Thursday, 23 May 2013

Fraktur Femur, sebuah askep

I. DEFENISI
Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis.
II. FISIOLOGI / ANATOMI
Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian dari femur, terdiri dari : kepala, leher, bagian terbesar dan kecil, trokhanter dan batang, bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. Kepala femur masuk acetabulum. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa, ligamen dan otot. Suplai darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. Suplai darah ke femur bervariasi menurut usia. Sumber utamanya arteri retikuler posterior, nutrisi dari pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian bawah dari leher femur.
III. KLASIFIKASI
Ada 2 type dari fraktur femur, yaitu :
1. Fraktur Intrakapsuler femur yang terjadi di dalam tulang sendi, panggul
dan Melalui kepala femur (capital fraktur)
· Hanya di bawah kepala femur
· Melalui leher dari femur
2. Fraktur Ekstrakapsuler;
· Terjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter femur yang lebih
besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter.
· Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2
inci di bawah trokhanter kecil.
IV. PATOFISIOLOGI
A. Penyebab fraktur adalah trauma
Fraktur patologis; fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa trauma berupa
yang disebabkan oleh suatu proses., yaitu :
· Osteoporosis Imperfekta
· Osteoporosis
· Penyakit metabolik
TRAUMA
Dibagi menjadi dua, yaitu :
Trauma langsung, yaitu benturan pada tulang. Biasanya penderita terjatuh dengan posisi miring dimana daerah trokhanter mayor langsung terbentur dengan benda keras (jalanan).
Trauma tak langsung, yaitu titik tumpuan benturan dan fraktur berjauhan, misalnya jatuh terpeleset di kamar mandi pada orangtua.
TANDA DAN GEJALA
· Nyeri hebat di tempat fraktur
· Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah
· Rotasi luar dari kaki lebih pendek
· Diikuti tanda gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah, bengkak, kripitasi, sepsis pada fraktur terbuka, deformitas.
PENATALAKSANAAN MEDIK
· X.Ray
· Bone scans, Tomogram, atau MRI Scans
· Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.
· CCT kalau banyak kerusakan otot.
TRAKSI
Penyembuhan fraktur bertujuan mengembalikan fungsi tulang yang patah dalam jangka waktu sesingkat mungkin
Metode Pemasangan traksi:
Traksi Manual
Tujuan : Perbaikan dislokasi, Mengurangi fraktur, Pada keadaan Emergency.
Dilakukan dengan menarik bagian tubuh.

Traksi Mekanik
Ada dua macam, yaitu :
1.Traksi Kulit
Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk struktur yang lain, misalnya: otot. Traksi kulit terbatas
untuk 4 minggu dan beban <>
Untuk anak-anak waktu beban tersebut mencukupi untuk dipakai sebagai fraksi definitif, bila tidak diteruskan dengan pemasangan gips.
1.Traksi Skeletal
Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction. Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau penjepit melalui tulang/jaringan metal.
KEGUNAAN PEMASANGAN TRAKSI
Traksi yang dipasang pada leher, di tungkai, lengan atau panggul, kegunaannya :
· Mengurangi nyeri akibat spasme otot
· Memperbaiki dan mencegah deformitas
· Immobilisasi
· Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi).
· Mengencangkan pada perlekatannya.
MACAM – MACAM TRAKSI
1.Traksi Panggul
Disempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat puncak iliaka.
1.Traksi Ekstension (Buck’s Extention)
Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki. Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk mengurangi spasme otot.
1.Traksi Cervikal
Digunakan untuk menahan kepala extensi pada keseleo, kejang dan spasme. Traksi ini biasa dipasang dengan halter kepala.
1.Traksi Russell’s
Traksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. Kadang-kadang juga digunakan untuk terapi nyeri punggung bagian bawah. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa digunakan.
Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula.
1.Traksi khusus untuk anak-anak
Penderita tidur terlentang 1-2 jam, di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman pen, dipasang staples pada steiman pen. Paha ditopang dengan thomas splint, sedang tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. Tarikan dipertahankan sampai 2 minggu atau lebih, sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. Sementara itu otot-otot paha dapat dilatih secara aktif.
PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan
a. Riwayat Perjalanan penyakit
· Keluhan utama klien datang ke RS atau pelayanan kesehatan
· Apa penyebabnya, kapan terjadinya kecelakaan atau trauma
· Bagaimana dirasakan, adanya nyeri, panas, bengkak dll
· Perubahan bentuk, terbatasnya gerakan
· Kehilangan fungsi
· Apakah klien mempunyai riwayat penyakit osteoporosis
b. Riwayat pengobatan sebelumnya
· Apakan klien pernah mendapatkan pengobatan jenis kortikosteroid dalam jangka waktu lama
· Apakah klien pernah menggunakan obat-obat hormonal, terutama pada wanita
· Berapa lama klien mendapatkan pengobatan tersebut
· Kapan klien mendapatkan pengobatan terakhir
c. Proses pertolongan pertama yang dilakukan
· Pemasangan bidai sebelum memindahkan dan pertahankan gerakan diatas/di bawah tulang yang fraktur sebelum dipindahkan
· Tinggikan ekstremitas untuk mengurangi edema
2. Pemeriksaan fisik
a. Mengidentifikasi tipe fraktur
b. Inspeksi daerah mana yang terkena
- Deformitas yang nampak jelas
- Edema, ekimosis sekitar lokasi cedera
- Laserasi
- Perubahan warna kulit
- Kehilangan fungsi daerah yang cidera
c. Palpasi
· Bengkak, adanya nyeri dan penyebaran
· Krepitasi
· Nadi, dingin
· Observasi spasme otot sekitar daerah fraktur
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko terjadinya syok s/d perdarahan yg banyak

