Saturday, 19 April 2014

Penentuan kadar bilirubin darah-Bab I – praktikum biokimia kedokteran blok digestif

BAB I
PENDAHULUAN
A.Judul Praktikum
Penentuan kadar bilirubin darah

B.Tanggal Praktikum
Sabtu,

C.Tujuan
1.Mengukur kadar bilirubin total, bilirubin direct dan bilirubin indirect.
2.Menjelaskan nilai normal enzim amilase dalam darah serta nilai patologis dari hasil praktikum.
3.Melakukan diagnosa dini penyakit apa saja yang ditandai oleh hasil aktivitas abnormal (patologis) melalui bantuan hasil praktikum yang dilakukan.
D.Dasar Teori
Pada manusia dewasa, 1-2 x 108 eritrosit dihancurkan tiap jamnya. Ketika hemoglobin dihancurkan dalam tubuh, globin diuraikan menjadi asan amino pembentuknya yang kemudin akan digunakan kembali, sedangkan zat besi dari heme akan memasuki depot yang juga akan dipakai kembali. Bagian porfirin dalam heme juga diuraikan, terutama di dalam sel – sel retikuloendotel hati, limpa dan sumsum tulang. Katabolisme heme dari semua protein heme terjadi di dalam fraksi mikrosom sel retikuloendotel oleh sebuah sistem enzim yang dinamakan heme oksigenase. Adanya bantuan NADPH mengakibatkan penambahan oksigen pda jembatan α-metenil antara pirol I dan pirol II porfirin, sehingga besi fero teroksidasi menjaid bentuk feri. Ion feri ini akan dilepaskan, dan bliverdin terbentuk akibat pemecahan cincin tetrapirol. Pada mamalia, enzim biliverdin reduktase akan mereduki jembatan metenil antara pirol III dan pirol IV menjadi gugus metilen untuk menghasilkan bilirubin, yaitu suatu pigmen berwarna kuning.
Bilirubin hanya sedikit larut dalam plasma dan air, tetapi kelarutan bilirubin dapat ditingkatkan oleh pengikatan non-kovalen dengan albumin. Dalam 100 ml plasma kurang lebih 25 mg bilirubin dapat diikat erat oleh albumin. Bilirubin selanjutnya diangkut ke hati. Hepatosit kemudian akan mengubah bilirubin bentuk polar dengan penambahan satu molekul asam glukoronat (konjugasi) sehingga terbentuk bilirubin terkonjugasi. Apabila bilirubin mencapai ileum termialis dan usus besar, bilirubin akan direduksi oleh bakteri menjadi urobilinogen,. Urobilinogen yang sebagian besar tidak berwarna, selanjutnya akan teroksidasi menjadi zat berwarna (sterkobilin) dan disekresikan ke dalam feses. Satu gram hemoglobin diperkirakan menghasilkan 35 mg biliruin. Pembentukan bilirubin setiap hari pada manusia dewasa kurang lebih berjumlah 250 – 35- mg yang terutama berasal dari hemoglobin. Namun demikian, bilirubin dapat juga berasal dari proses eritropoesis yang tidak efektif dan dari berbagai protein heme lainnya seperti sotokrom P-450.

E.Alat dan Bahan
1.Alat
a.Spuit 3 cc
b.Torniquet 1 buah
c.Eppendorf 1 buah
d.Rak tabung reaksi 1 buah
e.Mikropipet 10-100 l 1 buah
f.Mikropipet 100-1000 l 1 buah
g.Blue tip 1 buah
h.Yellow tip 1 buah
i.Kuvet 4 buah
j.Spektrofotometer
k.Sentrifugator
2.Bahan
a.Reagen T-Bil 2 cc
b.Reagen T-Nit 40 µl
c.Reagen D-Bil 2cc
d.Reagen D-Nit 40 µl
e.Serum darah 200 l
f.Alkohol 70%

F.Metode Pemeriksaan
Metode Jendrassik-Grof
G.Cara Kerja
1.Persiapan sampel:
a.Darah diambil menggunakan spuit kira-kira sebanyak 3 cc.
b.Darah dimasukkan ke dalam tabung eppendorf dan disentrifuge dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit, kemudian diambil serumnya untuk sampel.
2.Pemeriksaan bilirubin total:
a.2 kuvet disiapkan untuk wadah blanko dan sampel yang akan diukur pada spektrofotometer
b.Reagen T-Bil sebanyak 1cc dimasukkan kedalam kuvet blanko
c.Reagen T-Bil 1 cc dan T-Nit 40 µl dimasukkan kedalam kuvet sampel
d.Kedua kuvet tersebut diinkubasi selama 5 menit
e.100 µl serum darah dimasukkan kedalam masing-masing kuvet tersebut
f. Kedua kuvet diinkubasi selama 10 menit
g.nilai kadar bilirubin dibaca total dengan spektofotometer
3.Pemeriksaan bilirubin direct:
a.2 kuvet disiapkan untuk wadah blanko dan sampel yang akan diukur pada spektrofotometer
b.Reagen D-Bil sebanyak 1cc dimasukkan kedalam kuvet blanko
c.Reagen D-Bil 1 cc dan D-Nit 40 µl dimasukkan kedalam kuvet sampel
d.Kedua kuvet tersebut diinkubasi selama 2 menit

e.100 µl serum darah dimasukkan kedalam masing-masing kuvet tersebut
f. Kedua kuvet diinkubasi selama 5 menit
g.nilai kadar bilirubin dibaca total dengan spektofotometer

pencarian yang hadir:

penentuan protein menurut kingsley,penyebab hipoalbumin,biokimia sistem endokrin,prinsip kerja mikropipet,protein menurut kingsley,dasar teori pemeriksaan urobilin,dasar teori waktu perdarahan,identifikasi dan penentuan kadar gula dalam urin,laporan praktikum elisa,laporan identifikasi dan penentuan kadar gula dalam urine,penentuan total protein plasma,bagan penentuan protein kingsley,cara kerja bilirubin,cara mengukur kadar bilirubin,dasar teori pemeriksaan jumlah eritrosit,penetuan bilrubin pada darsh,Penentuan bilirubin dalam darah,dasar teori total protein,pembahasan penentuan bilirubin dalam darah,teori pemeriksaan urobilin,laporan pembahasan penentuan bilirubin dalam darah,laporan praktikum pengukur kadar bilirubin,cara pemeriksaan enzim amilase,teori pemeriksaan jumlah eritrosit,teori pemeriksaan feses,teori dasar eritrosit,Reduksi dan Albumin,prosedur mengukur kadar serum bilirubin total,protein serum kingsley metode,teori tentang pemeriksaan feses,pemeriksaan urobilinogen,pemeriksaan jendrassik,albuminreduksi adal,cara mengukur bilirubin direct,cara pemeriksaan amilase darah,dasar teori eritosit,Dasar teori feses,dasar teori pemeriksaan jml eritrosit,jurnal albumin reduksi,laporan penentuan kadar bilirubin,laporan praktikum kadar bilirubin darah,laporan praktikum pemeriksaan kadar bilirubin,metode pemeriksaan kadar bilirubin serum,metode penentuan kadar bilirubin,laporan biokimia bilirubin,albumin dan reduksi

Response on "Penentuan kadar bilirubin darah-Bab I – praktikum biokimia kedokteran blok digestif"