Monday, 21 April 2014

Hidronefrosis Kanan Grade Iii Et Hidroureter Kanan E.C Vesikolitiasis

PRESENTASI KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama                    :    Tn. T
Umur                    :    45 tahun
Jenis kelamin    :    Laki-laki
Pekerjaan            :    Tani

ANAMNESIS (Autoanamnesis)
Keluhan Utama     :     nyeri saat buang air kecil.
Keluhan Tambahan     :     BAK  tidak lancar
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien  datang ke poli Bedah RS dengan keluhan nyeri saat buang air kecil. dan BAK tidak lancar. Lima bulan sebelum masuk RS, pasien mulai merasakan  nyeri saat BAK dimana nyeri tersebut sampai di ujung kemaluan. Pada awal mau kencing, pasien mengeluh rasa sakit dan saat buang air kecil tiba-tiba terputus, kemudian lancar kembali setelah pasien berubah posisi dari berdiri kemudian jongkok.
Pasien mengaku perlu mengedan saat buang air kecil, sehingga ada waktu antara proses mengedan dengan keluarnya air kencing. Pada saat buang air kecil awalnya lancar kemudian pancaran menjadi lemah, terputus-putus dan tidak bercabang. Pada akhir buang air kecil pasien merasa tidak puas, masih ada yang tersisa sehingga terkadang pasien merasa celananya basah tanpa disadari tetesan air kencing yang keluar.
Pasien  tidak mengeluh kencing bercabang. Pasien tidak pernah mengeluarkan butiran kecil seperti pasir saat kencing, tidak pernah merasa mengeluarkan darah pada saat buang air kecil serta tidak merasa adanya rasa terbakar pada alat kelamin sewaktu berkemih.
Pasien mengaku jarang sekali minum air putih, dalam satu hari pasien mengaku hanya minum kurang lebih  4 gelas belimbing akibat pekerjaannya yang tidak dapat ditinggal.  Buang air besar dirasakan lancar tidak ada keluhan. Pasien juga tidak mengeluhkan nyeri saat buang air besar, serta tidak mengeluarkan darah saat buang air besar. Pasien juga mengaku dapat buang angin seperti biasanya.
Sejak 1 minggu terakhir SMRS keluhan dirasakan sering terjadi / hampir setiap hari dengan durasi nyeri yang lebih lama hingga akhirnya pasien memeriksakan diri ke Rumah Sakit. Pasien tidak merasakan demam, tidak mual dan muntah.
Pasien pernah mengalami operasi batu saluran kencing sebelumnya. Riwayat adanya trauma pada perut bagian atas dan pinggang disangkal oleh pasien.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat keluhan serupa     : diketahui tujuh belas tahun yang lalu.
Riwayat tekanan darah tinggi     : disangkal
Riwayat kencing manis    : disangkal.
Riwayat penyakit ginjal    : disangkal.
Riwayat batu saluran kencing     : diketahui tujuh belas tahun yang lalu.
Riwayat asam urat    : diterima.
Riwayat kencing nanah dan darah    : disangkal.
Riwayat trauma di daerah pinggang, perut bagian atas: disangkal.
Riwayat operasi di daerah pinggang, perut bagian atas: disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Riwayat penyakit serupa    : disangkal.
Riwayat tekanan darah tinggi    : disangkal.
Riwayat kencing manis    : disangkal.
Riwayat asam urat    : disangkal.
Riwayat penyakit ginjal    : disangkal.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum    :    Sedang.
Kesadaran    :    Compos mentis.
Vital sign    :    T     :     140/80 mmHg
N     :     68 x/mnt
RR    :     24 x/mnt
S     :     36,1 °C
Kulit          : Warna kulit sawo matang, turgor cukup.
Kepala    :    Mesochepal, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut.
Mata     :    Conjungtiva merah, sclera putih, pupil bulat, isokor, diameter 3 mm, reflek cahaya (+/+).
Telinga    :    Simetris, serumen (+/+) dalam batas normal.
Hidung    :    bentuk biasa, septum di tengah, selaput mucosa basah.
Mulut    :    gigi lengkap, bibir tidak pucat, tonsil dbn.
Leher    :    trachea di tengah, kelenjar lymphoid tidak membesar, kelenjar tiroid tidak membesar, tekanan vena jugularis tidak meningkat.
Thorax     :
Jantung    : Ictus cordis tidak tampak dan tidak kuat angkat, batas jantung dalam batas normal, S1>S2, regular, tidak ada suara tambahan.
Paru-paru    : Tidak ada ketinggalan gerak, vokal fremitus kanan = kiri, nyeri tekan tidak ada, sonor seluruh lapangan paru, suara dasar vesikuler seluruh lapang paru, tidak ada suara tambahan.
Abdomen    :
Inspeksi    :    Perut datar, tidak ada benjolan
Auskultasi    :    Bising usus dalam batas normal.
Perkusi    :    Timpani seluruh lapang abdomen
Palpasi    :    Supel, tidak ada nyeri tekan, hepar dan lien tidak teraba, tidak teraba massa.
Ekstremitas
Superior    :     tidak ada deformitas, tidak ada oedema, tonus otot cukup.
Inferior    : deformitas (-), jari tabuh (-), pucat (-), sianois (-)              oedema (-), tonus otot cukup.

