Wednesday, 22 May 2013

Hidronefrosis Kanan Grade Iii Et Hidroureter Kanan E.C Vesikolitiasis

PRESENTASI KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama                    :    Tn. T
Umur                    :    45 tahun
Jenis kelamin    :    Laki-laki
Pekerjaan            :    Tani

ANAMNESIS (Autoanamnesis)
Keluhan Utama     :     nyeri saat buang air kecil.
Keluhan Tambahan     :     BAK  tidak lancar
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien  datang ke poli Bedah RS dengan keluhan nyeri saat buang air kecil. dan BAK tidak lancar. Lima bulan sebelum masuk RS, pasien mulai merasakan  nyeri saat BAK dimana nyeri tersebut sampai di ujung kemaluan. Pada awal mau kencing, pasien mengeluh rasa sakit dan saat buang air kecil tiba-tiba terputus, kemudian lancar kembali setelah pasien berubah posisi dari berdiri kemudian jongkok.
Pasien mengaku perlu mengedan saat buang air kecil, sehingga ada waktu antara proses mengedan dengan keluarnya air kencing. Pada saat buang air kecil awalnya lancar kemudian pancaran menjadi lemah, terputus-putus dan tidak bercabang. Pada akhir buang air kecil pasien merasa tidak puas, masih ada yang tersisa sehingga terkadang pasien merasa celananya basah tanpa disadari tetesan air kencing yang keluar.
Pasien  tidak mengeluh kencing bercabang. Pasien tidak pernah mengeluarkan butiran kecil seperti pasir saat kencing, tidak pernah merasa mengeluarkan darah pada saat buang air kecil serta tidak merasa adanya rasa terbakar pada alat kelamin sewaktu berkemih.
Pasien mengaku jarang sekali minum air putih, dalam satu hari pasien mengaku hanya minum kurang lebih  4 gelas belimbing akibat pekerjaannya yang tidak dapat ditinggal.  Buang air besar dirasakan lancar tidak ada keluhan. Pasien juga tidak mengeluhkan nyeri saat buang air besar, serta tidak mengeluarkan darah saat buang air besar. Pasien juga mengaku dapat buang angin seperti biasanya.
Sejak 1 minggu terakhir SMRS keluhan dirasakan sering terjadi / hampir setiap hari dengan durasi nyeri yang lebih lama hingga akhirnya pasien memeriksakan diri ke Rumah Sakit. Pasien tidak merasakan demam, tidak mual dan muntah.
Pasien pernah mengalami operasi batu saluran kencing sebelumnya. Riwayat adanya trauma pada perut bagian atas dan pinggang disangkal oleh pasien.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat keluhan serupa     : diketahui tujuh belas tahun yang lalu.
Riwayat tekanan darah tinggi     : disangkal
Riwayat kencing manis    : disangkal.
Riwayat penyakit ginjal    : disangkal.
Riwayat batu saluran kencing     : diketahui tujuh belas tahun yang lalu.
Riwayat asam urat    : diterima.
Riwayat kencing nanah dan darah    : disangkal.
Riwayat trauma di daerah pinggang, perut bagian atas: disangkal.
Riwayat operasi di daerah pinggang, perut bagian atas: disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Riwayat penyakit serupa    : disangkal.
Riwayat tekanan darah tinggi    : disangkal.
Riwayat kencing manis    : disangkal.
Riwayat asam urat    : disangkal.
Riwayat penyakit ginjal    : disangkal.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum    :    Sedang.
Kesadaran    :    Compos mentis.
Vital sign    :    T     :     140/80 mmHg
N     :     68 x/mnt
RR    :     24 x/mnt
S     :     36,1 °C
Kulit          : Warna kulit sawo matang, turgor cukup.
Kepala    :    Mesochepal, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut.
Mata     :    Conjungtiva merah, sclera putih, pupil bulat, isokor, diameter 3 mm, reflek cahaya (+/+).
Telinga    :    Simetris, serumen (+/+) dalam batas normal.
Hidung    :    bentuk biasa, septum di tengah, selaput mucosa basah.
Mulut    :    gigi lengkap, bibir tidak pucat, tonsil dbn.
Leher    :    trachea di tengah, kelenjar lymphoid tidak membesar, kelenjar tiroid tidak membesar, tekanan vena jugularis tidak meningkat.
Thorax     :
Jantung    : Ictus cordis tidak tampak dan tidak kuat angkat, batas jantung dalam batas normal, S1>S2, regular, tidak ada suara tambahan.
Paru-paru    : Tidak ada ketinggalan gerak, vokal fremitus kanan = kiri, nyeri tekan tidak ada, sonor seluruh lapangan paru, suara dasar vesikuler seluruh lapang paru, tidak ada suara tambahan.
Abdomen    :
Inspeksi    :    Perut datar, tidak ada benjolan
Auskultasi    :    Bising usus dalam batas normal.
Perkusi    :    Timpani seluruh lapang abdomen
Palpasi    :    Supel, tidak ada nyeri tekan, hepar dan lien tidak teraba, tidak teraba massa.
Ekstremitas
Superior    :     tidak ada deformitas, tidak ada oedema, tonus otot cukup.
Inferior    : deformitas (-), jari tabuh (-), pucat (-), sianois (-)              oedema (-), tonus otot cukup.

