Friday, 25 April 2014

Fraktur Femur, sebuah askep

I. DEFENISI
Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis.
II. FISIOLOGI / ANATOMI
Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian dari femur, terdiri dari : kepala, leher, bagian terbesar dan kecil, trokhanter dan batang, bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. Kepala femur masuk acetabulum. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa, ligamen dan otot. Suplai darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. Suplai darah ke femur bervariasi menurut usia. Sumber utamanya arteri retikuler posterior, nutrisi dari pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian bawah dari leher femur.
III. KLASIFIKASI
Ada 2 type dari fraktur femur, yaitu :
1. Fraktur Intrakapsuler femur yang terjadi di dalam tulang sendi, panggul
dan Melalui kepala femur (capital fraktur)
· Hanya di bawah kepala femur
· Melalui leher dari femur
2. Fraktur Ekstrakapsuler;
· Terjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter femur yang lebih
besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter.
· Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2
inci di bawah trokhanter kecil.
IV. PATOFISIOLOGI
A. Penyebab fraktur adalah trauma
Fraktur patologis; fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa trauma berupa
yang disebabkan oleh suatu proses., yaitu :
· Osteoporosis Imperfekta
· Osteoporosis
· Penyakit metabolik
TRAUMA
Dibagi menjadi dua, yaitu :
Trauma langsung, yaitu benturan pada tulang. Biasanya penderita terjatuh dengan posisi miring dimana daerah trokhanter mayor langsung terbentur dengan benda keras (jalanan).
Trauma tak langsung, yaitu titik tumpuan benturan dan fraktur berjauhan, misalnya jatuh terpeleset di kamar mandi pada orangtua.
TANDA DAN GEJALA
· Nyeri hebat di tempat fraktur
· Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah
· Rotasi luar dari kaki lebih pendek
· Diikuti tanda gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah, bengkak, kripitasi, sepsis pada fraktur terbuka, deformitas.
PENATALAKSANAAN MEDIK
· X.Ray
· Bone scans, Tomogram, atau MRI Scans
· Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.
· CCT kalau banyak kerusakan otot.
TRAKSI
Penyembuhan fraktur bertujuan mengembalikan fungsi tulang yang patah dalam jangka waktu sesingkat mungkin
Metode Pemasangan traksi:
Traksi Manual
Tujuan : Perbaikan dislokasi, Mengurangi fraktur, Pada keadaan Emergency.
Dilakukan dengan menarik bagian tubuh.

Traksi Mekanik
Ada dua macam, yaitu :
1.Traksi Kulit
Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk struktur yang lain, misalnya: otot. Traksi kulit terbatas
untuk 4 minggu dan beban <>
Untuk anak-anak waktu beban tersebut mencukupi untuk dipakai sebagai fraksi definitif, bila tidak diteruskan dengan pemasangan gips.
1.Traksi Skeletal
Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction. Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau penjepit melalui tulang/jaringan metal.
KEGUNAAN PEMASANGAN TRAKSI
Traksi yang dipasang pada leher, di tungkai, lengan atau panggul, kegunaannya :
· Mengurangi nyeri akibat spasme otot
· Memperbaiki dan mencegah deformitas
· Immobilisasi
· Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi).
· Mengencangkan pada perlekatannya.
MACAM – MACAM TRAKSI
1.Traksi Panggul
Disempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat puncak iliaka.
1.Traksi Ekstension (Buck’s Extention)
Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki. Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk mengurangi spasme otot.
1.Traksi Cervikal
Digunakan untuk menahan kepala extensi pada keseleo, kejang dan spasme. Traksi ini biasa dipasang dengan halter kepala.
1.Traksi Russell’s
Traksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. Kadang-kadang juga digunakan untuk terapi nyeri punggung bagian bawah. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa digunakan.
Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula.
1.Traksi khusus untuk anak-anak
Penderita tidur terlentang 1-2 jam, di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman pen, dipasang staples pada steiman pen. Paha ditopang dengan thomas splint, sedang tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. Tarikan dipertahankan sampai 2 minggu atau lebih, sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. Sementara itu otot-otot paha dapat dilatih secara aktif.
PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan
a. Riwayat Perjalanan penyakit
· Keluhan utama klien datang ke RS atau pelayanan kesehatan
· Apa penyebabnya, kapan terjadinya kecelakaan atau trauma
· Bagaimana dirasakan, adanya nyeri, panas, bengkak dll
· Perubahan bentuk, terbatasnya gerakan
· Kehilangan fungsi
· Apakah klien mempunyai riwayat penyakit osteoporosis
b. Riwayat pengobatan sebelumnya
· Apakan klien pernah mendapatkan pengobatan jenis kortikosteroid dalam jangka waktu lama
· Apakah klien pernah menggunakan obat-obat hormonal, terutama pada wanita
· Berapa lama klien mendapatkan pengobatan tersebut
· Kapan klien mendapatkan pengobatan terakhir
c. Proses pertolongan pertama yang dilakukan
· Pemasangan bidai sebelum memindahkan dan pertahankan gerakan diatas/di bawah tulang yang fraktur sebelum dipindahkan
· Tinggikan ekstremitas untuk mengurangi edema
2. Pemeriksaan fisik
a. Mengidentifikasi tipe fraktur
b. Inspeksi daerah mana yang terkena
- Deformitas yang nampak jelas
- Edema, ekimosis sekitar lokasi cedera
- Laserasi
- Perubahan warna kulit
- Kehilangan fungsi daerah yang cidera
c. Palpasi
· Bengkak, adanya nyeri dan penyebaran
· Krepitasi
· Nadi, dingin
· Observasi spasme otot sekitar daerah fraktur
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko terjadinya syok s/d perdarahan yg banyak

