Sunday, 26 May 2013

Penentuan kadar bilirubin darah-Bab I – praktikum biokimia kedokteran blok digestif

BAB I
PENDAHULUAN
A.Judul Praktikum
Penentuan kadar bilirubin darah

B.Tanggal Praktikum
Sabtu,

C.Tujuan
1.Mengukur kadar bilirubin total, bilirubin direct dan bilirubin indirect.
2.Menjelaskan nilai normal enzim amilase dalam darah serta nilai patologis dari hasil praktikum.
3.Melakukan diagnosa dini penyakit apa saja yang ditandai oleh hasil aktivitas abnormal (patologis) melalui bantuan hasil praktikum yang dilakukan.
D.Dasar Teori
Pada manusia dewasa, 1-2 x 108 eritrosit dihancurkan tiap jamnya. Ketika hemoglobin dihancurkan dalam tubuh, globin diuraikan menjadi asan amino pembentuknya yang kemudin akan digunakan kembali, sedangkan zat besi dari heme akan memasuki depot yang juga akan dipakai kembali. Bagian porfirin dalam heme juga diuraikan, terutama di dalam sel – sel retikuloendotel hati, limpa dan sumsum tulang. Katabolisme heme dari semua protein heme terjadi di dalam fraksi mikrosom sel retikuloendotel oleh sebuah sistem enzim yang dinamakan heme oksigenase. Adanya bantuan NADPH mengakibatkan penambahan oksigen pda jembatan α-metenil antara pirol I dan pirol II porfirin, sehingga besi fero teroksidasi menjaid bentuk feri. Ion feri ini akan dilepaskan, dan bliverdin terbentuk akibat pemecahan cincin tetrapirol. Pada mamalia, enzim biliverdin reduktase akan mereduki jembatan metenil antara pirol III dan pirol IV menjadi gugus metilen untuk menghasilkan bilirubin, yaitu suatu pigmen berwarna kuning.
Bilirubin hanya sedikit larut dalam plasma dan air, tetapi kelarutan bilirubin dapat ditingkatkan oleh pengikatan non-kovalen dengan albumin. Dalam 100 ml plasma kurang lebih 25 mg bilirubin dapat diikat erat oleh albumin. Bilirubin selanjutnya diangkut ke hati. Hepatosit kemudian akan mengubah bilirubin bentuk polar dengan penambahan satu molekul asam glukoronat (konjugasi) sehingga terbentuk bilirubin terkonjugasi. Apabila bilirubin mencapai ileum termialis dan usus besar, bilirubin akan direduksi oleh bakteri menjadi urobilinogen,. Urobilinogen yang sebagian besar tidak berwarna, selanjutnya akan teroksidasi menjadi zat berwarna (sterkobilin) dan disekresikan ke dalam feses. Satu gram hemoglobin diperkirakan menghasilkan 35 mg biliruin. Pembentukan bilirubin setiap hari pada manusia dewasa kurang lebih berjumlah 250 – 35- mg yang terutama berasal dari hemoglobin. Namun demikian, bilirubin dapat juga berasal dari proses eritropoesis yang tidak efektif dan dari berbagai protein heme lainnya seperti sotokrom P-450.

E.Alat dan Bahan
1.Alat
a.Spuit 3 cc
b.Torniquet 1 buah
c.Eppendorf 1 buah
d.Rak tabung reaksi 1 buah
e.Mikropipet 10-100 l 1 buah
f.Mikropipet 100-1000 l 1 buah
g.Blue tip 1 buah
h.Yellow tip 1 buah
i.Kuvet 4 buah
j.Spektrofotometer
k.Sentrifugator
2.Bahan
a.Reagen T-Bil 2 cc
b.Reagen T-Nit 40 µl
c.Reagen D-Bil 2cc
d.Reagen D-Nit 40 µl
e.Serum darah 200 l
f.Alkohol 70%

F.Metode Pemeriksaan
Metode Jendrassik-Grof
G.Cara Kerja
1.Persiapan sampel:
a.Darah diambil menggunakan spuit kira-kira sebanyak 3 cc.
b.Darah dimasukkan ke dalam tabung eppendorf dan disentrifuge dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit, kemudian diambil serumnya untuk sampel.
2.Pemeriksaan bilirubin total:
a.2 kuvet disiapkan untuk wadah blanko dan sampel yang akan diukur pada spektrofotometer
b.Reagen T-Bil sebanyak 1cc dimasukkan kedalam kuvet blanko
c.Reagen T-Bil 1 cc dan T-Nit 40 µl dimasukkan kedalam kuvet sampel
d.Kedua kuvet tersebut diinkubasi selama 5 menit
e.100 µl serum darah dimasukkan kedalam masing-masing kuvet tersebut
f. Kedua kuvet diinkubasi selama 10 menit
g.nilai kadar bilirubin dibaca total dengan spektofotometer
3.Pemeriksaan bilirubin direct:
a.2 kuvet disiapkan untuk wadah blanko dan sampel yang akan diukur pada spektrofotometer
b.Reagen D-Bil sebanyak 1cc dimasukkan kedalam kuvet blanko
c.Reagen D-Bil 1 cc dan D-Nit 40 µl dimasukkan kedalam kuvet sampel
d.Kedua kuvet tersebut diinkubasi selama 2 menit

