Thursday, 24 July 2014

Konjungtivis vernal bagian 2

II.6. Gejala dan Tanda konjungtivitis vernal
Gejala dari konjungtivitis vernal adalah timbulnya gejala radang (merah, sakit, bengkak, dan panas), gatal yang hebat, kotoran mata yang kental dan lengket, mata berair, silau (fotofobia), yang bersifat berulang dan menahun namun tidak disertai penurunan visus.1-8
Terdapat dua bentuk konjungtiva vernal yaitu bentuk palpebra dan limbus.
1.Bentuk Palpebra1-8
Mengenai konjungtiva palpebra superior. Konjungtiva tarsalis pucat, putih keabuan disertai papil-papil yang besar yang tersusun seperti batu kali (cobblestones appearance) (Gambar 2A). Susunan papil ini rapat dan dari samping tampak menonjol permukaannya kadang-kadang seperti lapisan susu terdiri dari secret yang mukoid. Kadang-kadang konjungtiva palpelbra menjadi hiperemi bila terkena infeksi sekunder.

Gambar 2A. Gambar cobblestones appearance pada konjungtivis vernal (www.pacific.edu)
2.Bentuk limbus
Sedangkan pada tipe limbal tampak adanya penebalan pada sekeliling limbus kornea oleh masa berwarna putih keabuan, kadang ditemukan bintik putih yang dikenal sebagai Horner-Trantas dot’s (Gambar 3). Tanda-tanda spesifik tersebut banyak dijumpai pada tarsal konjungtiva superior, sedangkan pada konjungtiva inferior tidak begitu memperlihatkan perubahan seperti infiltrasi sel, edema, dan akumulasi mucus.

II.8. Komplikasi
Konjungtivitis vernalis dapat menimbulkan komplikasi berupa keratokonjungtivitis vernalis, ulkus kornea superficial baik sentral atau parasentral dan sikatrik. Komplikasi ini dapat terjadi apabila pengobatan tidak adekuat dan pasien tidak mematuhi anjuran yang diberikan.1,11
Konjungtivatis vernalis dapat menimbulkan ulkus kornea superficial sentral atau para sentral (Gambar 4), yang dapat diikuti dengan pembentukan jaringan parut. Ulkus tersebut terjadi akibat gesekan mekanik antara papil tarsal dengan kornea, juga diduga berkaitan dengan infiltrasi sel radang yang berasal dari konjungtiva. Kadang-kadang juga terdapat panus pada kornea.

Gambar 4. Komplikasi Konjungtivis vernalis
(a). Keratokonjungtivis vernalis (b). Ulkus kornea pada Keratokonjungtivis vernalis (www.revoptom.com/osc/105074/ro0805.slide4.jpg)

Penyulit lainnya seperti gangguan penglihatan yang disertai glaukoma dan katarak dapat timbul akibat pemakaian steroid tetes mata jangka panjang atau lebih dari 4 minggu terus-menerus (Gambar 5)