Gangguan rasa nyaman:
Nyeri s/d perubahan fragmen tulang, luka pada jaringan lunak, pemasangan back slab, stress, dan cemasPotensial infeksi se- hubungan dengan luka terbuka.
Gangguan aktivitas sehubungan dengan kerusakan neuromuskuler skeletal, nyeri, immobilisasi.
Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosa, dan pengo- batan sehubungan dengan kesalahan dalam pe- nafsiran, tidak familier dengan sumber in- formasi.
RENCANA KEPERAWATAN
DX 1
Resiko terjadinya syok s/d perdarahan yg banyak
INTERVENSI
INDENPENDEN:
a)Observasi tanda-tanda vital.
b)Mengkaji sumber, lokasi, dan banyak- nya per darahan
c)Memberikan posisi supinasi
d)Memberikan banyak cairan (minum)
KOLABORASI:
a)Pemberian cairan per infus
b)Pemberian obat koa-gulan sia (vit.K, Adona) dan peng- hentian perdarahan dgn fiksasi.
c)Pemeriksaan laborato- rium (Hb, Ht)
RASIONAL
a)Untuk mengetahui tanda-tanda syok se- dini mungkin
b)Untuk menentukan tindak an
c)Untuk mengurangi per darahan dan men- cegah kekurangan darah ke otak.
d)Untuk mencegah ke- kurangan cairan
(mengganti cairan yang hilang)
e)Pemberian cairan per-infus.
f)Membantu proses pem-bekuan darah dan untuk menghentikan perda-rahan.
g)Untuk mengetahui ka-dar Hb, Ht apakah perlu transfusi atau tidak.
DX2
Gangguan rasa nyaman:
Nyeri s/d perubahan fragmen tulang, luka pada jaringan lunak, pemasangan back slab, stress, dan cemas
INTERVENSI
INDEPENDEN:
a) Mengkaji karakteris- tik nyeri : lokasi, durasi, intensitas nyeri dengan meng- gunakan skala nyeri (0-10)
b) Mempertahankan im- mobilisasi (back slab)
c) Berikan sokongan (support) pada ektremitas yang luka.
d) Menjelaskan seluruh prosedur di atas
KOLABORASI:
e) Pemberian obat-obatan analgesik
RASIONAL
a) Untuk mengetahui tingkat rasa nyeri sehingga dapat me- nentukan jenis tindak annya.
b) Mencegah pergeser- an tulang dan pe- nekanan pada jaring- an yang luka.
c) Peningkatan vena return, menurunkan edem, dan me- ngurangi nyeri.
d) Untuk mempersiap- kan mental serta agar pasien berpartisipasi pada setiap tindakan yang akan dilakukan.
e) Mengurangi rasa nyeri
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed ). Philadelpia, F.A. Davis Company.
Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company.