e.100 µl serum darah dimasukkan kedalam masing-masing kuvet tersebut
f. Kedua kuvet diinkubasi selama 5 menit
g.nilai kadar bilirubin dibaca total dengan spektofotometer

pencarian yang hadir:

penentuan protein menurut kingsley,biokimia sistem endokrin,prinsip kerja mikropipet,protein menurut kingsley,penyebab hipoalbumin,dasar teori waktu perdarahan,identifikasi dan penentuan kadar gula dalam urin,laporan praktikum elisa,laporan identifikasi dan penentuan kadar gula dalam urine,penentuan total protein plasma,jurnal penentuan kadar protein,laporan praktikum biokimia penentuan kadar glukosa dalam darah,dasar teori urobilinogen,penentuan kadar hemoglobin,dasar teori pemeriksaan urobilin,laporan praktikum pemeriksaan bilirubin,reduksi dan albumin,dasar teori pratikum urobilinogen,laporan praktikum hcg,laporan praktikum urobilinogen urin,cara kerja bilirubin,menentukan kadar protein total albumin globulin serum dengan cara kingsley,metode pemeriksaan bilirubin serum,landasan teori laporan praktikum darah,tujuan albumin,laporan pemeriksaan bilirubin total dan direct,dasar teori bilirubin,penjelasan mikropipet,metode pemeriksaan bilirubin,dasar teori pemeriksaan jumlah eritrosit,laporan praktikum biokimia urobilin,dasar teori pemeriksaan feses lengkap,metode jendrassik,pemeriksaan bilirubin serum,pemeriksaan reduksi dan albumin,laporan praktikum urobilin,pemeriksaan darah kingsley,penentuan kadar bilirubin metode jendrassik/Grof,dasar teori pemeriksaan faeces,pembuatan laporan dasar teori pemeriksaan urobilinogen,laporan praktikum penetapan kadar protein serum cara kingsley,laporan praktikum pemeriksaan albumin,menguji protein serum dengan cara kingsley,landasan teori pemeriksaan eritrosit,percobaan protein serum dengan cara kingsley,laporan pemeriksaan bilirubin serum,protein serum – menentukan kadar protein total albumin globulin serum dengan cara kingsley,praktikum albumindalam serum,laporan biokomia medis uji bilirubin urin,laporan praktikum pengukuran kadar glukosa darah serum plasma,penentuan kadar albumin,laporan praktikum uji bilirubin,albumin dan reduksi,Pemeriksaan bilirubin darah,metode jendrassik grof,pemeriksaan bilirubin metode grof atau jendrassik,pemeriksaan bilirubin total dengan metode jendrassik,macam – macam mikropipet,teori reduksi dan albumin,biokimia kingsley,tujuan pemeriksaan bilirubin direk dan total metode jendrassik dan grof,praktikum biokimia protein kingsley,dasar teori feses,dasa teori pemeriksaan urobilin,dasar teori jumlah eritrosit,dasar teori pemeriksaan tinja,siklus haid,dasar teori praktikum biokimia kadar protein,dasar teori pemeriksaan PROTEIN TOTAL,dasar teori protein total,prosedur kerja bilirubin,dasar teori mengukur kadar hemoglobin,teori bilirubin,dasar teori tentang mikropipet,cara pengukuran bilirubin,praktikum uji bilirubin,pemeriksaan direct indirect,pemeriksaan kadar albumin praktikum biokimia,pemeriksaan total protein cara kingsley,tujuan praktikum kadar kolesterol dan albumin dalam darah,prinsip kerja bilirubin,prinsip laporan penentuan kadar kolesterol,tujuan praktikum mikropipet,pemeriksaan albumin reduksi,prosedur pemeriksaan kadar bilirubin,uji urobilinogen – biokimia,pemeriksaan bilirubin dalam darah,pemeriksaan bilirubin indirect,praktikum menentukan kadar protein kingsley,uji protein cara kingsley,penentuan serum bilirubin,uji kadar bilirubin total & direk : metode jendrassik & grof,penentuan kadar albumin dalam plasma,tori tentang albumun dan reduksi,teori tentang pemeriksaan reduksi dan albumine,pengujian kadar albumin plasma,teori dasar praktikum hemoglobin,perbedaan albumin dan reduksi,percobaan penentuan kadar fe dalam darah pdf,teori dasar pemeriksaan feses,praktikum pemeriksaan bilirubin,praktikum kingsley protein albumin,Teori dasar pemeriksaan eritrosit,praktikum biokim protein plasma,praktikum biokimia enzim tentang kadar got