Wednesday, 22 October 2014

Penentuan kadar bilirubin darah-Bab I – praktikum biokimia kedokteran blok digestif

BAB I
PENDAHULUAN
A.Judul Praktikum
Penentuan kadar bilirubin darah

B.Tanggal Praktikum
Sabtu,

C.Tujuan
1.Mengukur kadar bilirubin total, bilirubin direct dan bilirubin indirect.
2.Menjelaskan nilai normal enzim amilase dalam darah serta nilai patologis dari hasil praktikum.
3.Melakukan diagnosa dini penyakit apa saja yang ditandai oleh hasil aktivitas abnormal (patologis) melalui bantuan hasil praktikum yang dilakukan.
D.Dasar Teori
Pada manusia dewasa, 1-2 x 108 eritrosit dihancurkan tiap jamnya. Ketika hemoglobin dihancurkan dalam tubuh, globin diuraikan menjadi asan amino pembentuknya yang kemudin akan digunakan kembali, sedangkan zat besi dari heme akan memasuki depot yang juga akan dipakai kembali. Bagian porfirin dalam heme juga diuraikan, terutama di dalam sel – sel retikuloendotel hati, limpa dan sumsum tulang. Katabolisme heme dari semua protein heme terjadi di dalam fraksi mikrosom sel retikuloendotel oleh sebuah sistem enzim yang dinamakan heme oksigenase. Adanya bantuan NADPH mengakibatkan penambahan oksigen pda jembatan α-metenil antara pirol I dan pirol II porfirin, sehingga besi fero teroksidasi menjaid bentuk feri. Ion feri ini akan dilepaskan, dan bliverdin terbentuk akibat pemecahan cincin tetrapirol. Pada mamalia, enzim biliverdin reduktase akan mereduki jembatan metenil antara pirol III dan pirol IV menjadi gugus metilen untuk menghasilkan bilirubin, yaitu suatu pigmen berwarna kuning.
Bilirubin hanya sedikit larut dalam plasma dan air, tetapi kelarutan bilirubin dapat ditingkatkan oleh pengikatan non-kovalen dengan albumin. Dalam 100 ml plasma kurang lebih 25 mg bilirubin dapat diikat erat oleh albumin. Bilirubin selanjutnya diangkut ke hati. Hepatosit kemudian akan mengubah bilirubin bentuk polar dengan penambahan satu molekul asam glukoronat (konjugasi) sehingga terbentuk bilirubin terkonjugasi. Apabila bilirubin mencapai ileum termialis dan usus besar, bilirubin akan direduksi oleh bakteri menjadi urobilinogen,. Urobilinogen yang sebagian besar tidak berwarna, selanjutnya akan teroksidasi menjadi zat berwarna (sterkobilin) dan disekresikan ke dalam feses. Satu gram hemoglobin diperkirakan menghasilkan 35 mg biliruin. Pembentukan bilirubin setiap hari pada manusia dewasa kurang lebih berjumlah 250 – 35- mg yang terutama berasal dari hemoglobin. Namun demikian, bilirubin dapat juga berasal dari proses eritropoesis yang tidak efektif dan dari berbagai protein heme lainnya seperti sotokrom P-450.

E.Alat dan Bahan
1.Alat
a.Spuit 3 cc
b.Torniquet 1 buah
c.Eppendorf 1 buah
d.Rak tabung reaksi 1 buah
e.Mikropipet 10-100 l 1 buah
f.Mikropipet 100-1000 l 1 buah
g.Blue tip 1 buah
h.Yellow tip 1 buah
i.Kuvet 4 buah
j.Spektrofotometer
k.Sentrifugator
2.Bahan
a.Reagen T-Bil 2 cc
b.Reagen T-Nit 40 µl
c.Reagen D-Bil 2cc
d.Reagen D-Nit 40 µl
e.Serum darah 200 l
f.Alkohol 70%

