Sunday, 19 May 2013

Diabetes Melitus, Konsep Dasar Keperawatan

A. PENGKAJIAN

Menurut Doengoes, dkk. (1999), folus pengkajian pada klien dengan DM meliputi dua hal sebagai berikut :
1. Pengkajian data dasar yang meliputi

a. Aktivitas / istirahat
Aktivitas/ isitirahat adalah kemampuan untuk melakukan aktivitas hidup yang diinginkan atau diperlukan ( bekerja atau bersenang-senang) dan untuk mendapatkan istirahat / tidur yang adekuat.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Lemah, letih, sulit bergerak atau berjalan, kram otot, tonus otot menurun, gangguan tidur atau berjalan.
Tanda : Takikardia dan takipneu padan keadaan istirahat atau dengan aktivitas.

b. Sirkulasi
Sirkulasi adalah kemampuan untuk mengirimkan oksigen dan nutrien yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sel.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Adanya riwayat hipertensi; IM akut, kebas, kesemutan pada ekstremitas, ulkus pada kaki, penyembuhan yang lama.
Tanda : Takikardia, perubahan tekanan darah postural; hipertensi, nadi yang menurun / tak ada, disritmia, krekels, kulit panas, kering dan kemerahan; bola mata cekung.

c. Integritas ego
Integritas ego adalah kemampuan untuk mengembangkan dan menggunakan keterampilan dan tingkah laku untuk mengintegrasikan dan mengelola pengalaman hidup.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Stress, tergantung pada orang lain, masalah finansial yang berhubungan dengan kondisi.
Tanda : Ansietas, peka rangsang.

d. Eliminasi
Eliminasi adalah kemampuan untuk mengeluarkan produk sisa.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Poliuria, nokturia, rasa nyeri atau terbakar, kesulitan berkemih (infeksi ), infeksi saluran kencing (ISK) baru atau berulang, nyeri tekan abdomen, diare.
Tanda : Urin encer, pucat, kuning; poliuri, urin berkabut, bau busuk (infeksi), abdomen keras, asites.

e. Makanan atau cairan
Makanan atau cairan adalah kemampuan untuk mempertahankan masukan dan penggunaan nutrien dan cairan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Hilang nafsu makan, mual atau muntah, penurunan berat badan lebih dari periode beberapa hari atau minggu, haus.
Tanda : Kulit kering atau bersisik, turgor jelek, kekakuan atau distensi abdomen, muntah, pembesaran tiroid, bau halitosis atau manis, bau buah (napas aseton).

f. Neurosensori
Neurosensori adalah kemampuan untuk merasakan, mengintegrasikan, dan berespon terhadap tanda-tanda internal dan eksternal.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Pusing atau pening, sakit kepala, kesemutan, kebas, kelemahan pada otot, parestesia, gangguan penglihatan.
Tanda : Disorientasi, mengantuk, letargi, koma ( tahap lanjut ), gangguan memori ( baru, masa lalu ), aktivitas kejang ( tahap lanjut ).

g. Nyeri atau ketidaknyamanan
Nyeri atau ketidaknyamanan adalah kemampuan untuk mengontrol lingkungan internal dan eksternal untuk mempertahankan kenyamanan.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Abdomen yang tegang atau nyeri ( sedang atau berat ).
Tanda : Wajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati-hati.

h. Pernapasan
Pernapasan adalah kemampuan untuk menyediakan dan menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan fisiologis.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan atau tanpa sputum purulen ( tergantung adanya infeksi atau tidak ).
Tanda : Lapar udara, batuk, dengan atau tanpa sputum purulen (infeksi), frekuensi pernapasan.

i. Keamanan
Keamanan adalah kemampuan untuk memberikan rasa aman, lingkungan yang meningkatkan pertumbuhan.
Tanda dan gejalanya antara lain :
Gejala : Kulit kering, gatal; ulkus kulit.
Tanda : Demam, diaforesis, kulit rusak, lesi atau ulserasi, menurunnya kekuatan umum, parestesia.

j. Seksualitas
Seksualitas adalah ( komponen integritas ego dan interaksi sosial ) kemampuan untuk memenuhi kebutuhan atau karakteristik peran pria atau wanita.
Gejalanya antara lain :
Gejala : Rabas vagina ( cenderung infeksi ), masalah impoten pada pria, kesulitan orgasme pada wanita.