Gangguan rasa nyaman:
Nyeri s/d perubahan fragmen tulang, luka pada jaringan lunak, pemasangan back slab, stress, dan cemasPotensial infeksi se- hubungan dengan luka terbuka.
Gangguan aktivitas sehubungan dengan kerusakan neuromuskuler skeletal, nyeri, immobilisasi.
Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosa, dan pengo- batan sehubungan dengan kesalahan dalam pe- nafsiran, tidak familier dengan sumber in- formasi.
RENCANA KEPERAWATAN
DX 1
Resiko terjadinya syok s/d perdarahan yg banyak
INTERVENSI
INDENPENDEN:
a)Observasi tanda-tanda vital.
b)Mengkaji sumber, lokasi, dan banyak- nya per darahan
c)Memberikan posisi supinasi
d)Memberikan banyak cairan (minum)
KOLABORASI:
a)Pemberian cairan per infus
b)Pemberian obat koa-gulan sia (vit.K, Adona) dan peng- hentian perdarahan dgn fiksasi.
c)Pemeriksaan laborato- rium (Hb, Ht)
RASIONAL
a)Untuk mengetahui tanda-tanda syok se- dini mungkin
b)Untuk menentukan tindak an
c)Untuk mengurangi per darahan dan men- cegah kekurangan darah ke otak.
d)Untuk mencegah ke- kurangan cairan
(mengganti cairan yang hilang)
e)Pemberian cairan per-infus.
f)Membantu proses pem-bekuan darah dan untuk menghentikan perda-rahan.
g)Untuk mengetahui ka-dar Hb, Ht apakah perlu transfusi atau tidak.
DX2
Gangguan rasa nyaman:
Nyeri s/d perubahan fragmen tulang, luka pada jaringan lunak, pemasangan back slab, stress, dan cemas
INTERVENSI
INDEPENDEN:
a) Mengkaji karakteris- tik nyeri : lokasi, durasi, intensitas nyeri dengan meng- gunakan skala nyeri (0-10)
b) Mempertahankan im- mobilisasi (back slab)
c) Berikan sokongan (support) pada ektremitas yang luka.
d) Menjelaskan seluruh prosedur di atas
KOLABORASI:
e) Pemberian obat-obatan analgesik
RASIONAL
a) Untuk mengetahui tingkat rasa nyeri sehingga dapat me- nentukan jenis tindak annya.
b) Mencegah pergeser- an tulang dan pe- nekanan pada jaring- an yang luka.
c) Peningkatan vena return, menurunkan edem, dan me- ngurangi nyeri.
d) Untuk mempersiap- kan mental serta agar pasien berpartisipasi pada setiap tindakan yang akan dilakukan.
e) Mengurangi rasa nyeri
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed ). Philadelpia, F.A. Davis Company.
Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company.

pencarian yang hadir:

