Monday, 20 October 2014

Tumor Mammae, sebuah definisi

Definisi Kanker  Payudara atau Tumor Mammae

Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari parenkim, stroma,
areola dan papilla mammae.
Di Indonesia angka kesakitan dan kematian karena kanker payudara menempati
peringkat ke dua setelah kanker serviks. Berbeda dengan di luar negeri dimana
kanker payudara menempati peringkat pertama. Hal ini tidak dapat diartikan bahwa
kita telah berhasil menekan angka kesakitan dan kematian kanker payudara sehingga
di peringkat kedua. Sebaliknya jumlah penderita kanker payudara di Indonesia
mungkin sama saja dengan luar negeri.
Kanker payudara termasuk jenis kanker yang dapat dideteksi dan didiagnosa secara
dini. Bila berhasil ditemukan pada tahap dini, dapat segera dilakukan tindakan yang
tepat untuk upaya kesembuhannya. Upaya deteksi dini secara pribadi dilakukan
dengan tehnik sarari (pemeriksaan payudara sendiri) setiap bulan sekali maupun oleh
dokter dengan melakukan pemeriksaan payudara setahun sekali. Upaya skrening juga
perlu dipertimbangkan dengan tehnik mammografi maupun USG.
Upaya deteksi dini diatas hanya dapat menghasilkan kesimpulan kecurigaan adanya
tumor saja. Diagnosa pasti kanker dilakukan oleh seorang Pathologist baik dengan
tehnik FNA-B (Fine Needle Aspiration-Biopsi) maupun dengan memeriksa jaringan
tumor setelah dilakukan tindakan operasi.
EMBRIOLOGI-PAYUDARA
Dalam embrio manusia, payudara pertama dikenal sebagai “milk steak” yang tumbuh
sekitar minggu keenam perkembangan fetus. Suatu area penebalan ektodermis yang
yang dikenal sebagai tunas susu, berkembang dalam bagian pektoralis badan embrio.
Peninggian linear tegas ini terbentang bilateral dari aksila ke vulva dan dikenal
sebagai garis susu atau “mammary ridge”.
Setelah mencapai minggu kesembilan dalam rahim, garis susu menjadi atrofi, kecuali
dalam daerah pektoralis dan pengenalan pertama primodrium payudara yang menjadi
tunas puting susu. Setelah mencapai minggu kedua belas, tunas puting susu diinvasi
oleh epitel skuamosa ektodermis. Pada bulan kelima, jaringan ikat mesenkim
menginfiltrasi primordium payudara dan berdifrensiasi ke 15 sampai 20 filamen
padat, yang terdistribusi simetris di bawah kulit tunas puting susu.
Duktulus mamae berkembang sebagai pertumbuhan ke dalam ventral dari sisa
embriologi ini, yang terbagi ke dalam duktus susu primer dan berakhir dalam tunas
lobulus. Kemudian tunas ini berproliferasi ke asinus setelah dimulai rangsangan
estrogen ovarium. Selama pertumbuhan dalam rahim, duktus susu primer bercabang
dan membelah luas. Dengan mencapai bulan ketujuh sampai kedelapan dalam rahim,
duktus berkanulasi membentuk lumen yang berhubungan dengan duktus laktiferus
tak matang.
Saat lahir, tunas puting susu mempunyai cekungan sentral yang sesuai dengan area
yang dipenetrasi oleh lumen duktulus susu primer. Segera setelah lahir, penetrasi
tunas puting susu lengkap, ia bereversi dan lebih diinvasi oleh sel basaloid yang
menjadi dipigmentasi gelap untuk membentuk areola.