pencarian yang hadir:

tujuan perbeden,pengertian femur,anemia gravis pada dewasa,analisa sintesa pemasangan kateter,abses femur,laporan pendahuluan sle,rumus beban traksi,contoh makalah traksi,askep gawat darurat dislokasi,lp fraktur extremitas bawah 2012,faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah leukosit,patofisiologi abses mamae,pengertian bidai,makalah traksi kulit,macam macam onkologi,askep dislokasi panggul,pemasangan perbeden,asuhan keperawatan anc trimester 3,intervensi pemasangan ngt,makalah post operasi fraktur femur,jurnal fraktur tertutup,askep obs febris pada dewasa,trauma tajam abdomen,lp sepsis dewasa,patofisiologi dislokasi,laporan pendahuluan acetabulum,LP Infus dan Transfusi,contoh askep pada abses femur,askep sepsis dewasa,trauma ekstremitas atas,dislokasi femoralis dextra,askep post operasi fraktur femur,post op fraktur femur dextra,askep tumor tulang femur,asuhan keperawatan fraktur femur dextra,anatomi dan fisiologi fraktur femur,laporan kasus fraktur femur tertutup,Pembahasan tentang fraktur fibula,askep skeletal traksi,cara pemasangan pen pada fraktur femur,lp abses femur sinistra,jurnal pen traksi,abses regio femur laporan pendahuluan,LP fraktur tibia pibula,laporan pendahuluan susp fraktur tibia dan fibula,fraktur femur terbuka pdf,laporan pendahuluan fraktur femur distal,askep gadar praktur,laporan pendahuluan askep fraktur femur dextra terbuka,laporan pendahuluan prosedur perbeden,intervensi pemasangan ngt nanda,askep fraktur leher,askep fraktur humerus dan femur,pemasangan ngt pada orang dewasa,pemasangan gips pdf,teknik pemeriksaan femur,rumus pemasangan skin traksi,askep fraktur femur dextra pengkajian,makalah askep antenatal care,makalah fraktur acetabulum,LP infus,intervensi dari pemasangan ngt,askep pada pasien dengan post pemasangan pen,pdf askep yang berkaitan dengan nutrisi,pdf askep post op fraktur humerus,pemasangan bidai pada fraktur femur,Askep pasca operasi pemasangan pen,lp transfusi darah,LP Femur,askep pos op tumor paha,patofisiologi tumor femur,contoh askep gadar fraktur tangan,laporan pendahuluan praktur pemur tibia,contoh kti fraktur femur,contoh kasus pre intra pos op fraktur falang,askep dengan intervensi pemasangan ngt,contoh format askep gadar fraktur femur,asuhan keperawatan pre op fraktur femur,asuhan keperawatan sepsis dewasa,lp carsinoma femur,lp luka post operasi fraktur,lp infus dan tranfusi,contoh askep fraktur femur,laporan praktek fraktur tibia sinistra,Lp Fr femur turtutup dextra,askep susp fraktur femur sinistra,contoh makalah fraktur femoralis,contoh askep fraktur femur segmental tertutup,asuhan keperawatan fraktur gips,makalah fraktur femur pdf,makalah fraktur femur,asuhan keperawatan fraktur fibula dengan nanda,contoh laporan penelitian patah tulang pada tibia,contoh askep abses colli,rasional pemasangan ngt,tanda dan gejala pada pasien fraktur humerus dextra,gangguan muskuloskeletal akibat fraktur femur pdf,askep dislokasi sendi panggul,askep dislokasi lutut,patofisiologi fraktur femur sinistra pada anak post operasi,askep fraktur femur intra operatif,askep deformitas,tindakan keperawatan pada pasien traksi,askep gawat darurat fraktur davicula sinistra,perawatan luka post operasi fraktur femur,askep gadar trauma ekstremitas atas,askep fraktur femur dextra terbuka,askep fraktur femoralis dextra,jurnal keperawatan fraktur terbuka,jurnal tentang operasi frakmur fermur tertutup,askep fraktur tertutup femur pdf,gambar fraktur