Saturday, 01 November 2014

Fraktur Femur, sebuah askep

I. DEFENISI
Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis.
II. FISIOLOGI / ANATOMI
Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian dari femur, terdiri dari : kepala, leher, bagian terbesar dan kecil, trokhanter dan batang, bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. Kepala femur masuk acetabulum. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa, ligamen dan otot. Suplai darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. Suplai darah ke femur bervariasi menurut usia. Sumber utamanya arteri retikuler posterior, nutrisi dari pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian bawah dari leher femur.
III. KLASIFIKASI
Ada 2 type dari fraktur femur, yaitu :
1. Fraktur Intrakapsuler femur yang terjadi di dalam tulang sendi, panggul
dan Melalui kepala femur (capital fraktur)
· Hanya di bawah kepala femur
· Melalui leher dari femur
2. Fraktur Ekstrakapsuler;
· Terjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter femur yang lebih
besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter.
· Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2
inci di bawah trokhanter kecil.
IV. PATOFISIOLOGI
A. Penyebab fraktur adalah trauma
Fraktur patologis; fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa trauma berupa
yang disebabkan oleh suatu proses., yaitu :
· Osteoporosis Imperfekta
· Osteoporosis
· Penyakit metabolik
TRAUMA
Dibagi menjadi dua, yaitu :
Trauma langsung, yaitu benturan pada tulang. Biasanya penderita terjatuh dengan posisi miring dimana daerah trokhanter mayor langsung terbentur dengan benda keras (jalanan).
Trauma tak langsung, yaitu titik tumpuan benturan dan fraktur berjauhan, misalnya jatuh terpeleset di kamar mandi pada orangtua.
TANDA DAN GEJALA
· Nyeri hebat di tempat fraktur
· Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah
· Rotasi luar dari kaki lebih pendek
· Diikuti tanda gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah, bengkak, kripitasi, sepsis pada fraktur terbuka, deformitas.
PENATALAKSANAAN MEDIK
· X.Ray
· Bone scans, Tomogram, atau MRI Scans
· Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.
· CCT kalau banyak kerusakan otot.
TRAKSI
Penyembuhan fraktur bertujuan mengembalikan fungsi tulang yang patah dalam jangka waktu sesingkat mungkin
Metode Pemasangan traksi:
Traksi Manual
Tujuan : Perbaikan dislokasi, Mengurangi fraktur, Pada keadaan Emergency.
Dilakukan dengan menarik bagian tubuh.

Traksi Mekanik
Ada dua macam, yaitu :
1.Traksi Kulit
Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk struktur yang lain, misalnya: otot. Traksi kulit terbatas
untuk 4 minggu dan beban <>
Untuk anak-anak waktu beban tersebut mencukupi untuk dipakai sebagai fraksi definitif, bila tidak diteruskan dengan pemasangan gips.
1.Traksi Skeletal
Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction. Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau penjepit melalui tulang/jaringan metal.
KEGUNAAN PEMASANGAN TRAKSI
Traksi yang dipasang pada leher, di tungkai, lengan atau panggul, kegunaannya :
· Mengurangi nyeri akibat spasme otot
· Memperbaiki dan mencegah deformitas
· Immobilisasi
· Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi).
· Mengencangkan pada perlekatannya.
MACAM – MACAM TRAKSI
1.Traksi Panggul
Disempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat puncak iliaka.
1.Traksi Ekstension (Buck’s Extention)
Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki. Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk mengurangi spasme otot.
1.Traksi Cervikal
Digunakan untuk menahan kepala extensi pada keseleo, kejang dan spasme. Traksi ini biasa dipasang dengan halter kepala.
1.Traksi Russell’s
Traksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. Kadang-kadang juga digunakan untuk terapi nyeri punggung bagian bawah. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa digunakan.
Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula.
1.Traksi khusus untuk anak-anak
Penderita tidur terlentang 1-2 jam, di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman pen, dipasang staples pada steiman pen. Paha ditopang dengan thomas splint, sedang tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. Tarikan dipertahankan sampai 2 minggu atau lebih, sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. Sementara itu otot-otot paha dapat dilatih secara aktif.
PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan
a. Riwayat Perjalanan penyakit
· Keluhan utama klien datang ke RS atau pelayanan kesehatan
· Apa penyebabnya, kapan terjadinya kecelakaan atau trauma
· Bagaimana dirasakan, adanya nyeri, panas, bengkak dll
· Perubahan bentuk, terbatasnya gerakan
· Kehilangan fungsi
· Apakah klien mempunyai riwayat penyakit osteoporosis
b. Riwayat pengobatan sebelumnya
· Apakan klien pernah mendapatkan pengobatan jenis kortikosteroid dalam jangka waktu lama
· Apakah klien pernah menggunakan obat-obat hormonal, terutama pada wanita
· Berapa lama klien mendapatkan pengobatan tersebut
· Kapan klien mendapatkan pengobatan terakhir
c. Proses pertolongan pertama yang dilakukan
· Pemasangan bidai sebelum memindahkan dan pertahankan gerakan diatas/di bawah tulang yang fraktur sebelum dipindahkan
· Tinggikan ekstremitas untuk mengurangi edema
2. Pemeriksaan fisik
a. Mengidentifikasi tipe fraktur
b. Inspeksi daerah mana yang terkena
- Deformitas yang nampak jelas
- Edema, ekimosis sekitar lokasi cedera
- Laserasi
- Perubahan warna kulit
- Kehilangan fungsi daerah yang cidera
c. Palpasi
· Bengkak, adanya nyeri dan penyebaran
· Krepitasi
· Nadi, dingin
· Observasi spasme otot sekitar daerah fraktur
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko terjadinya syok s/d perdarahan yg banyak