Status Urologis
1.    Regio Costovertebrae
Kiri    Kanan
Inspeksi    Bulging (-)    Bulging (+)
Palpasi    Ginjal teraba
Nyeri tekan (-)
Ballotement (-)    Ginjal teraba
nyeri tekan (+)
Ballotement (+)
Perkusi    Nyeri ketok (-)    Nyeri ketok (+)

2.    Regio Suprasymphisis
Inspeksi              : datar, tidak terdapat sikatrik.
Auskultasi    : Bising usus (+) normal.
Perkusi     : Timpani.
Palpasi    :    Nyeri tekan kuadran kiri atas (+), ballotement (+).

3.    Regio Genitalia Eksterna
Inspeksi    : tidak merah, tidak bengkak.
Palpasi    : tidak ada darah, nanah dan batu yang ke luar dari OUE, tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
BNO-IVP (tanggal 29 Mei 2009)
K    Kesan : suspek vesikolitiasis,spondilosis lumbalis,spondilolithesis V.L3-L4,hidronefrosis kanan grade III dan hidroureter kanan e.c bendungan partial suspek o.k batu di VU kanan

RESUME
Anamnesis :
Pasien Laki-laki usia 45 tahun.
Pasien mengeluh nyeri saat buang air kecil. dan BAK tidak lancar.
Pasien mengeluh rasa sakit dan saat buang air kecil tiba-tiba terputus, kemudian lancar kembali setelah pasien berubah posisi dari berdiri kemudian jongkok.
Pasien mengeluh nyeri dirasakan menjalar. sampai ujung kemaluan.
Pasien tidak pernah mengeluarkan butiran kecil seperti pasir saat berkemih.
Pasien tidak merasa terbakar pada alat kelamin sewaktu berkemih.
Pasien tidak mengeluh kencing bercabang, dan tidak mengeluarkan batu.
Pasien tidak pernah mengeluarkan darah saat buang air kecil.
Pasien buang air besar dengan lancar tidak ada keluhan.
Pasien jarang minum air putih, satu hari hanya minum ± 4 gelas belimbing.
Pasien pernah mengalami operasi batu saluran kencing sebelumnya.
Riwayat adanya trauma pada perut bagian atas dan pinggang disangkal oleh pasien.
Pasien tidak ada riwayat trauma abomen bagian atas, dada dan punggung.
Hasil BNO IVP  : hidroureter dan hidronefrosis kanan e.c susp batu di VU kanan

DIAGNOSIS KERJA
Hidronefrosis kanan grade III  et hidroureter kanan e.c vesikolitiasis

DIAGNOSIS BANDING
Ureterolithiasis sepertiga bagian distal
Tumor buli-buli
Nephrolithiasis

USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.    Pemeriksaan Laboratorium:
a.    Darah Lengkap: Hb, lekosit, LED, eritrosit, hitung jenis lekosit, ureum, kreatinin, GDS, SGOT, SGPT, kolesterol total, trigliserida, asam urat.
b.    Kultur dan sediment urin
2.    Pemeriksaan radiologis :
Foto polos abdomen.
Cystogram.
BNO-IVP.