femur destra,jurnal pemasangan gips,perawatan praktur femur,KTI ASKEP FEMUR SINISTRA,askep kasus mekanik fraktur condylus lateral humerus dextra,akibat fraktur femur apabila tidak dioperasi,askep multipel fr fibulla,jurnal keperawatan fraktur femur pdf,pendokumentasian soap askep fraktur,woc fraktur femur dextra,fisiologi fraktur femur,askep nonunion#femur,askep pada ibu postnatal patologis,askep pada klien dengan dislokasi sendi pdf,fraktur femur sinistra pada anak post operasi,anatomi leher femur,laporan infus dan transfusi,askep acetabulum,pengertian troKhanter MAYOR pdf,fraktur femur dextra terbuka,jurnal keperawatan tentang fraktur,laporan praktikum pemberian traksi pada pasien fraktur,jurnal open fraktur femur post operasi pdf,jurnal mobilisasi dan transportasi pasien fraktur,laporan pendahuluan abses femur sinistra,lp dan soap fraktur femur,KUMPULAN LP fraktur femor,jurnal pdf mobilisasi fraktur post op PEN,jurnal pen pada fraktur,jurnal pemasangan gif pada patah tulang pdf,laporan skin traksi dan skeletal,latar belakang askep fraktur femur,lp close fraktur of middle tibia,latar belakang fraktur patologis femur,jurnal patah tulang pada manusia,jurnal kti fraktur collum femur 2013,lbm askep gadar praktur,JURNAL NYERI PADA PASIEN CLOSE FRAKTUR,laporan skin traksi,jurnal penelitian fraktur terbuka,laporan pendahuluan dislokasi humeri sinistra,laporan pendahuluan dan askep fraktur pemur di gawat darurat,laporan pendahuluan close fraktur femur dextra,laporan pendahuluan ca femur,laporan kasus askep gawat darurat pada pasien patah tulang paha terbuka,skin traksi pada fraktur femur dextra,kti fraktur femur dextra terbuka,laporan pendahuluan asuhan keperawatan fraktur dextra sinistra,laporan analisa gawat darurat fraktur,Laporan fr femur,laporan kasuas keperawatan gawat darurat pada pasian patah tulang terbuka pada paha,laporan kasus post operasi pen,laporan kasus pada fraktur femur dextra tertutup,laporan kasus askep dislokasi,laporan pendahuluan fraktur condylus dextra,laporan pendahuluan fraktur femur dan resume,laporan pendahuluan gadar pada fraktur femur,jurnal penelitian fraktur tibia pdf,JURNAL PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN LUKA FRAKTUR,jurnal penfraktur humerus,jurnal perawatan luka fraktur femur post operasi,kasus askep fraktur femur sinistra,Laporan pendahuluan tentang close fraktur femur?,kasus askep kegawatdaruratan multiple terbuka,laporan pendahuluan kegawat daruratan pada klien dengan fraktur femur,kasus gangguan imobilisasi akibat patah tulang ekstremitas atas,keperawatan gadar jurnal fraktur femur,konsep keperawatan Post Of fraktur femur sinistra pada anak,laporan pendahuluan pada klien dengan traksi,laporan pendahuluan infus dan tranfusi,laporan pendahuluan gawat darurat trauma ekstremitas fraktur tibia,laporan kasus fraktur femur 2010-2013,LP fraktur dan pemasangan gips pada anak pdf,pemasangan slab pada fraktur pdf,pengobatan fraktur femur sinistra,penyebab osteoporosis femur sinistra,perawatan luka post op fraktur tibia,pertanyaan seputar fraktur femur,post op askep fraktur femur,ppt traksi tulang,praktur dan penangananya,praktur terbuka,Prinsip pemasangan bidai pada fraktur femur dextra terbuka,pengkajian menurut doenges,pengkajian imobilisasi pada klien praktur femur,pemeriksaan penunjang fraktur femur dextra,penatalaksanaan fraktur femur ppt,penatalaksanaan medis pemasangan traksi,pengertian diagnosa abses negio crunis

Response on "Fraktur Femur, sebuah askep"