ANATOMI NORMAL PAYUDARA
Payudara tersusun dari jaringan lemak yang mengandung kelenjar-kelenjar yang
bertanggungjawab terhadap produksi susu pada saat hamil dan setelah bersalin.
Setiap payudara terdiri dari sekitar 15-25 lobus berkelompok yang disebut lobulus,
kelenjar susu, dan sebuah bentukan seperti kantung-kantung yang menampung air
susu (alveoli). Saluran untuk mengalirkan air susu ke puting susu disebut duktus.
Sekitar 15-20 saluran akan menuju bagian gelap yang melingkar di sekitar puting
susu (areola) membentuk bagian yang menyimpan air susu (ampullae) sebelum keluar
ke permukaan.
Kedua payudara tidak selalu mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Bentuk
payudara mulai terbentuk lengkap satu atau dua tahun setelah menstruasi
pertamakali.Hamil dan menyusui akan menyebabkan payudara bertambah besar dan
akan mengalami pengecilan (atrofi) setelah menopause.
Payudara akan menutupi sebagian besar dinding dada. Payudara dibatasi oleh tulang
selangka (klavikula) dan tulang dada (sternum). Jaringan payudara bisa mencapai ke
daerah ketiak dan otot yang berada pada punggung bawah sampai lengan atas
(latissimus dorsi).
Kelenjar getah bening terdiri dari sel darah putih yang berguna untuk melawan
penyakit. Kelenjar getah bening didrainase oleh jaringan payudara melalui saluran
limfe dan menuju nodul-nodul kelenjar di sekitar payudara samapi ke ketiak dan
tulang selangka. Nodul limfe berperan penting pada penyebaran kanker payudara
terutama nodul kelenjar di daerah ketiak.

FISIOLOGI-PAYUDARA
Sepanjang hidupnya, pada mammae wanita terjadi perubahan fisiologis dan patalogis
yang bervariasi. Hal ini terutama berhubungan dengan variasi kadar hormon yang
terjadi sebelum, selama dan setelah reproduksi. Hormon-hormon yang mempengaruhi
perkembangan payudara adalah estrogen, progesteron,LH, FSH (Folikel Stimulating
Hormon) dan Prolaktin. Estrogen dan progesteron diproduksi oleh ovarium, LH dan
FSH disekresi oleh sel basofil yang terletak dalam glandula hypophysis anterior
sedangkan prolaktin disekresi oleh sel asidofil hypophysis.
Beberapa hari setelah lahir sebagian besar bayi baik laki-laki ataupun perempuan
menunjukkan pembesaran kelenjar payudara sedikit dan mulai mensekresi sedikit
kolostrum dan menghilang sesudah kira-kira satu minggu kemudian. Kemudian
kelenjar payudara kembali infantil, tidak aktif.
Dengan permulaan pubertas antara 10-15 tahun, areola membesar dan lebih
mengandung pigmen. Payudara pun menyerupai “cakram”. Pertumbuhan kelenjar
akan berjalan terus sampai umur dewasa hingga berbentuk sferis. Hal ini terjadi di
bawah pengaruh estrogen yang kadarnya meningkat. Terutama yang tumbuh ialah
jaringan lemak dan jaringan ikat di antara 15-20 lobus payudara. Biasanya bentuk
payudara sudah sempurna setelah menstruasi dimulai.
Pada fase menstruasi, mammae sangat sensitif terhadap perubahan kadar estrogen
dan progesteron. Stroma lobularis menjadi sangat edema karena mengalami proses
mitosis selama fase sekresi estrogen dan progesteron, sehingga sekitar hari ke-8 fase
menstruasi payudara jadi lebih besar. Pada hari ke-22 sampai ke-24 dari siklus
menstruasi, dimana kadar estrogen dan progesteron mencapai puncaknya, terjadi
pembesaran payudara yang maksimal.
Selama masa kehamilan, terjadi proliferasi dan pembesaran lobulus sebagai persiapan
sintesis dan aktivitas sekresi untuk laktasi. Pada trimester ketiga jumlah asinus pada
setiap lobulus dan ukuran lobulus menjadi sangat berdiferensiasi serta
mensintesis?meningkat. Sel epitel -laktalbumin dan mensekresi air susu (kasein, dan
membran globula lemak air susu yang merupakan derivat sel permukaan luminal
mammae) merupakan petanda yang bermanfaat untuk menentukan status diferensiasi
sel mammae. Estrogen, progesteron, dan prolaktin bersama dengan hormon lain
sangat penting pada perkembangan mammae selama masa kehamilan meskipun begitu
setelah persalinan kadar estrogen dan progesteron akan menurun dan prolaktin
meningkat untuk memicu laktasi. Apabila pemberian air susu dihentikan, akan terjadi
involusi stuktur lobularis secara cepat, dan struktur mammae kembali ke struktur
sebelum kehamilan.
Pada masa menopause, efek estrogen dan progestrogen fungsi ovarium berhenti dan
dimulai involusi progresif. Regresi ke epitel atrofi atau hipoplastik jelas di dalam
duktus dan lobulus serta stroma diganti dengan jaringan fibrosa periduktus padat.
Timbul dilatasi jalinan duktus laktiferus dalam lobulus terisolasi. Asinus lobulus
kehabisan epitel toraksnya serta bisa membesar dan membentuk makrokista. Pada
pemeriksaan, payudara senilis atau pasca menopause sering asimetris dengan
ketidakteraturan komponen lobulus dan pembentukan kista dalam ukuran bervariasi.
Karena kandungan lemak dan fibrostoma periduktus penyokong terdepresi, maka
payudara tua menjadi suatu struktur pendulosa, homogen dengan kehilangan bentuk
dan konfigurasi.