dan gpt serum,praktikum biokimia pengukuran kadar got dan gpt serum,penetapan kadar bilirubin,teori dasar tentang bilirubin urobilin dan urobilinogen,penentuan serum enzim,penentuan kadar protein kingsley,teori tentang feses,reduksi albumin,Penentuan kadar protein total albumin dan globulin serum cara kingsley,penentuan kadar protein total metode kingsley,teori pemeriksaan urine indikasi bilirubin,teori pemeriksaan jumlah eritrosit,teori kingsley dalam menentukan kadar protein total albumin globulin serum,penentuan protein darah menurut kingsley,teori feses,teori enzim amilase,praktikum biokimia protein serum yang bertujuan untuk menentukan kadar protein total albumin globulin serum dengan cara kingsley,pemerikasaan bilirubin darah dengan metode jendrassik,Alur kerja pemeriksaan Bilirubin indirek dan direk,Cara ukur kadar bilirubin?,contoh laporan praktikum biokimia mengetahui kadar besi dalam serum darah,contoh pembuatan laporan urobilinogen,daar teori mikropipet,dasar pemeriksaan urobilin,dasar teori bilirubin total,dasar teori mikropipet dan,dasar teori pemeriksaan bilirubin pada urine,dasar teori pemeriksaan eritrisit,dasar teori pemeriksaan kadar albumin plasma,dasar teori pemeriksan urobilin,Albumen reduksi,dasar teori tentang tinja,jurnal pratikum penetapan kadar protein,kadar HCG dalam darah pdf,kadar protein dengan cra kingsley,cara pemeriksaan bilirubin dalam darah,cara pemeriksaan bilirubin,alur kerja pemeriksaan bilirubin total,analisa kadar total protein darah,bagaimana cara pemeriksaan amilase serum,biokimia bagan penentuan protein menurut kingsley,blanko praktikum kingsley,buatlah bagan dari penentuan protein menurut kingsley,buatlah bagan penentuan protein menurut kingsley,cara kerja bilirubin total,cara kerja pemeriksaan bilirubin,Cara kerja pemeriksaan bilirubin direct indirect,cara kerja pemeriksaan bilirubin indirect,cara kerja pemeriksaan bilirubin total,cara kerja pemeriksaan bilirubin total metode jendrassik grof,cara kerja pemeriksaan kadar bilirubin,cara pemeriksaan albumin/reduksi,cara pemeriksaan amilase serum,landasan teori pemeriksaan feses,landasan teori penetapan amilase,laporan praktikum pemeriksaan tinja biokimia,laporan praktikum pemeriksaan urin atas urobilin,laporan praktikum penentuan bilirubin,laporan praktikum penentuan kadar albumin-globulin dalam serum,laporan praktikum protein serum kingsley,laporan praktikum total protein dan albumin,laporan praktikum urobilin urobilinogen,laporan pratikum hasil pemeriksaan bilirubin,laporan test bilirubin dengan metoda jendrassik,laporan uji prinsip penentuan bilirubin,menentukan kadar protein cara kingsley,mengetahui kadar protein cara kingsley,metode jendrassik dan grof pada pemeriksaan bilirubin total,metode kingsley protein serum,metode kingsley untuk pemeriksaan darah,metode pemeriksaan amilase serum,laporan praktikum pemeriksaaan urine atas indikasi bilirubin,laporan praktikum pemerikasaan bilirubin urobilin urobilinogen,landasan teori praktikum feses,landasan teori tentang feses,laporan biokimia praktikum pemeriksaan darah albumin,laporan hasil praktikum enzim amilase pada urine,laporan pemeriksaan bilirubin total,laporan pemeriksaan kadar bilirubin total,laporan pemeriksaan kadar total protein dalam darah spektrofotometer,laporan pemeriksaan urobilinogen metode ehrlich,laporan penentuan kadar bilirubin metode jendrassik/Grof,laporan penentuan sgot dan sgpt dalam darah,laporan pengukuran kadar protein total darah,laporan praktek biokimia darah,laporan praktikum albumim dalam darah,laporan praktikum analisis kadar hcg pada urine,laporan praktikum biokimia karbohidrat penetapan kadar glukosa dalam darah,laporan praktikum biokimia penentuan kadar protein spektrofotometer,Metode pengukuran kadar bilirubin adalah

Response on "Penentuan kadar bilirubin darah-Bab I – praktikum biokimia kedokteran blok digestif"