Status Urologis
1.    Regio Costovertebrae
Kiri    Kanan
Inspeksi    Bulging (-)    Bulging (+)
Palpasi    Ginjal teraba
Nyeri tekan (-)
Ballotement (-)    Ginjal teraba
nyeri tekan (+)
Ballotement (+)
Perkusi    Nyeri ketok (-)    Nyeri ketok (+)

2.    Regio Suprasymphisis
Inspeksi              : datar, tidak terdapat sikatrik.
Auskultasi    : Bising usus (+) normal.
Perkusi     : Timpani.
Palpasi    :    Nyeri tekan kuadran kiri atas (+), ballotement (+).

3.    Regio Genitalia Eksterna
Inspeksi    : tidak merah, tidak bengkak.
Palpasi    : tidak ada darah, nanah dan batu yang ke luar dari OUE, tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
BNO-IVP (tanggal 29 Mei 2009)
K    Kesan : suspek vesikolitiasis,spondilosis lumbalis,spondilolithesis V.L3-L4,hidronefrosis kanan grade III dan hidroureter kanan e.c bendungan partial suspek o.k batu di VU kanan

RESUME
Anamnesis :
Pasien Laki-laki usia 45 tahun.
Pasien mengeluh nyeri saat buang air kecil. dan BAK tidak lancar.
Pasien mengeluh rasa sakit dan saat buang air kecil tiba-tiba terputus, kemudian lancar kembali setelah pasien berubah posisi dari berdiri kemudian jongkok.
Pasien mengeluh nyeri dirasakan menjalar. sampai ujung kemaluan.
Pasien tidak pernah mengeluarkan butiran kecil seperti pasir saat berkemih.
Pasien tidak merasa terbakar pada alat kelamin sewaktu berkemih.
Pasien tidak mengeluh kencing bercabang, dan tidak mengeluarkan batu.
Pasien tidak pernah mengeluarkan darah saat buang air kecil.
Pasien buang air besar dengan lancar tidak ada keluhan.
Pasien jarang minum air putih, satu hari hanya minum ± 4 gelas belimbing.
Pasien pernah mengalami operasi batu saluran kencing sebelumnya.
Riwayat adanya trauma pada perut bagian atas dan pinggang disangkal oleh pasien.
Pasien tidak ada riwayat trauma abomen bagian atas, dada dan punggung.
Hasil BNO IVP  : hidroureter dan hidronefrosis kanan e.c susp batu di VU kanan

DIAGNOSIS KERJA
Hidronefrosis kanan grade III  et hidroureter kanan e.c vesikolitiasis

DIAGNOSIS BANDING
Ureterolithiasis sepertiga bagian distal
Tumor buli-buli
Nephrolithiasis

USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.    Pemeriksaan Laboratorium:
a.    Darah Lengkap: Hb, lekosit, LED, eritrosit, hitung jenis lekosit, ureum, kreatinin, GDS, SGOT, SGPT, kolesterol total, trigliserida, asam urat.
b.    Kultur dan sediment urin
2.    Pemeriksaan radiologis :
Foto polos abdomen.
Cystogram.
BNO-IVP.

VIII.    TERAPI
Terapi Konservatif : menunggu hasil pemeriksaan penunjang
1.    Dilusi
2.    Force Diuresis
3.    Pemberian Antibiotik dan Analgetik

Terapi Operatif
Vesicolitectomy

IX.    PROGNOSIS
Dubia ad bonam.

pencarian yang hadir:

pathway hidronefrosis,laporan pendahuluan hidronefrosis,ureterolithiasis adalah,lp hidronefrosis,makalah hidronefrosis,vesikolitiasis adalah,hidronefrosis pdf,latar belakang hidronefrosis,klasifikasi hidronefrosis,kencing bercabang dua,definisi ureterolithiasis,askep hidronefrosis pdf,pengertian pupil isokor,ballotement,lp vesicolithiasis,hidroureter,penyimpangan kdm hidronefrosis,hidronefrosis grade 1,pengkajian vesikolitiasis,askep BAK,lp vesikolitiasis,laporan pendahuluan hidroureter,asuhan keperawatan hidroureter,pengertian ballotement kesehatan,contoh kasus hidronefrosis,hidronefrosis grade,hidronefrosis grade 2,penanganan hidronefrosis,kencing masih tersisa,grade hidronefrosis,diagnosis banding hidronefrosis,pengertian Hydronephrosis,abdomen supel artinya,hydronephrosis sinistra grade 1,pemeriksaan penunjang hidronefrosis,susp Hidronefrosis,definisi abdomen supel,nephrolithiasis dextra adalah,arti abdomen supel,hydronephrosis dextra,pengertian supel pada abdomen,pengertian nephrolithiasis dextra,tatalaksana hidronefrosis,presentasi kasus ureterolithiasis,arti hydronephrosis,penjelasan hidronefrosis dextra,hydronephrosis kanan,Klasifikasi vesikolithiasis,lp hidroureter,presentasi kasus vesikolithiasis,obat hidronefrosis,apa itu nefrolithiasis dextra,hydronephrosis arti,penatalaksanaan operatif ureterolithiasis,contoh laporan kasus vesicolithiasis pdf,resume poli bedah,supel di abdomen maksudnya adalah,apa itu supel dalam perut,obat hydronephrosis,apa itu serumen sinistra,abdomen supel maksudnya?,apa itu hidroureter,penanganan hidroureer,penanganan pasien dengan hidronefrosis,penatalaksanaan hidronephrosis,terapi konservatif vesikolithiasis,apa itu hidronefrosis kanan,pengertian dari hydronephrosis,ureterolithiasis dextra distal,vesiko litieosis,apa yang di maksud hydronephrosis kiri grade II,apa maksud hydronefrosis sinistra geade IV hasil laboratorium,apa itu supel pada pemeriksaan abdomen,maksud dari perut teraba supel,maksud hydropneprosis dextra,mesochepal arti,Penyakit ureterolithiasis kanan distal,nephrolithiasis sinistra adalah,neprolithiasis dextra istilah umum,obat alami ureterolithiasis sinistra,pengertian dari hydronephrosis sinistra ec,apa artinya abdomen supel,pengkajian fisik hydroneprosis,pengkajian pasien diabetes pada tn di poli penyakit dalam,anamnesis untuk pasien hidronefrosis,supel adalah perut,penyakit hydronephrosis sinistra,hidronefrosis grade 2 penyebabnya,apa arti ec pada diagnosa penyakit,presentasi kasus hidronefrosis,pengertian hydronephrosis sinistra,presus hidronefrosis,pengertian suspek ureterolithiasis,Suspek hidronefrosis,Pengertian soepel pada abdomen,teraba supel arti,pengertian hidronefrosis dekstra grade 2,pengertian hidronefrosis sinistra,pengertian hiydronephrosis,apa itu hidroneforsis dextra?,pengertian hydronephrosis grade 1,suspek ureterolithiasis,suspek nefrolithiasis dextra adalah,pengertian pemeriksaan abdomen soepel ada,apa hydronephrosis grade 1,prevalensi vesikolithiasis,askep vesicolitectomy,hidronefrosis bilateral adalah,hidronefrosis bilateral dan pengobatannya,hidronefrosis dextra grade 1 dengan nefritis dextra adalah,Arti Supel pada pemeriksaan bayi,arti supel pada pemeriksaan abdomen,hidronefrosis grade 1 sinistra,arti supel dalam medis,arti penyakit susp vesiolithesis,hidroneprosis dextra,hidroneprosis ginjal kiri,hidroneprosis grade 3,hidroprhosis dextra artinya,Hidrouefrosis kanan,grade hidronefrosis adalah,askep hidronefrosis dekstra,askep vesicolitectomi,batu ginjal dextra,cara mengobati hydronephrosis,Cara mengobati Vesikolithiasis,cara pemeriksaan fisik uretrolithiasis,askep uretrolitiasis pdf,askep suspek nephritis dextra,definisi supel abdomen,askep post operasi hidronefrosis,Diagnosa banding BAK tidak lancar,askep nephrolithiasis dextra,diagnosis banding ureterolithiasis,grade 1 pada hydronefrosis,arti penyakit hydronephrosis dextra,hidroureter grade 1,kasus hidronefrosis dan hidroureter,arti hydronephrosis sinistra grade 2,arti hydronephrosis dextra grade 1,arti hydronefrosis sinistra grade,konsep nephrolithiasis,laporan pendahuluan batu ginjal grade 1,arti ec pada diagnosa,laporan pendahuluan hidronefrosis pdf,arti dari kata soepel pemeriksaan abdomen,laporan pendahuluan hydronephrosis,laporan pendahuluan susp nephrolithiasis,arti dari hydronePhrosis gr III bilateral,latar belakang kasus hidronefrosis dan hidroureter pdf,jenis operasi hidronefrosis,istilah ureterolithiasis dextra,hidroureter nefritis,hydro nephrosis kanan gr 1,hydronefrosis dekstra grade 2,hydronefrosis ginjal grade II,hydronefrosis kanan,hydronefrosis tata laksana,hydronephorosis sinistra grade II ec post renal,hydronephrosis dextra pada ginjal kanan,hydronephrosis grade 1 ren dextra,arti nyeri soepel,hydronephrosis sinistra grade,arti kata soepel,istilah supel dalam perut,lp dan askep hidronefrosis

Response on "Hidronefrosis Kanan Grade Iii Et Hidroureter Kanan E.C Vesikolitiasis"