Gangguan rasa nyaman:
Nyeri s/d perubahan fragmen tulang, luka pada jaringan lunak, pemasangan back slab, stress, dan cemasPotensial infeksi se- hubungan dengan luka terbuka.
Gangguan aktivitas sehubungan dengan kerusakan neuromuskuler skeletal, nyeri, immobilisasi.
Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosa, dan pengo- batan sehubungan dengan kesalahan dalam pe- nafsiran, tidak familier dengan sumber in- formasi.
RENCANA KEPERAWATAN
DX 1
Resiko terjadinya syok s/d perdarahan yg banyak
INTERVENSI
INDENPENDEN:
a)Observasi tanda-tanda vital.
b)Mengkaji sumber, lokasi, dan banyak- nya per darahan
c)Memberikan posisi supinasi
d)Memberikan banyak cairan (minum)
KOLABORASI:
a)Pemberian cairan per infus
b)Pemberian obat koa-gulan sia (vit.K, Adona) dan peng- hentian perdarahan dgn fiksasi.
c)Pemeriksaan laborato- rium (Hb, Ht)
RASIONAL
a)Untuk mengetahui tanda-tanda syok se- dini mungkin
b)Untuk menentukan tindak an
c)Untuk mengurangi per darahan dan men- cegah kekurangan darah ke otak.
d)Untuk mencegah ke- kurangan cairan
(mengganti cairan yang hilang)
e)Pemberian cairan per-infus.
f)Membantu proses pem-bekuan darah dan untuk menghentikan perda-rahan.
g)Untuk mengetahui ka-dar Hb, Ht apakah perlu transfusi atau tidak.
DX2
Gangguan rasa nyaman:
Nyeri s/d perubahan fragmen tulang, luka pada jaringan lunak, pemasangan back slab, stress, dan cemas
INTERVENSI
INDEPENDEN:
a) Mengkaji karakteris- tik nyeri : lokasi, durasi, intensitas nyeri dengan meng- gunakan skala nyeri (0-10)
b) Mempertahankan im- mobilisasi (back slab)
c) Berikan sokongan (support) pada ektremitas yang luka.
d) Menjelaskan seluruh prosedur di atas
KOLABORASI:
e) Pemberian obat-obatan analgesik
RASIONAL
a) Untuk mengetahui tingkat rasa nyeri sehingga dapat me- nentukan jenis tindak annya.
b) Mencegah pergeser- an tulang dan pe- nekanan pada jaring- an yang luka.
c) Peningkatan vena return, menurunkan edem, dan me- ngurangi nyeri.
d) Untuk mempersiap- kan mental serta agar pasien berpartisipasi pada setiap tindakan yang akan dilakukan.
e) Mengurangi rasa nyeri
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed ). Philadelpia, F.A. Davis Company.
Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company.

pencarian yang hadir:

tujuan perbeden,analisa sintesa pemasangan kateter,pengertian femur,anemia gravis pada dewasa,abses femur,laporan pendahuluan sle,askep multiple fr,patofisiologi abses mamae,rumus beban traksi,contoh makalah traksi,askep gawat darurat dislokasi,anatomi fisiologi fraktur femur,intervensi pemasangan ngt,faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah leukosit,macam macam onkologi,lp fraktur extremitas bawah 2012,makalah traksi kulit,lk fraktur femur,pengertian bidai,pengertian fr femur adalah,contoh kasus fraktur femur di ruang ugd,askep cf femur,askep trauma ekstremitas,hb dloverz com,contoh kasus praktur femur di ruang ok,makalah trauma ekstremitas,Lp fraktur acetabulum adalah,contoh kasus pemasangan traksi,jurnal keperawatan gawat darurat pada klien multiple fraktur,lp fraktur acetabulum,jurnal askep fraktur femur,Resume keperawatan pre operatif Fraktur femur,pnyakit susp close femur,tibia fraktur femur dextra,SUSP C F FEMUR D,anatomi dan fisiologi fraktur,anatomi dan fisiologi femur,laporan pendahuluan intra operatif fraktur femur,KTI askep pada pasien dengan fraktur femur,laporan kasus pada pasien fraktur femur,laporan kasus pada pasien gawat daruarat dengan fraktur femur,laporan kasus untuk pre post dan intra operasi pd fraktur femur tertutup,tinjauan kasus asuhan keperawatan skeletal traksi,laporan pendahuluan fraktur femur post release skeletal traksi,laporan pendahuluan dan askep femur tibia,kasus fraktur kgd,jurnal kasus fraktur femur tertutup detra :pdf,LP fraktur femur post op skelebal traksi,trauma ekstremitas atas,jurnal kesehatan askep fraktur femur,jurnal kesehatan terbaru tentang aktivitas dalam pemasangan kateter di ruangan igd,jurnal lp fraktur neck femur dextra,jurnal perbeden,kasus askep kgd fraktur femur,kasus askep ugd fraktur femur,laporan pendahuluan post fraktur femur post release skeletal traksi,tanda dan gejala post operasi release dan skeletal traksi,susp open fraktur femur jimitra,resume keperawatan fraktur humerus pre op di ruang operasi,makalah fraktur femur dextra,post op open fraktur dextra sinistra pdf,Penyakit SUSP C F FEMUR,pdf laporan pendahuluan fraktur femur,askep fraktur femur pre intra post,pemakaian skeletal traksi pada pasien fraktur femur,penatalaksanaan kegawatan fraktur femur sinistra,penatalaksanaan medis traksi pada fraktur,LP penatalaksanaan post op fraktur fremur,lp kgd fraktur femur terbuka,SUSP cF FEMUR D,resume penyakit fraktur femur,LK fraktur terbuka,lp fraktur acetabular,Resume kgd tntng fraktur,penatalaksanaan pre pasien fraktur femur,resume kgd fraktur,LP fraktur femur & post op skeletal traksi,LP fraktur tibia pre intra post operasi,penatalaksanaan pre dan post pada pasien fraktur,anatomi dan fisiologi fraktur femur,askep pada anak dislokasi panggul konenital pdf,askep post op fraktur femur pdf,askep post pasang traksi,askep pre intra post fraktur femoralis,askep pre intra post fraktur femur,askep pre intra post fraktur humerus,Askep susp c f Femur,Askep susp open fraktur femur jimitra,askep trauma ekstermitas,asuhan keperawatan pada pasien dengan fraktur femur di ruang gawat darurat,asuhan keperawatan post op praktur femur dextra,c f femur s,cf femur dextra dan sinistra,askep makalah fraktur femur pdf,askep igd,anatomi fisiologi persendian panggul merupakan bola dan mangkok,anatomi humerus detra,artikel laporan kasus fraktur femur,askep deformitas ektremitas atas,askep diformitas,askep dislokasi post op,askep fr femur,Askep Fraktur Femur Medial Dextra,askep fraktur femur post op skeletal traksi,askep fraktur femur senistra,askep fraktur femur sinistra tertutup,askep fraktur humerus pre intra post op,askep gadar praktur,contoh askep cf femur,contoh askep fraktur femur,contoh lkfraktur pada anak,contoh resume askep gawat,contoh resume medis fraktur,contoh resume pasien fraktur femur,contoh resumw medik fraktur,contoh soal kasus tenteng pemasangan traksi,contoh soal kasus traksi,deformitas ekstermitas,deformitas ekstremitas,DIAGNOSA ASKEP GAWAT DARURAT DENGAN FRAKTUR TERBUKA DEXTRA TIBIA FEMUR,diagnosa CF pthologis humerus,diagnosa pre intra post fraktur femur,diagnosa resiko perdarahan post operasi fraktur humerus,contoh lk fraktur femur,Contoh laporan resume fraktur femur,contoh askep fraktur femur dextra,contoh askep fraktur pre op,contoh askep ruang OK,contoh askep ugd fraktur femur,contoh asuhan keperawatan pada pasien fraktur femur terbuka,contoh contoh kasus pada fraktur,contoh diagnosa fraktur femur dextra,Contoh kasus askep dislokasi femur pada anak A,contoh kasus askep fraktur femur terbuka,contoh kasus fraktur femoralis pd bayi,contoh kasus praktur dislokasi,contoh kasus tentang traksi,contoh laporan askep nyeri pada tulang femur,fraktur femor sinetra

Response on "Fraktur Femur, sebuah askep"