VIII.    TERAPI
Terapi Konservatif : menunggu hasil pemeriksaan penunjang
1.    Dilusi
2.    Force Diuresis
3.    Pemberian Antibiotik dan Analgetik

Terapi Operatif
Vesicolitectomy

IX.    PROGNOSIS
Dubia ad bonam.

pencarian yang hadir:

pathway hidronefrosis,laporan pendahuluan hidronefrosis,ureterolithiasis adalah,lp hidronefrosis,makalah hidronefrosis,latar belakang hidronefrosis,vesikolitiasis adalah,askep hidronefrosis pdf,hidronefrosis pdf,kencing bercabang dua,ballotement,klasifikasi hidronefrosis,definisi ureterolithiasis,hidronefrosis grade 1,pengertian pupil isokor,pengkajian vesikolitiasis,hidroureter,laporan pendahuluan hidroureter,askep BAK,lp vesikolitiasis,asuhan keperawatan hidroureter,pengertian ballotement kesehatan,lp vesicolithiasis,hidronefrosis grade,grade hidronefrosis,penanganan hidronefrosis,contoh kasus hidronefrosis,penyimpangan kdm hidronefrosis,hidronefrosis grade 2,kenapa kencing bercabang,askep pada hidronefrosis,hidronefrosis ppt,kencing masih tersisa,pemeriksaan diagnostik hidronefrosis,pemeriksaan penunjang hidronefrosis,pupil isokor artinya,anamnesis hidronefrosis,pemeriksaan fisik sistem perkemihan,lp hidroureter,ballotement ginjal,konsep keperawatan hidronefrosis,lp serumen,ureterolithiasis adalah pdf,hidronefrosis scribd,Perut supel,asuhan keperawatan pada anak dengan hidroureter,asuhan keperawatan pada hidronefrosis,lp keluarga dengan asam urat,laporan kasus hidronefrosis scribd,definisi abdomen supel,definisi hidro ureter,hidronefrosis sinistra pada bayi,diagnosis banding hidronefrosis,arti abdomen supel,resume penyakit demam,askep klien dengan hidronefrosis,hidroneprosis dextra grade,konsep dasar phatways tentang hidronefrosis,hydronepharosis grade 3 pada ginjal kanan artinya apa,hidroureter kiri,laporan kasus bno ivp,laporan kasus resume ureterolithiasis,hydronephrosis dextra grade 1,terapi vesikolitiasis,arti klinis pupil isokor,suspek ureterolitiasis,operasi hidronefrosis,konsep pengkajian pemeriksaan fisik hidronefrosis,askep hidronefrosis grade ii,pengertian hidroureter dextra,arti suspek uretrolithiasis,hidroneprosis dextra grade II,arti mesocehal,hidronefrosis kanan,hidronefrosis grade 4,hidronefrosis grade III bilateral dan hidroureter kanan,pemeriksaan hidronefrosis,makna kencing bercabang,lp kencing batu,presentasi kasus ureterolithiasis,pengertian penyakit hidronefrosis sinistra,buang air kecil lancar kalo berubah posisi,Hydronephrosis Sinistra Grade II ec Post Renal,prognosis ureterolithiasis adalah,ballottement ginjal,vesiko litiasis,resume kasus glaukoma,presentasi kasus ureterolitiasis,suspek ureterolithiasis,pengobatan hidronefrosis grade 1,makalah suspek ureterolithiasis,ureterolithiasis,makalah ivu hidronefrosis,diagnosis banding vesikolitiasis,lp batu saluran kencing,apa yang dimaksud dengan hidroureter,diagnosa banding hidronefrosis,hidronefrosis bilateral grade 2,asuhan keperawatan hidronefrosis pada anak,teknik pemeriksaan bno ivp pada kasus hidronefrosis,suspek urtelithiasis kanan distel,pemeriksaan ballotement,pemeriksaan bno ivp,Pemeriksaan abdomen supel,terapi hydronephrosis grade 3,pemeriksaan ballotement pada hidronefrosis,pdf teknik pemeriksaan