k. Penyuluhan atau pembelajaran
Penyuluhan atau pembelajaran adalah kemampuan untuk memasukkan dan menggunakan informasi untuk mencapai pola hidup sehat atau kesehatan yang optimal. Gejalanya antara lain :
Gejala : Faktor risiko keluarga, DM, penyakit jantung, stroke, hipertensi. Penyembuhan yang lambat, penggunaan obat seperti steroid, diuretik ( tiazid ); dilantin atau fenorbarbital (dapat meningkatkan kadar glukosa darah), mungkin atau tidak memerlukan obat diabetik sesuai pesanan.

l. Pertimbangan rencana pemulangan
Mungkin memerlukan dalam pengaturan diet, pengobatan, perawatan diri, pemantauan terhadap glukosa darah.

PENGKAJIAN (Donna L. Wong : 590)
1. Riwayat penyakit, terutama yang berhubungan dengan penyakit yang berbahaya.
2. Riwayat keluarga
Terutama yang berkaitan dengan anggota keluarga lain yang menderita diabetes melitus.
3. Riwayat Kesehatan
Terutama yang berhubungan dengan penurunan berat badan, frekuensi minum dan berkemih. Peningkatan nafsu makan, penururan tingkat kesadaran, perubahan perilaku dan manifestasi dari diabetes melitus tergantung insulin, sebagai berikut:
a. Polifagi c. Polidipsi
b. Poliuria
Hal-hal lain yang perlu dikaji:
a. Kaji hiperglikemia dan hipoglikemia
b. Satus hidrasi
c. Tanda dan gejala ketoasidosis, nyeri abdomen, mual muntah, pernapasan kusmaul menurunnya kesadaran.
d. Kaji tingkat pengetahuan
e. Mekanisme koping
f. Kaji nafsu makan
g. Status berat badan
h. Frekuensi berkemih
i. Fatigue
j. Irirtabel
4. Pemeriksaan Laboratorium

a. Glikosuria
Diketahui dari uji reduksi yang dilakukan dengan bermacam-macam reagensia seperti benedict, clinitest, dan sebagainya.

b. Hiperglikemia
Pemeriksaan kadar gula darah puasa. Gula darah puasa meningkat dapat berkisar antara 8-20 mmol/L (130-800 mg%) atau lebih tergantung beratnya keadaan penyakit. Biasanya diatas 14 mmol/L dan sesudah makan, gula darah meningkat lebih tinggi dibandingkan anak normal dan penurunan kadar ke kadar sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama.

c. Ketonuria

d. Kolestrol dapat meningkat
Normalnya di bawah 5,5 mmol/L. Tidak selalu nilainya paralel dengan gula darah, tetapi kadar kolestrol darah yang tetap tinggi (yaitu diatas 10 mmol/L) menunjukkan prognosis jangka panjangnya buruk karena komplikasi seperti oterosklerosis lebih sering terjadi.
e. Gangguan keseimbangan cairan elektrolit, PaCO2 menurun, pH merendah. Bila penyakit berat maka bisa terjadi asidosis metabolik dan perubahan biokimiawi karena dehidrasinya.
(FKUI. Ilmu Kesehatan Anak. 1988:261)

2. Pemeriksaan fisik
Menurut Doengoes, dkk (1999), pada pemeriksaan fisik biasanya ditemukan: poliuri/ banyak kencing (normal : kuramg lebih 1500 ml), polidipsi/ banyak minum, polifagia/ banyak makan, kelemahan otot, berat badan menurun, kelaianan kulit : gatal, bisul-bisul, kelainan ginekologis : keputihan, pruritus pada vagina, luka tidak sembuh-sembuh, peningkatan angka infeksi, impotensi pada pria.

PATHWAY KEPERAWATAN
Kekurangan Insulin

Gangguan Metabolisme
Karbohidrat, Lemak dan protein

Menurunnya penggunaan
glukosa oleh sel

Hiperglikemi

Glikosuria dengan Osmolalitas cairan dari
Osmotik diuresis Intrasel

Hilangnya cairan dan Dehidrasi
Elektrolit dalam urine

Kelemahan fisik

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakseimbangan insulin dan makanan.
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan volume cairan aktif (poliuria)
3. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan hipertermi
4. Hipertermi berhubungan dengan dehidrasi
5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan paparan