F.Metode Pemeriksaan
Metode Jendrassik-Grof
G.Cara Kerja
1.Persiapan sampel:
a.Darah diambil menggunakan spuit kira-kira sebanyak 3 cc.
b.Darah dimasukkan ke dalam tabung eppendorf dan disentrifuge dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit, kemudian diambil serumnya untuk sampel.
2.Pemeriksaan bilirubin total:
a.2 kuvet disiapkan untuk wadah blanko dan sampel yang akan diukur pada spektrofotometer
b.Reagen T-Bil sebanyak 1cc dimasukkan kedalam kuvet blanko
c.Reagen T-Bil 1 cc dan T-Nit 40 µl dimasukkan kedalam kuvet sampel
d.Kedua kuvet tersebut diinkubasi selama 5 menit
e.100 µl serum darah dimasukkan kedalam masing-masing kuvet tersebut
f. Kedua kuvet diinkubasi selama 10 menit
g.nilai kadar bilirubin dibaca total dengan spektofotometer
3.Pemeriksaan bilirubin direct:
a.2 kuvet disiapkan untuk wadah blanko dan sampel yang akan diukur pada spektrofotometer
b.Reagen D-Bil sebanyak 1cc dimasukkan kedalam kuvet blanko
c.Reagen D-Bil 1 cc dan D-Nit 40 µl dimasukkan kedalam kuvet sampel
d.Kedua kuvet tersebut diinkubasi selama 2 menit

e.100 µl serum darah dimasukkan kedalam masing-masing kuvet tersebut
f. Kedua kuvet diinkubasi selama 5 menit
g.nilai kadar bilirubin dibaca total dengan spektofotometer

pencarian yang hadir:

penentuan protein menurut kingsley,penyebab hipoalbumin,biokimia sistem endokrin,prinsip kerja mikropipet,dasar teori pemeriksaan urobilin,protein menurut kingsley,identifikasi dan penentuan kadar gula dalam urin,dasar teori waktu perdarahan,laporan praktikum elisa,laporan identifikasi dan penentuan kadar gula dalam urine,cara kerja bilirubin,bagan penentuan protein kingsley,penentuan total protein plasma,teori bilirubin total,teori bilirubin darah,laporan pemeriksaan bilirubin serum,laporan praktikum bilirubin total,laporan praktikum pemeriksaan kadar bilirubin,penentuan kadar bilirubin dalam urin dan darah,teori urobilinogen,Dasar teori urobilinogen,cara mengukur bilirubin,praktikum mengukur bilirubin darah,cara menghitung bilirubin total,prinsip cara kerja bilirubin,prindip pemeriksaan bilirubin metode jenfrassik grof,praktikum mengukur bilirubin dalam darah,praktikum biokimia bilirubin serum,praktikum biokimia bilirubin,praktikum bilirubin serum,perinsip atau metide bilirubin dalam darah,Prinsip pemeriksaan bilirubin dengan eppendrop,cara kerja pemeriksaan bilirubin total,prtikum,teori pemeriksaan urobilinogen,Teori pemeriksaan eritrosit,teori dasar penentuan hemoglobin dalam urine,teori bilirubin urin,bagan dari penentuan protein menurut kingsley,bagan penentuan protei n menurut kingsley,teori bilirubin,tentang toeri feses,reduksi albumin,percobaan penentuan kadar protein total albumin globulin serum (cara kingsley),cara pemeriksaan enzim amilase,albumin dan reduksi,laporan biokimia pemeriksaan bilirubin dalam darah,laporan biokimia bilirubin dan urobilin,laporan bilirubin serum,landasan teori pemeriksaan urobilin,dasar teori tinja,kaedah jendrassik -grof,jumlah eritrosit teori,isi laporan praktikum cara kingsley,dasar teori pemeriksaan total protein,laporan praktikum bilirubin darah dan urin,dasar teori pemeriksaan jumlah eritrosit,Dasar eritrosit,landasan teori pemeriksaan feses,dasar teori bilirubin urin,penentuan bilirubin,dasar teori jumlah eritrosit,laporan praktikum pemeriksaan kadar albumin serum,dasar teori pemeriksaan bilirubin,laporan praktikum biokimia tentang bilirubin serum,laporan praktikum biokimia pemeriksaan bilirubin darah,dasar teri pemeriksaan bilirubin

Response on "Penentuan kadar bilirubin darah-Bab I – praktikum biokimia kedokteran blok digestif"