, keluhan pernafasan). Orang berisiko tinggi terkena influenza yaitu mereka yang berusia lebih 60 tahun , atau berpenyakit paru dan jantung kronis tidak boleh bekerja di peternakan unggas/burung/ayam.
e)     Lakukan survei serologis pada mereka yang terpajan termasuk kepada dokter-hewan
f)     Jika terdapat risiko untuk menghirup udara yang tercemar di peternakan /tempat penyembelihan yang terjangkit , diajurkan pencegahan dengan obat antiviral (antara lain dengan Oseltamivir 75 mg dalam kapsul , 1 kali sehari selama 7 hari).
g)     Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan dan mengisolasi virus penyebabnya : Kirimkan spesimen darah dan alat-alat dalam (usus, hati, hapusan hidung dan mulut, trachea, paru, limpa, ginjal, otak dan jantung) binatang yang diduga terjangkit penyakit itu (termasuk babi) ke laboratorium yang berwenang.

B.   FLU BABI
Cara Penularan
Babi sebagai sumber flu babi memiliki keunikan. Hewan ini tidak hanya dapat terinfeksi oleh virus flu babi, tapi juga virus flu yang berasal dari unggas dan virus flu manusia. Saat virus flu dari spesies yang berbeda menginfeksi babi, virus-virus tersebut dapat saling berkombinasi (tukar menukar elemen genetik) sehingga muncul virus baru. Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.
Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang.
Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya.
Gejala
Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa, yaitu demam, lesu, kurang semangat, dan batuk. Selain itu juga dapat dijumpai gejala meler dari hidung, radang tenggorokan, mual, muntah, dan diare. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai sesak napas. Kematian biasanya terjadi akibat adanya kegagalan pernapasan.
Pada babi yang terkena virus H1N1, gejala biasanya berupa peningkatan suhu tubuh, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernapas, mata merah, dan tidak mau makan.
Pencegahan Penting
Obat flu babi sama dengan obat yang digunakan untuk flu biasa atau flu burung. CDC merekomendasikan obat antivirus oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir. Hanya saja, obat ini lebih efektif jika diberikan pada tahap dini perjalanan penyakit, saat kerusakan pada sel paru-paru belum terlalu parah.
Belum ada vaksin yang dapat melindungi manusia agar tidak terkena flu babi. Oleh karena itu, langkah pencegahan untuk membatasi penularan sangat penting. Berikut tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi risiko penularan jika Anda sedang berada di daerah wabah flu babi :
1.Menutup hidung dan mulut dengan tissue saat batuk atau bersin. Membuang tissue ke tempat sampah setelah digunakan.
2.Mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Tissue yang mengandung alkohol juga dapat digunakan.
3.Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit flu.
4.Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah, tidak pergi bekerja atau ke sekolah, agar tidak menginfeksi orang lain.
5.Menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh tersebut.

pencarian yang hadir:

contoh penyakit sporadik,hipoproteinemia adalah,definisi sporadik,makalah osteomalasia,pathway disentri,contoh kasus infeksi nifas,nama penyakit yang disebabkan oleh bakteri treponema partenue,lp kdm mobilisasi,cara perbeden,treponema partenue,penyakit yang disebabkan oleh bakteri treponema pertenue,penyakit yang disebabkan treponema partenue,makalah pemberantasan penyakit menular,penyakit yang disebabkan oleh bakteri treponema partenue,nama penyakit yang disebabkan oleh bakteri treponema pertenue,pathway gea,penyakit sporadik,askep lepra,macam-macam penyakit pada sistem perkemihan,pnc adalah,askep h1n1,melaksanakan asuhan kebidanan pada perdarahan diluar haid,lp vomitus,woc sle,makalah tiroiditis,faktor yang mempengaruhi jumlah leukosit pada manusia,bakteri treponema pertenue,pathway sle,penyimpangan KDM gea,cara menghilangkan wedangen,laporan pendahuluan enteritis,woc disentri,askep komunitas pada penyakit menular,bakteri treponema partenue,penyakit sistem perkemihan,makalah gea,lp uretrolithiasis,langkah-langkah perbeden,combutsio,askeb gea,macam-macam penyakit perkemihan,laporan pendahuluan peritonitis tb,kumpulan pathway tbc,penyakit metatarsal,praktek perbeden,penyimpangan kdm penyakit kusta,macam-macam penyakit sistem perkemihan,WOC FILARIASIS,wedangen,laporan masa perdarahan,etiologi ngt,nama penyakit Treponema pertenue,askep komunitas penyakit menular,penyakit mamae,laporan pendahuluan kdm mobilisasi,cara mengatasi wedangen,askep kutil kelamin,askep penyakit sars,pathway tb paru kesehatan,woc lepra,woc kusta,jurnal penyakit lepra,nama penyakit yang disebabkan bakteri treponema partenue,kepanjangan woc,pengkajian TBC,pengertian treponema pertenue,contoh laporan kasus tb paru,format pengkajian askep tbc,makalah emesis,jurnal nyamuk culex,patofisiologi influenza,arti sporadik,pengertian penyakit hipoproteinemia,contoh pathway dari tb paru,pencegahan hidronefrosis,askep influenza,patologi tbc,monositosis adalah,segitiga epidemiologi tbc,latar belakang penyakit batuk,CONTOH KASUS APENDIK,penyakit pnc,penyakit yang disebabkan treponema pertenue,contoh pathway tb paru,kepanjangan hil,suspensi paru,makalah penyakit gea,askep combostio,alat-alat dan bahan pemeriksaan golongan darah,pathway masa nifas,suspek endometritis,askep vomitus pada orang dewasa,definisi poli penyakit dalam,pemeriksaan laju endap darah pdf,treponema pertenue,diagnosa gastroenteritis akut,macam macam penyakit sistem urinaria,penyakit frambosia,penyakit serta virus atau bakterinya,macam-macam pen untuk tulang,manifestasi Treponema Pertenue,Manifestasi bakteri treponema pertenue,treponema pertenue adalah,macam-macam pola pernafasan,makalah peritonitis pada ibu nifas,askep cbd,macam-macam otot bantu pernafasan,facies leonina adalah,pathway askep tbc,patoflow ca ovarium,data who tentang gastroenteritis,penyakit menular yang tersebar melalui air,penyimpangan KDM SARS,kumpulan makalah tentang amnesia,treponema pertenue menyebabkan penyakit,contoh perjalanan penyakit menut simpul-simpul,treponema pertenue penyebab penyakit,kasus poli anak,singkatan penyakit pnc,macam macam pola nafas,penyakit ulcus molle,askep komunitas penyakit menular tbc,data menurut who tentang penyakit gastroenteritis,macam-macam pola nafas,macam-macam pola napas,epidemiologi penyakit pes,askeb penyakit frambosia,segitiga epidemiologi penyakit tb paru,bab pendahuluan pemeriksaan golongan darah ibu hamil,nama penyakit dan bakterinya,kasus penyakit pernapasan di ruang icu,pengertian contact tracing,konsep dasar medis dan keperawatan pada pasien kad,penyakit-penyakit sistem perkemihan,kti tentang vektor,pengertian dan macam-macam perbeden menurut indonesia,inguinal adalah,Penyakit Gastroenteritis kronis,tinjauan kasus kti sle,laporan pendahuluan dah penyimpangan kdm penyakit kanker lambung,laporan kasus penyakit tb,penyakit luka tirah baring termasuk kedalam penyakit menular atau tidak,Penyakit pada sistem pencernaan beserta nama bakterinya,penyakit kelamin bukan saja merupakan penyakit menular yang harus diberantas menurut garis epidemologis tetapi merupakan,penyakit frambosia pada manusia disebabkan oleh?,penyakit menular tersebar melalui air,penyakit TB paru pada ibu hamil berkaitan dengan trias epidemiologi,penyakit pes dalam triad epidemiologi,Penyakit menular yang tersebar melalui air dan nama bakterinya,penyakit menular bagian 2,Penyakit menular yg tersebar melalui air,penyakit ruang icu,penyakit kelamin bukan saja merupakan penyakit menular yang harus diberantas menurut garis epidemologis tetapi merupakan masalah,penyakit penyakit menular bagian 2,penyakit pertenue,penyakit framboesia (patek/puru/yaws),penyakit serta nama bakterinya,penyakit molle,woc penyakit kanker sel plasma,singkatan ge,singkatan doagnosa penyakit,singkatan diagnosa dokter,simpul penyebab penyakit filariasi,sifat-sifat haemophilus ducreyi,segitiga epidemologi dari penyakit tb paru-paru,segitiga epidemiologi penyakit saluran pernafasan,segitiga epidemiologi penyakit menular seksual,segitiga epidemiologi penyakit gastroenteritis,segitiga epidemiologi penyakit flu babi,Segitiga epidemiologi penyakit fillariasis,singkatan woc dalam keperawatan,skripsi pencegahan kambuh ulang penderita kusta,studi kasus Gastoentiritis akut,usaha pemberantasan penyakit kelamin,trias epidemiologi penyakit vilariasis,trias epidemiologi penyakit demam thyfoid,treponema pertenue INFEKSI,treponema pertenue disebabkan oleh bakteri,tbc saluran kencing,tbc frambosia,tanda penyakit framboesia awal,tanda – tanda penyakit frambosia lepra,suspensi tb paru artinya,studi kasus penyakit menukar,segitiga epidemiologi pada penyakit typhus abdominalis,sap pedis dextra,penyebab penyakit frambosia,penyebab kaki gajah menurut teori trias epidemiologi,penyakit yg dusebakan oleh bakteri treponema pallidum,Penyakit yg di sebabkan oleh bakteri treponema pallidum,penyakit yaws,penyakit yang ditimbulkan treponema,segitiga epidemiologi penyakit filariasis,penyakit yang disebabkan oleh bakteri di sertai dengan nama bakterinya,penyakit yang disebabkan bakteri treponema pertenue,penyakit yang disebabkan bakteri treponema pallidum,penyakit ulcus mollae,penyebab treponema pertenue,penyimpangan KDM dengan sistem pencernaan,penyakit treponema pertenue

Response on "Penyakit-penyakit menular bagian 2"