PENGENALAN TUMOR DAN KANKER PAYUDARA
Payudara bagi seorang wanita merupakan lambang kewanitaannya sehingga payudara
sebagai kelenjar subkutis (dibawah kulit) sangat penting bagi wanita. Tidak hanya
mempunyai fungsi kosmetik, payudara juga mempunyai fungsi lain antara lain
memproduksi air susu. Air susu ini kemudian nantinya akan disalurkan menuju ke
puting susu. Keberadaannya yang penting bagi wanita membuat seorang wanita akan
merasa cemas apabila terjadi kelainan pada payudaranya. Kelainan yang paling sering
ditakuti adalah apabila terdapat tumor pada payudara, lebih spesifik lagi adalah bila
itu tumor itu adalah suatu keganasan atau kanker.
Kanker payudara merupakan kanker dengan insidens tertinggi nomor dua di dunia
setelah kanker paru (10.4% dari seluruh kejadian kanker) dan urutan kelima penyebab
kematian akibat kanker. Pada tahun 2005, kanker payudara menyebabkan 502.000
kematian di seluruh dunia (7% angka kematian karena kanker). Di Indonesia sendiri
kanker payudara juga menempati urutan kedua pada wanita setelah kanker serviks
(mulut rahim). Diperkirakan di Indonesia mempunyai insidens minimal 20.000 kasus
baru pertahun, dengan kenyataan bahwa lebih dari 50% kasus masih berada dalam
stadium lanjut.
FAAL TUMOR/KANKER PAYUDARA
Penyakit tumor/kanker adalah penyakit atau kelainan pada sel. Jadi untuk mengetahui
bagaimana terjadinya kanker, kita harus mengetahui sel yang normal terlebih
dahulu.Sel manusia adalah multiseluler, berasal dari satu sel telur yang telah
difertilisasi atau dibuahi oleh sel sperma, menjadi sel yang bermacam-macam jenisnya
yang kemudian menjadi bermacam-macam sistim organ. Sel itu mengadakan generasi
dan regenerasi, yaitu tumbuh, berkembang biak dan berdifferensiasi membentuk
sistem organ dan jaringan sampai terbentuk sel organ dewasa. Kemudian sel itu
mengalami degenerasi dan berakhir dengan kematian. Di dalam tubuh normal,
selamanya ada sel-sel baru yang timbul dan tumbuh dan sel-sel yang mati, dimana
semuanya ini diatur oleh gen.
Gen merupakan unit fungsional terkecil dari makhluk hidup. Gen itu terdapat dalam
kromosom atau DNA yang mengandung kode genetik spesifik untuk mengatur,
mengkoordinasikan, mengawasi serta mengendalikan semua proses kehidupan seperti
bentuk dan fungsi organ , pertumbuhan, keturunan dan sebagainya. Gen yang
mengatur pertumbuhan dan differensiasi sel disebut onkogen atau protoonkogen,
sedangkan gen yang menghambat pertumbuhan disebut antionkogen atau gen
supresor.
Dalam keadaan normal, pertumbuhan dan differensiasi sel diatur oleh protoonkogen
yang menghasilkan produk-produk yang memegang peran penting dalam berbagai
aspek proliferasi atau pertumbuhan dan differensiasi sel, sedangkan dilain pihak
pertumbuhan sel juga dikendalikan secara ketat atau dihambat oleh antionkogen atau
gen supresor, juga dikendalikan oleh mekanisme kematian sel terprogram atau
apoptosis dengan tujuan menyingkirkan sel-sel yang tidak dikehendaki . Dengan
adanya mekanisme kontrol pertumbuhan ini,sel-sel normal memiliki stabilitas genetik
yang sangat tinggi dan kecepatan proliferasi atau pertumbuhan sel umumnya tidak
melebihi 10 % dari jumlah sel, tergantung pada jenis sel dan jaringannya.
Untuk pertumbuhan , sel itu mengadakan mitosis atau pembelahan sel atau
pembiakan sel. Untuk proses pembelahan sel itu, semua bagian sel ikut berperan mulai
dari selaput sel hingga inti sel. Namun yang paling berperan adalah gen di dalam
DNA yang akan menimbulkan mitosis dan proliferasi sel. Pada dasarnya terdapat
keseimbangan antara gen pengatur dan gen penghambat pertumbuhan, sehingga pada
sel normal ,sel-selnya di dalam tubuh akan tumbuh sesuai kendali pertumbuhan
normal.
Transformasi sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit
yang yang terdiri dari :
*    tahap inisiasi
pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang
memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan
oleh suatu agen yang disebut karsinogen yaitu segala sesuatu yang menyebabkan
terjadinya kanker.,yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau
sinar matahari. tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap
suatu karsinogen. kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut
promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. bahkan
gangguan fisik menahun pun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk
mengalami suatu keganasan.
*    tahap promosi
pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi
ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh
promosi. karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan
(gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