C. INTERVENSI
1. Diagnosa I
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakseimbangan insulin dan makanan.
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan berat badan pasien akan ideal.
NOC: Status nutrisi: Intake makanan dan cairan
Kriteria Hasil:
a. Asupan nutrisi
b. Berat badan ideal
c. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
d. Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti
Indikator Skala:
1 = Tidak cukup 4 = Kuat
2 = Sedikit 5 = Total
3 = Sedang
NIC: Manajemen Nutiri
1) Kaji berat badan pasien
2) Tingkatkan pemberian makanan yang mengandung protein, vitamin, dan besi (apabila dianjurkan)
3) Berikan makanan tinggi natrium
4) Berikan makanan yang sedikit mengandung gula (glukosa)
5) Seleksi jenis makanan yang tepat
2. Diagnosa II
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan volume cairan aktif (poliuria)
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kebutuhan cairan dan elektrolit terpenuhi.
NOC: Fluid Balance
Kriteria Hasil:
a. Mempertahankan urine output sesuai dengan usia
b. Berat jenis urine normal (20-40 mg/dl)
c. Tidak ada tanda-tanda dehidrasi, elastisitas turgor kulit baik, dan tidak ada rasa haus yang berlebihan.
Indikator Skala:
1 = Kompromi yang ekstrem
2 = Sangat kompromi
3 = Cukup Kompromi
4 = Sedikit Kompromi
5 = Tidak kompromi
NIC: Fluid Management
1) Monitor status hidrasi
2) Monitor tanda-tanda vital
3) Kolaborasi pemberian cairan IV
4) Anjurkan keluarga untuk membantu pasien makan

3. Diagnosa III
Kerusakan Intergritas Kulit berhubungan dengan hipertermia
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi kerusakan integritas kulit.
NOC: Tissue Integrity skin
Kriteria Hasil:
a. Integritas Kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas, temperatur, hidrasi)
b. Tidak ada luka atau lesi pada kulit
Indikator Skala:
1 = Tidak pernah menunjukkan
2 = Jarang menunjukkan
3 = Kadang menunjukkan
4 = Sering menunjukkan
5 = Selalu menunjukkan
NIC: Pressure Management
1) Jaga kebersihan kulit agar tetap kering dan bersih
2) Monitor kulit adanya kemerahan
3) Mandikan pasien dengan sabun dan air hangat.

4. Diagnosa IV
Hipertermi berhubungan dengan dehidrasi
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan suhu badan normal
NOC: Thermoregulator
Kriteria Hasil:
a. Suhu tubuh dalam rentang normal
b. Tidak ada perubahan warna kulit
c. Nadi dan rata-rata pernapasan dalam rentang normal
Indikator Skala:
1 = Tidak pernah menunjukkan
2 = Jarang menunjukkan
3 = Kadang menunjukkan
4 = Sering menunjukkan
5 = Selalu menunjukkan
NIC: Temperature Regulation
1) Monitor tekanan darah, RR,dan nadi
2) Monitor tanda-tanda hipertermi
3) Tingkatkan intake cairan
4) Monitor suhu minimal tiap 2 jam
5) Berikan anti piretik jika perlu

5. Diagnosa V
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan intoleransi aktivitas teratasi.
NOC: toleransi aktivitas
Kriteria Hasil:
a. Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan TD, N, S, R.
b. Mampu melakukan aktivitas kesehatan secara mandiri.
Indikator Skala:
1 = Tidak pernah menunjukkan
2 = Jarang menunjukkan
3 = Kadang menunjukkan
4 = Sering menunjukkan
5 = Selalu menunjukkan
NIC: Terapi aktivitas
1) Kaji pengetahuan klien tentang penyakit
2) Berkolaborasi dengan tenaga medik dalam merencanakan program terapi.
3) Membantu aktivitas fisik.
6. Diagnosa VI
Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan paparan informasi
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit pasien bertambah.
NOC: Pengetahuan: Proses Penyakit
Kriteria Hasil:
c. Mengenal nama penyakit
d. Deskripsi proses penyakit
e. Deskripsi tanda dan gejala
f. Deskripsi cara meminimalkan perkembangan penyakit
g. Deskripsi tindakan pencegahan terhadap komplikasi
Indikator Skala:
1 = Tidak pernah menunjukkan
2 = Jarang menunjukkan 5 = Selalu menunjukkan
3 = Kadang menunjukkan
4 = Sering menunjukkan
NIC: Pembelajaran Proses Penyakit
4) Kaji pengetahuan klien tentang penyakit
5) Jelaskan proses penyakit
6) Jelaskan tanda dan gejala penyakit
7) Berikan informasi mengenai kondisi klien
8) Diskusikan perubahan gaya hidup untuk mencegah