Gambar 5. Penyakit KV (a) Glaukoma; (b) Katarak
Sumber : www.emedicine.com

II.9. Terapi
Terapi yang dapat diberikan pada konjungtivis vernalis dapat dibagi menjadi dua yaitu dengan memberikan penjelasan pada pasien tentang penyakit tersebut dan terapi dengan obat-obatan. Penjelasan yng diberikan adalah berupa informasi bahwa pasien harus menghindari pencetus dari penyakit ini, kemudian menghindarkan tangan dari mata, mencuci tangan dan muka untuk menghindarkan allergen, dan mengompres mata dengan air dingin.2,6,7
Terapi konjungtivis vernalis bertujuan mengidentifikasi allergen dan bahkan bila mungkin mengeliminasi atau menghindarinya. Untuk itu, anamnesis yang teliti baik pada pasien maupun orang tuanya akan dapat membantu menggambarkan aktivitas dan lingkungan mana yang harus dihindari. Dengan demikian, penatalaksanaan pada pasien ini akan terbagi dalam tiga bentuk yang saling menunjang dan dapat memberikan hasil yang optimal. Ketiga bentuk penatalaksanaan tersebut meliputi: (1) tindakan umum, (2) terapi medikasi, (3) pembedasan.
Beberapa tindakan yang membantu keluhan pasien berdasarkan informasi basil anamnesis tersebut antara lain:
a.Pemakaian mesin pendingin ruangan berfilter
b.Menghindari daerah berangin kencang yang biasanya juaga membawa serbuk sari
c.Menggunakan kaca mata berpenutup total untuk mengurangi kontak dengan allergen di udara terbuka. Pemakaian lensa kontak justru harus dihindari karena lensa kontak akan membantu retensi allergen.
d.Kompres dingin di daerah mata
e.Pengganti air mata (artificial). Selain bermanfaat sebagai pencuci mata juga berfungsi protektif karena mambantu menghalau allergen.
f.Memindahkan pasien ke daerah beriklim dingin yang sering disebut sebagai climato-theraphy. Cara ini efektifitasnya cukup dramatis patut diperhitungkan sebagai alternative bila keadaan memungkinkan.
g.Menghindari tindakan menggosok-gosokan mata dengan tangan atau jari tangan, karena telah terbukti dapat merangsang pembebasan mekanis dari mediator-mediator sel mast. Disampig itu juga untuk mencegah superinfeksi yang pada akhirnya berpotensi ikut menunjang terjadinya glaucoma sekunder dan katarak.
Obat-obatan yang dapat diberikan pada penyakit ini adalah antihistamin dan steroid. Antihistamin berguna untuk pengobatan simtomatik berbagai penyakit alergi. Pada penyakit ini pemberian antihistamin adalah untuk mengurangi rasa gatal yang biasanya hebat. Dan merupakan gejala utama pada konjungtivis vernal. Efek obat ini bersifat paliatif, membatasi dan menghambat efek histamine yang dilepaskan pada waktu reaksi antigen antibody terjadi. Pada dosis terapi, semua AH1P menimbulkan efek samping walaupun jarang bersifat serius dan kadang-kadang hilang bila pengobatan diteruskan contoh obatnya levocabastine 0.5% (livostin) yang diberikan 2 X 1 tetes perhari. Antihistamin yang dikombinasi denga dekongestan mata yaitu antazolin 0,5% dan naphazolin 0,05% (albalon-A, vasakon-A).
Kortikoteroid menekan peradangan dengan menghambat fostofilase alfa 2, pada awal pengobatan kortikoteroid dapat mengurangi pembengkakan, panas, sakit, dan merah. Pada tingkat selanjutnya akan menyembuhkan luka dan memperbaikinya. Koitikotoroid merupakan antiinflamsi yang sangat baik namun pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang serius pada mata seperti glaucoma sudut terbuka dan katarak subkapsularis posterior. Penggunaan steroid sebaiknya pada dosis minimum dan dihentikan dengan cara tappering off contoh obatnya deksamesaton 0,1%, hidrokortison 0,5-1 %. 8-10

BAB III
RINGKASAN

Konjungtivis vernal adalah suatu bentuk radang konjungtiva akibat reaksi hipersensitivitas tipe 1 yang mengenai kedua mata dan bersifat rekuren. Penyakit ini sering menyerang anak-anak dan dewasa muda yang berusia 3-25 tahun dan biasanya berlangsung 5-10 tahun lebih banyak pada anak laki-laki dan perempuan penyakit ini sering terjadi pada musim semi panas dan gugur sedangkan pada daerah tropis pada musim kemarau.
Konjungtivis vernal menunjukan gejala-gejala yang sama dengan penyakit alergi lainnya gejala radang ( merah, sakit, bengkak, dan panas ) gatal yang hebat kotoran mata yang kental dan lengket, mata berair, silau (fotofobia), yang bersifat berulang dan menahun tetapi tidak diikuti dengan penurunan visus. Biasanya disertai dengan stigmata atopic lainnya seperti rhinitis alegika, dermatitis, atopic, dan asma. Konjungtivitis vernal dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe palpebra dengan gambaran khas cobblestones appearences dan tipe limbus dengan gambaran khas Horner-trantas dots.
Konjungtivis vernal merupakan self limiting disease namun apabila terjadi serangan tidak dilakukan pengobatan yang adekuat dapat menimbulkan kompilkasi seperti keratokonjungtivis vernal, ulkus kornea superficial sentral atau para sentral dan sikatrik. Terapi yang diberikan dibagi dua yaitu dengan memberikan penjelasan kepada pasien tentang penyakitnya mengenai hal-hal yang harus dilakukan untuk menjauhi faktor pencetus dan pemberian obat-obatan berupa antihiostamin dan kortikostroid.