PENYEBAB TUMOR/KANKER PAYUDARA
Hingga saat ini belum diketahui penyebab tunggal untuk terjadinya kanker payudara.
Begitu banyak penyebab yang diduga sebagi pemicu terjadinya kanker. Namun dari
berbagai penelitian, dapat diketahui bahwa karsinogen atau penyebab kanker dapat
digolongkan ke dalam 4 golongan yaitu bahan kimia, virus, radiasi, dan agen biologi.
Karsinogen bahan kimia melalui metabolisme membentuk gugus elektrofilik yang
kurang muatan elektron, sebagai hasil antara, yang kemudian dapat berikatan dengan
pusat-pusat nukleofilik pada protein, RNA dan DNA.
Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan kanker payudara terjadi karena
beberapa perubahan yang terjadi  pada komponen sel (DNA) yang  bisa menyebabkan
perubahan sel menjadi sel kanker. DNA adalah suatu bahan kimia di dalam sel
manusia yang menyusun gen dan memberi instruksi bagaimana suatu sel harus
bekerja. Beberapa perubahan DNA yang tidak normal dapat meningkatkan resiko
kanker payudara dan juga bertanggungjawab terhadap faktor resiko kanker payudara
oleh karena pengaruh keturunan.
Meskipun penyebab pasti kanker payudara belum diketahui dengan pasti, ada
beberapa faktor resiko dari kanker payudara yang dapat dibedakan menjadi :
1.    Faktor resiko yang tidak dapat diubah
2.    Faktor resiko yang dapat diubah

FAKTOR RESIKO YANG TIDAK DAPAT DIUBAH
Faktor resiko yang tidak dapat diubah, antara lain :
? Usia
Resiko kanker payudara meningkat dengan bertambahnya usia seorang wanita.
Sekitar 77% wanita dengan kanker payudara berumur lebih dari 50 tahun pada awal
diagnosis dan pada wanita yang berumur antara 20-29 hanya 0.3%.
? Genetik
Perubahan (mutasi) gen bisa menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker.
Beberapa penelitian menunjukkan hampir 10% kejadian kanker payudara adalah
bersifat herediter. Pada permukaan dari sel terdapat sutu gen yang disebut
HER2(Human Epidermal Growth Factor Receptor 2) yang berperan mengatur
pertumbuhan sel. Apabila terjadi perubahan pada HER2 maka akan diproduksi HER2
yang berlebihan yang akhirnya dapat menyebabkan sel-sel menjadi agresif dapat
menjadi awal terjadinya kanker. Perubahan (mutasi) dari gen p53 bisa juga menjadi
faktor resiko kanker payudara. Pada wanita dengan kanker payudara stadium dini
apabila ditemukan mutasi p53 pada pemeriksaannya maka prognosis untuk menjadi
kanker stadium lanjut lebih besar dibandingkan yang hasil testnya negatif.
? Riwayat Penyakit Dahulu
Wanita yang pernah menderita kanker payudara pada salah satu payudaranya kan
mempunyai resiko 75% mengalami kanker pada payudara yang lain.
? Riwayat Penyakit Keluarga
Apabila seorang wanita memiliki keluarga sedarah dari orangtuanya yang memiliki
kanker payudara maka resiko terjadinya kanker payudara pada dirinya akan
meningkat dan menjadi dua kali lipat bila terhadi pada saudara atau ibu kandung.
Kondisi keluarga yang dapat meningkatkan resiko kanker payudara antara lain :
- Dua atau lebih saudara yang menderita kanker payudara atau mulut rahim
- Keluarga (ibu, saudara sekandung, nenek, bibi) yang memiliki kanker payudara
sebelum berusia 50 tahun.
- Keluarga dengan kanker payudara dan mulut rahim
- Keluarga yang berjenis kelamin laki-laki yang menderita kanker payudara
? Riwayat menstruasi
Wanita yang menstruasi pertama kali (menarche) pada usia kurang dari 12 tahun dan
menopause setelah usia 55 tahun meningkatkan resiko kanker payudara.