ivp,patoflow uretrolitiasis dan hidronefrosis,makalah ivp pada ureterolithiasis,uretrolthiasis filetype : ppt,ureterolithiasis adalah scribd,makalah kasus hidronefrosis,uretarotiliasis distal,masalah hidronefrosis,nama oprasi hidronefrosis,pemeriksaan bno-ivp pada kasus hidronefrosis,operasi nephrolithiasis,palpasi supel,pasien dengan hidronefrosis pada pemeriksaan IVP,terapi ureterolithiasis,penanganan hydronephrosis grade 2 ginjal kanan oleh batu ureter distal,pemeriksaan bno ivp pdf,suspek ureterolitiasais,pengertian perut supel adalah,pengertian supel pada abdomen,pengertian suspek ureterolithiasis,pengkajian fisik pada Hidronefrosis,resume kasus poli bedah,resume kasus poli anak,pengobatan penatalaksanaan diagnosis hidronefrosis,penyakit hidronefrosis bilateral,penyebab air seni keluar bercabang,penyebab isokor pupil,penyebab penyakithydronrfrosis dextra,periksaan abdomen dengan supel,presentasi kasus diagnosis banding vesikolithiasis,presentasi kasus diagnosis banding vesikolithiasis pdf,prognosis ureterolithiasis,resume batu buli,resume kasus pasien poli jantung,pengertian hydronephrosis dextra,resume poli jantung,pengertian hidroneprosis ginjal kanan dan pengobatannya,suspek ureterolithiasis dextra,pemeriksaan fisik hidroforosis,pengertian hidroneprosis sinistra batu litik,pemeriksaan penunjang bilateral ureterolithiasis,suspek e c/ureterolithiasis pada ureter kanan proksimal,pemeriksaan penunjang susp ureterolithiasis,supel palpasi pada perut pengertian,pemerisaan fisik hidronefrosis,supel abdomen,pipis keluar bercabang,stadium hidronefrosis adalah pdf,pengertian supel abdomen,penatalaksanaan hidronefrosis,Pengertian abdomen yang supel,saluran buli buli ada butiran pasir,pengertian hidronefrosis filetype pdf,pengertian hidronefrosis sinistra e c batu litik,resume batu buli-buli,kepala mesochepal adalah,hidronefrosis bilateral pdf,Cara pemeriksaan trigliserid,buang air kecil masih tersisa,bno ivp dengan suspek ureterolithiasis,batu ureter adalah hidroneprosis,ballotement pafa vesikolitiasis adalah,ballotement pada pemeriksaan ginjal,bagaimana proses terjadinya hidroureter,asuhan keperawatan pada kasus hidronefrosis pemeriksaan fisik,asuhan keperawatan pada hidronefrosis pdf,askep susp tumor buli vesicolithiasis,contoh kasus askep hidronefrosis,contoh kasus pada klien vesikolitiasis,hidronefrosis akibat ureterolithiasis,fisik diagnosis hidronegrotis,efek kencing bercabang,diagnosis dan terapi bno ivp,diagnosis banding ureterolithiasis,Diagnosa hidro ureter,abdomen supel adalah ?,definisi penyakit susp hidronefrosis,contoh kasus ureterolothiasis,contoh kasus pasien dengan hidronefrosis,askep lp kasus hidronefrosis,askep keperawatan hidronefrosis grade 2,apa artinya hidronefrosis grade II,apa arti suspek ureterolithiasis,antibiotik untuk hidroneprosis,angka prevalensi vesikolitiasis,anamnesis perkemihan,anamnesis pasien hidronefrosis,anamnesis pada penyakit hidronefrosis,akibat dari ureterolithiasis,akibat dari kencing bercabang,adalah supel abdomen,apa itu hidronefrosis,apa itu hidroureter,askep hidronefrosis scribd

Response on "Hidronefrosis Kanan Grade Iii Et Hidroureter Kanan E.C Vesikolitiasis"