DAFTAR PUSTAKA

1.Ilyas S: Ilmu Penyakit Mata, FKUI, Jakarta, 2000
2.Anonim, Vernal Conjunctivitis, www.mydr.com.an. ,2007
3.Vaughan D.G, Oftalmologi Umum, Edisi 14, Wydia Medika, Jakarta, 2007
4.Anonim, Vernal Conjunctivitis, www.medicastore.com ,2007
5.Anonim, Allergic Conjunctivitis, www.evemd.org ,2007
6.Anonim, Vernal Conjunctivitis, www.iceh.co.uk/journal/302.asp ,2007
7.Anonim, Vernal Conjunctivitis, www.revoptom.com ,2007
8.Ilyas S: ILmu Perawatan Mata, Sagung Seto, Jakarta, 2004
9.Schmid L Katrina, Occular Allergy: Causes And Therapeutic Options, www.Optthometrists.asn, 2007
10.Ganiswara S.G, Farmakologi dan Terapi, edisi 4,FKUI, Jakarta, 2000
11.Fatma Asyari, Reaksi Hipersensivitas Tipe I Pada Mata, Jakarta. Dexa Media, No.1, Vol.18. Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI: Januari-Maret 2005. http://www.aafp.org/afp/98021ap/2005/morrow.html
12.Anthony Hall & Bernadheta Shilio. Journal of Vernal Keratonjunctivis. Departemenrt of Ophthalmology. Kilimanjaro Christian Medical Centre. PO BOX 3010. Moshi. Tanzania. Community Eye Health Journal. Vol. 18, No.53. Last Update: March 2005. http://dro.hs.columbia.edu/2005/vernalk.htm
13.Jerre Freeman, Francisco Talavera, Christopher J Rapuano, Lance L Brown, Hampton Roy. Journal of Conjunctivis Allergic. Last Update: November 4, 2005. http://www.emedicine.worldallergv.org/2005/vernal.html
14.Suhardjo. Tinjauan Pustaka: Penanganan Keratokonjungtivis Vernalis Masa Kini. Sub Bagian Uvea-Lensa Dan Imunologi Mata. Yogyakarta: Bagian Mata FK UGM/ RSUP Dr. Sarjidito, 2006. http://www.tempo.co.id/medika/arsip/04.2006/pus-1.htm
15.Koczman Jacob & Oetting. A. Thomas MS, MD. Journal of Vernal Keratokonjungtivis. Pacific University College Optometry.2043 Collage Way. Last Update: June 25, 2007. http://www.Pacificu.edu/2007/vernalk.htm
16.Koczman Jacob & Oetting. A. Thomas MS, MD. Journal of Vernal Keratokonjungtivis. Pacific University College Optometry.2043 Collage Way. Last Update: June 25, 2007. http://www.Nebl.nlm.gov/entrez/query/2007/vernalk.htm
17.Yalton. P Diane. Journal of Use of Topical Steroid for the Treatment and Segment Ocular Disease. Last Update : June 15, 2005. http://www.eyerounds.myfudrazor.org/store/shop
18.Scott, IU. Conjunctivis, Viral. Available at http://www.emedicine.com/oph/topic84.htm last update May 17, 2005

pencarian yang hadir:

askep pasien kolik abdomen,lp ulkus kornea,terapi konjungtivitis vernal,kti KONJUNGTIVITIS,perbeden tanpa pasien,pathway nephrolithiasis,ureterolithiasis dextra,Patologi mata,pengkajian ulkus,lp sc dengan peb,contoh askeb anc letak bokong,konjungtivitis vernalis,mata isokor,konjungtivitis vernal,komplikasi konjungtivitis vernalis,penatalaksanaan konjungtivitis vernalis,pdf skema patofisiologi konjungtivitis,komplikasi keratokonjungtivitis vernalis,komplikasi konjungtivitis,terapi konjungtivitis vernal adalah,tatalaksana konjungtivitis vernal,pengobatan konjungtivitis vernal,vermal pada mata,patofisiologi cobblestone,trantas dot adalah,terapi farmakologi konjungtivitis vernal,terapi farmakologi konjungtivitis,terapi conjungtivitis vernal,tanda tanda cobblestoning penyakit apa?,penatalaksanaan konjungtivitis vernal,penyebab Konjungtivitis Vernalis,Pengertian keratokonjungtivitis vernalis,penyebab cobble stone,penyakit Palpebra,obat penyakit konjungtivitis vernal,horner trantas dot pada penyakit,gambar penyimpangan kdm konjungtivitis,farmako konjungtivitis,cobblestone appearance adalah,cobble stone pada kornea,cobble stone appearance pada konjungtivitis,cobble stone appearance pada konjungtiva,cobble stone adalah,cable stone konjungtivitis vernal,indikasi livostin,antazolin dan naphazolin,komplikasi konjungitivitis,mata cobblestone appearance adalah,lp bbl dengan sc,konjungtivitis vernal adalah,Konjungtivitis vermalis,konjungtivitis dextra,konjungtivitis alergi; tatalaksana,konjungtiva vernal,komplikasi konjungtivitis vernal adalah,komplikasi konjungtivitis alergi,cabble stone appearance pada mata

Response on "Konjungtivis vernal bagian 2"