FAKTOR RESIKO YANG DAPAT DIUBAH
Faktor resiko yang dapat diubah berhubungan dengan gaya hidup, antara lain :
? Riwayat memiliki anak yang terlambat
Wanita yang mempunyai anak pertama setelah usia 30 tahun atau tidak memiliki anak
maka akan memiliki resiko yang sedikit lebih tinggi menderita kanker payudara.
? Alkohol
Wanita yang mengkonsumsi alkohol akan meningkatkan resiko bagi dirinya
menderita kanker payudara. Penelitian menunjukkan pada wanita yang memiliki
kebiasaan mengkonsumsi alkohol faktor resiko 30% lebih tinggi dibandingkan yang
tidak mengkonsumsi.
? Merokok
Merokok dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita menderita berbagai tipe
kanker termasuk kanker payudara.
? Diet
Pada daerah yang dietnya banyak mengandung lemak (contohnya Amerika Serikat)
maka insiden terjadinya kanker payudara lebih tinggi dibandingkan daerah dengan
konsumsi dietnya lebih rendah lemak (contohnya Jepang). Namun, hubungan antara
diet dengan kejadian kanker payudara rumit untuk dijelaskan dan dipengaruhi oleh
tipe lemak yang dikonsumsi. Lemak monounsaturated seperti minyak canola atau
minyak zaitun lebih rendah menimbulkan kanker dibandingkan lemak poliunsaturated
seperti minyak jagung, margarine, dan lemak tersaturasi dalam daging berhubungan
dengan resiko tinggi kanker payudara.
? Berat badan
Hubungan antara berat badan berlebih dengan kanker payudara masih kontoversi.
Beberapa penelitian menunjukkan wanita dengan kelebihan berat badan yang
kemudian menurunkan berat badannya pada saat dewasa mempunyai resiko kanker
payudara yang lebih tinggi, namun wanita yang kelebihan berat badan sejak masa
kanak-kanak memiliki resiko yang tidak signifikan terhadap terjadinya kanker
payudara.
? Radiasi berulang
Wanita yang menjalani terapi radiasi sejak muda pada daerah payudara atau dada
memiliki resiko yang tinggi terjadinya kanker payudara. Semakin muda seorang
wanita terpapar radiasi maka resiko terkena kanker payudara semakin besar.
? Terapi hormon
Penggunaan terapi hormon dalam jangka lama dapat meningkatkan resiko
kanker payudara, baik yang kombinasi estrogen-orgesteron maupun estrogen tunggal.
? Penggunaan KB pil
Penelitian menunjukkan wanita dengan KB pil memiliki resiko kanker payudara
sedikit lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan.
? Tidak menyusui bayi
Penelitian menunjukkan meyusui bayi mempunyai resiko yang sedikit lebih rendah
dibandingkan yang tidak menyusui, terutama apabila menyusui sampai 11/2-2 tahun.
Hal ini mungkin karena menyusui bayi dapat menurunkan jumlah frekuensi
menstruasi.
? Jarang berolahraga
Penelitian menunjukkan olahraga dapat menurunkan resiko kanker payudara.
Olahraga 10 jam dalam 1 minggu maka resiko kanker payudara lebih menurun lagi.
Dianjurkan olahraga 45 sampai 60 menit 5 hari seminggu.
? Pakaian dalam dan deodorant
Beberapa rumor mengatakan deodorant dan pakaian dalam (bra) dapat menyebabkan
kanker payudara, hal ini belum terbukti dengan kuat.