tujuan perbeden,analisa sintesa pemasangan kateter,pengertian femur,anemia gravis pada dewasa,abses femur,laporan pendahuluan sle,askep multiple fr,patofisiologi abses mamae,rumus beban traksi,contoh makalah traksi,askep gawat darurat dislokasi,lp fraktur extremitas bawah 2012,macam macam onkologi,faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah leukosit,makalah traksi kulit,intervensi pemasangan ngt,pengertian bidai,anatomi fisiologi fraktur femur,lk fraktur femur,askep trauma ekstremitas,fisiologi fraktur femur,contoh laporan pendahuluan fraktur femur,laporan pendahuluan fraktur femur,contoh askep fraktur femur,kti patah tulang paha,laporan pendahuluan post op skeletal fraksi tertutup,contoh resume fraktur femur,contoh makalah fraktur femur,contoh kasus askep fraktur femur dextra,askep Ekstremitas atas dekstra,contoh kasus askep post operasi pemasangan AMP pada femur dekstra,lp dan askep kad,lp femur tertutup sinistra,laporanpendahuluan fraktur femur terbuka tibia,laporan pendahuluan close fraktur acetabulum panggul,laporan kasus asuhan keperawatan fraktur femur sinestra tertutup di ruang operasi,LAPORAN PENDAHULUN DENGAN SKELETAL TRAKSI,laporan pendahuluan fractur trokhanter,laporan pendahuluan fraktur ACetabulum KTI,soap tumor abses femur pada paha,laporan pendahuluan close fraktur acetabulum,LAPORAN PENDAHULUAN FRAKTUR EKSTREMITAS ATAS PDF,laporan pendahuluan fraktur femur tertutup osteoporosis,laporan kasus fraktur femur igd,laporan pendahuluan asuhan keperawatan dislokasi skin traksi pre dan post,LP fraktur acetabulum,pemasangan traksi anak pdf,renpra pre operasi pemasangan traksi,resume askep pre op post op tumor leher,resume dengan kasus fraktur femur,resume fraktur femur dextra,resume igd fraktur femur,resume kasus fraktur femur,Resume KGD pre Op fraktur fremur,Resume pada praktur femur,tanda dan gejala fraktur femor sinestra,tanda dan gejala fraktur femur sinistra,woc femor sinestra,perawatan post dan pre pemasangan traksi,pengkajian susp fraktur femur,LP Fraktur Femur,lp fraktur femur sinistra tertutup,lp operasi fraktur femur,Lp susp closed femur atau fraktur femur,lp ttg fraktur femur,makalah askep dislokasi femur pada anak:pdf,makalah tentang fraktur femur dextra,pathwayfraktur cruris dektra,patway cf femur,pdf fraktur femur dextra adalah,PEMASANGAN AMP PADA BAGIAN FEMUR,yahoo askep femur,Keterangan ekstremitas atas dan ekstremitas bawah pada pasien fraktur humerus sinistra,abses femur dextra,askep IGD fraktur fremur,askep kgd fraktur tertutup femur,askep pada klien di ruang gawat darurat dengan fraktur femur,asuhan keperawatan close fraktur acetabulum,asuhan keperawatan fraktur acetabulum,ASUHAN KEPERAWATAN FRAKTUR EKSTREMITAS ATAS PDF,contoh askep fraktur tulang ekstremitas atas,contoh askep gawat darurat fraktur,contoh askep igd pasien diagnosa pre operasi fraktur femur sinistra,contoh askep pre fraktur tibia sinistra,contoh askep tentang traksi pada anak,askep gawat darurat fraktur femur,askep fraktur tertutup femur sinistra,askep fraktur femur tertutup pdf,abses femur dyxtra,anatomi dan fisiologi fraktur femur,anatomi fisioligi fraktur femur,askep closed femur sinistra,askep deformitas,askep dislokasi panggul,askep ekstremitas,askep femur,askeP fraktur femur beserta anatomi fisiologi,askep fraktur femur dengan contoh kasus,askep fraktur femur terbuka pdf,contoh asuhan keperawatan closed fraktur acetabulum,contoh asuhan keperawatan fraktur acetabulum,Contoh Resume pada fraktur femur,contoh resume pasien diagnosa fraktur femur sinistra,contoh sintesa prosedur perbeden keperawatan,ekstremitas bawah pada fraktur sinistra,fractur femur operasi pasang amp,fraktur femur dextra tertutup,fraktur fremur sinestra pre ops,fungsi perbeden terbuka dan terbuka,jurnal asuhan keperawatan fraktur femur pdf,jurnal fraktur femur di ruang emergency,jurnal keperawatan fraktur femur,contoh resume igd pasien diagnosa pre operasi fraktur femur sinistra,contoh resum igd fraktur humerus,CONTOH LP CLOSE FRAKTUR FEMUR PADA ANAK,contoh kasus askep fraktur colles sinistra,contoh kasus askep gawat darurat pada fraktur,contoh kasus askep pada pasien osteoporosis,contoh kasus fraktur femur pdf,contoh kasus KGD patah tulang,contoh kasus traksi skelet,CONTOH KTI FRAKTUR PADA ANAK,contoh laporan analisa sintesa fraktur,contoh laporan kasus kgd dengan fraktur,contoh laporan kasus tumor femur,contoh laporan operasi tumor femur,kasus fraktur femur terbuka

Response on "Fraktur Femur, sebuah askep"