GEJALA KLINIS
Salah satu cara untuk mencegah akibat dari tumor atau kanker payudara maka kita
perlu mendeteksi apakah tubuh kita menunjukkan keluhan dan tanda-tanda dari
tumor atau kanker itu. Mendeteksi tumor atau kanker payudara ini bisa dilakukan
dengan melihat (inspeksi) dan meraba (palpasi) yang bisa dilakukan sendiri (sarari)
atau oleh tenaga medis atau dokter, selain itu juga dapat dilakukan berbagai
pemeriksaan penunjang sebagai alat diagnosa. Keluhan dan tanda yang dapat
dirasakan dan dilihat bisa berupa :
*    Benjolan
Benjolan di payudara  merupakan keluhan subyektif yang paling sering
mendorong seseorang untuk datang ke dokter. Sebenarnya benjolan ganas
yang kecil sukar dibedakan dengan benjolan tumor jinak sehingga perlu
diperiksa lebih lanjut. Umumnya, pada tumor ganas konsistensinya keras dan
melekat erat, batas tidak jelas, pada kulit payudara tampak cekungan, tunggal,
tidak terdapat benjolan yang sama pada payudara yang lain, dan bisa disertai
keluarnya cairan yang tidak normal dari puting susu (nipple discharge).
Sedangkan tumor jinak umumnya konsistensinya lebih kenyal atau lunak,
mudah digerakkan, jamak, ada benjolan yang mirip pada payudara yang lain,
benjolan menghilang setelah masa menstruasi selesai . Pada tumor ganas juga
dapat timbul benjolan pada daerah di sekitar payudara terutama ketiak.
*    Nyeri
Tumor jinak dan tumor ganas umumnya tidak nyeri kecuali kalau ada proses
keradangan (inflamasi) atau apabila terjadi penyebaran (infiltrasi) ke sekitar
sudah mulai.
*    Keluarnya cairan (Nipple discharge)
Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan
tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita
yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita harus
waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan
warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu,
berlangsung terus menerus, hanya pada satu payudara (unilateral), dan cairan
selain air susu.
*    Perubahan kulit
Perubahan kulit yang paling khas adalah gambaran seperti kulit jeruk (peau d
oranges) yang didapatkan pada kanker payudara. Selain itu, kulit juga dapat
terlihat kemerahan apabila terjadi keradangan. Pada kanker yang sudah
berlangsung lama dapat timbul tukak (ulkus).
*    Kelainan puting atau areola
Kelainannya berupa retraksi atau penarikan puting susu akibat proses di
bawah areola atau gejala kanker payudara.
Keluhan dan tanda-tanda yang lain bisa berupa keluhan di tempat lain seperti
pembengkakan pada lengan dan akibat dari penyebaran jauh (metastasis jauh) ke
organ-organ tubuh  yang lain.

pencarian yang hadir:

daur enterohepatik,askep tumor mammae,penyimpangan kdm ca mammae,tumor mamma sinistra,makalah sarkoma payudara,askep tumor mamae,laporan pendahuluan tumor mammae,pemeriksaan cairan limfe,pengertian sarkoma payudara,soap kanker payudara,contoh kasus kanker payudara,pathway kanker payudara,contoh soap patologi,sarkoma payudara,dilatasi duktus laktiferus,arti sinistra,laporan pendahuluan massa colli,definisi mamae,contoh soap menopause,lp tumor mammae,askep post operasi tumor colli,mammae sinistra adalah,tumor mamma,askeb patologi kanker payudara,askep spiritual,woc tumor mamae,patofisiologi ganglion,etiologi vomiting,pathway kanker ovarium,SOAP INFEKSI PAYUDARA,pengertian areola mamae,puting susu bercabang,manifestasi klinis vomiting,askep tumor payudara,penyebab tumor mammae dextra,pengertian anamnesa,pengertian tumor mamae,pengertian tumor mamae sinistra,pengertian ekstremitas superior,woc ca ovarium,Tumor Mammae Dextra adalah,pemeriksaan cairan limfa,sap ca mammae,penyimpangan kdm ca serviks,penjelasan siklus enterohepatik,apa itu tumor mamae,pathway ca ovarium,mamma dextra,contoh kasus menopause,contoh askeb tentang kanker payudara,pengertian tumor mammae sinistra,tumor mammae dekstra,pengertian plasmodium,etiologi mamae aberans,contoh makalah abses payudara,penyimpangan kdm tumor payudara,pengertian mammae dextra,pengertian mammae,mamae sinistra adalah,definisi tumor mamae,puting payudara bercabang,arti tumor mammae sinistra,tumor mammae bilateral,abses mammae sinistra,tumor payudara sinistra,Tumor mamay,askep tumor mamae dextra,Apa itu Tumor mamma,Apa itu mammae dextra,arti kata mammae,tumor payudara dekstra,payudara bercabang,tumor mamae dextra adalah,makalah tumor mammae,tumor mame,tumor mamae dekstra,Pathway tumor payudara,contoh kasus traksi,tu mammae dextra,arti mammae dextra,carcinoma mammae dextra,apa arti mamae,arti mammae,penyebab tumor mammae sinistra,pathways tumor mammae sinistra,ca mammae dextra,arti papilla mammae,mammae bilateral,tumor mamae bilateral,definisi mammae,arti mamae aberans,pemeriksaan cairan limpe,tumor mamasinistra,mamae artinya,tumor mamai,apa maksud tumor mamma sinistra,apa itu mammae aberans,apa itu tumor mamae ?,abses mamae sinistra,arti kata mamae,mamadextra,LP tumor payudara,mammas sinitra,kanker mammae sinistra,Konsep penyakit tumor mamae,mammae aberant,pengertian massa mamma dextra lateral,pembesaran lymphadenopati axilla,lp penyakit tumor mamae perkebutuhan,massa mammae sinistra,makalah penyakit mammae,lp kista mammae sinistra,mammae dextra artinya,PAYUDARA ATAU MAME,definisi aerola mamae,PATWEY TUMOR PAYUDARA,definisi tumor mammae,patway tumor payudara,definisi tumor mammae sinistra,patofisiologi tentang tumor mamae,tumor mamae payudara,dextra artinya,penyakit mammae sinistra,penyakit mamae dextra,efek samping operasi mamae aberans,etiologi mammae aberans,etiologi tumor mamae,etiologi tumor mammae,pentil payudara bercabang,pengertian tumor sinistra,Sekilas tentang penyakit mamae dextra,Apa itu tumor mammae sinistra?,apa itu mama sinitra,arti kata sinistra,tumor mamadextra,apa yang dimaksud dextra,tumor mamae dexta,tumor mamae dextra artinya,apa itu mamae,tumor mammae sinistra suspec ganas,apa itu mammae,apa itu mammae dekstra dan sinistra?,tumor mammae dextra dengan kanker payudara,tumor mamae sin susp maligna,apakah puting bercabang itu termasuk kanker,tumor mammae pada payudara,tumor mammae dexta,apa yang dimaksud tumormammae dextra,apa itu tumor mammae dextra,Tumor dextra,tentang tumor mamae,arti tumor mamae dextra,apa arti penyakit tumor mamma sinistra,artikel pengertian mammae,tumor kistik mammae sinistra,arti tumor mammae,mungkinkah mamae aberans menjadi kanker payudara?,pengertian mammae sinistra,tumor mammae sinestra,tumor mammae proses malignancy,tumor mamma dextra/sinistra,Tumor mammae sinistra artinya apa ?,Yang di maksud dengan mammae,tumor mammae sinistra c ganas,papilla mammae artinya,tumor mammae sinistra susp maligna,papilla mammae kesehatan,www laporan pendahuluan tentang benjolan di axilla sinistra,Massa solid inhomogen di mammae dextra–> kecurigaan malignancy DD/inflamasi Apa maksudnya?,tumor mammae dextra pasca operasi,tumor mamma sinistra arti,pengertian tumor mama,tumor mammac,pengertian tumor loli,tumor mammae ?,pengertian stroma mamae,Pengertian secara singkat mammae !,pengertian penyakit mamae aberans,Pengertian tumor mamae adalah,pengertian penyakit tumor payudara mammae dextra,setelah operasi mammae aberans,Yg di maksud mamae,penyimpangan kdm pada abses mammae,pengertian penyakit mammal alberins,pengertian penyakit dextra,pasca oprasi mammae sinista,pengertian malignancy,tumor mammae sinistra suspek malina,tumor mamme adalah,tumour mammae bilateral,definisi tumor,Payudara puting bercabang,tumor mamna sinista,payudara bercabang tiga,tumor manma extra,tumor padat mammae sinistra,tumor payudara bilateral,tumor payudara mammae bilateral,tumor sinista mamae,www arti mamae

Response on "Tumor Mammae, sebuah definisi"