D. EVALUASI
DX
Kriteria Hasil
Ket Skala
I
a. Asupan nutrisi
b. Berat badan ideal
c. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
d. Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti
4
4
4
4
II
a. Mempertahankan urine output sesuai dengan usia
b. Berat jenis urine normal (20-40 mg/dl)
c. Tidak ada tanda-tanda dehidrasi, elastisitas turgor kulit baik, dan tidak ada rasa haus yang berlebihan.
2
2
2
III
a. Integritas Kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas, temperatur, hidrasi)
b. Tidak ada luka atau lesi pada kulit
4

4
IV
a. Suhu tubuh dalam rentang normal
b. Tidak ada perubahan warna kulit
c. Nadi dan rata-rata pernapasan dalam rentang normal
4
4
4
V

VI
a. Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai
peningkatan TD, N, S, R.
b. Mampu melakukan aktivitas kesehatan secara
mandiri.

a. Mengenal nama penyakit
b. Deskripsi proses penyakit
c. Deskripsi tanda dan gejala
d. Deskripsi cara meminimalkan perkembangan penyakit
e. Deskripsi tindakan pencegahan terhadap komplikasi

3

4

3
2
3
2

2

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito,L. J.,1999, Diagnosa Keperawatan: Aplikasi pada Praktik Klinis,Edisi 6,EGC,Jakarta.
Carpenito,L. J.,2000, Diagnosa Keperawatan,Edisi 6,EGC,Jakarta.
Corwin, E.J.,2001,Buku Saku Patofisiologi,EGC,Jakarta.
Doengoes, M.E., Moorhouse, M.F., & Geissler, A.C.,1999.,Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien,Edisi 3,EGC,Jakarta.
Engram, B.,1998., Rencan Asuhan Keperawatan Medikal Bedah,Volume 3, EGC,Jakarta.
Jhonson, Marion, dkk. 2000. NOC. Jakarta: Morsby.
Mansjoer, A., Triyanti, K., Savitri,R., Wardhani, W.I., & Setiowulan, W.,1999, Kapita Selekta Kedokteran, Jilid I, Edisi 3, Media Aesculapius, Jakarta.
McCloskey, Cjoane, dkk. 1995.NIC. Jakarta: Morsby.
NANDA, 2005, Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA : Definisi dan Klasifikasi 2005-2006, Alih Bahasa: Budi Santosa, Prima Medika, Jakarta.
Price, S.A., & Wilson, L.M.,2000, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Edisi 4, Buku 2,Egc,Jakarta.
Soeparman & Waspadji, S.,1998,Ilmu Penyakit Dalam,Jilid 2,FKUI,Jakarta.
Smeltzer, S.C., & Bare, S., 2001, Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah: Brunner & Suddarth, Edisi 8, Volume 2,EGC,Jakarta.
Tjokroprawiro, A.,2001, Diabetes Mellitus, Klasifikasi, Diagnosis dan Terapi,Edisi 3, Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.
Waspadji, S., Sukardji, K., Oktarina, M., 2002,Pedoman Diet Diabetes Mellitus, Balai Penerbit FKUI,Jakarta
Wise, P.H.,2006,Mengenal Diabetes: Untuk Diabetes Tidak Tergantung Insulin, Edisi 2, Arcan,Jakarta.

pencarian yang hadir:

woc TB paru,askep obs febris,LP integritas kulit,Pengertian integritas kulit,laporan pendahuluan gangguan integritas kulit,skala aktivitas,LP kerusakan integritas kulit,definisi integritas kulit,ASKEP GADAR SISTEM PERKEMIHAN,laporan pendahuluan kerusakan integritas kulit,Laporan pendahuluan integritas kulit,Neurosensori adalah,askeb nifas dengan hipertensi,lp ulkus pedis,pathway kad,konsep dasar febris,pathway kaki diabetik,nifas dengan peb,lp pjk,pathway ulkus diabetik,pengertian kebutuhan aktivitas,implementasi nutrisi,lp snh,pathway gangguan kebutuhan nutrisi,contoh askep ulkus pedis,konsep medis dislokasi,nic noc luka bakar,pengertian integritas ego,konsep dasar keperawatan gawat darurat ppt,lp hiperglikemi,lp kebutuhan aktivitas,diagnosa keperawatan doengoes,Teori dehidrasi,askep keluarga dengan post stroke,diagnosa stroke menurut nanda,pathways gangguan nutrisi,woc integritas kulit,konsep dasar intoleransi aktivitas,lp ge dehidrasi,laporan kasus ca serviks,lp gangguan integritas kulit,laporan pendahuluan kebutuhan aktivitas,laporan pendahuluan diabetes melitus nanda nic noc,konsep dasar keperawatan asidosis metabolik,laporan pendahuluan kerusakan integritas jaringan,askep luka bakar nanda nic noc,konsep dasar keperawatan dm,contoh soap diabet melitus,pathways ulkus diabetikum,pathway integritas kulit,asuhan keperawatan luka bakar nanda nic noc,konsep intergritas kulit dm,konsep integritas kulit,pathway pre eklamsi berat,pathway luka diabetik,diagnosa luka bakar menurut nanda,pathway vomitus pada anak,contoh makalah askep diabetes melitus,konsep dasar dehidrasi,pathway kurang pengetahuan,pathways kerusakan integritas kulit,nanda asuhan keperawatan colic abdomen,rasional dm,lp diare akut dehidrasi sedang,phatway diare,laporan kasus soap diabetes melitus,askep dm menurut nic noc,woc kad,dm pada anak nic noc,lp ulkus,pathway DM pada anak,pathway mual muntah diabetes militus,pathaway diabetes plus ulkus,konsep dasar hipoglikemia,Konsep dasar keperawatan diabetes melitus,diagnosa keperawatan ulkus pd diabetes menurut nicnoc,kebutuhan cairan pada pasien stroke,askep luka bakar nic noc,lp kerusakan kulit,CONTOH RESUME KEPERAWATAN DIABETES MILITUS,diagnosa nanda hipoglikemia,resume keperawatan penyakit jantung koroner,lp DM hipoglikemia,intrvensi NIC dibetes militus,woc diabetes militus,pathway lp luka bakar,pathway ulkus kaki diabetik,woc dari diabetes melitus,diagnosa dan intervensi diabetes melitus,INTOLERANSI AKTIVITAS DAN SOAP LUKA BAKAR,soap diabetes militus,lp integritas kulit dm,PATHWAY PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT,pathway pada penyakit diabetesmelitus,intervensi cva nic noc,contoh askep ulkus DM,praktikum keperawatan keluarga diabetes melitus ppt,askep pasien dm dengan ulkus menurut nanda,asuhan keperawatan diabetes melitus menurut nanda nic noc,askep stroke nic noc,pengertian intoleransi insulin,pathway infeksi post sc,air kencing bercabang dua,perencanaan askep diabetes mellitus nanda nic noc,pengkajian doengoes post laparatomi,perawatan dasar penderita diabetes,konsep intoleransi aktivitas,penyimpangan konsep dasar keperawatan kerusakan kulit akibat diabetes,pathway kerusakan integritas kulit,manajemen soap diabetes melitus,pathway ulcus dm,pdf askep ulkus diabetikum,lp pathway kad,pengkajian teori asuhan keperawatan diabetes melitus,contoh laporan kasus soap diabetes melitus,konsep dasar keperawatan pada kolik abdomen,presus akut abdomen,pengkajian keputihan,pemeriksaan neurosensori,konsep keperawatan Diabetik scribd,pathway diare dgn nic noc,path way diare,pathway dengan diare,pathway askep diabetes melitus pdf,pathway dan patofishiologi fraktur humerus,pathway diabetes melitus dengan jantung koroner,pathway diabetes melitus,pathhway klien dengan diabetesmelitus,nic noc infeksi,pathway diabetes melitus dengan hiperglikemia,noc post sc,makalah konsep ulkus dm,makalah asuhan keperawatan diabetes melitus pdf,luka bakar dan pathway,LPULKUS DIABETIKUM,lp trauma mata gawat darurat,LP tentang GE,lp stroke dengan nic noc,LP nutrisi pathway,lp kerusakan integritas jaringan,lp kaki diabetus,lp kaki diabetik,lp hipertensi nik noc,LP Hipertensi,lp hernia menurut nanda dan nic noc,makalah pengkajian diabetes melitus,makalah post sc pengetahuan kebersihan diri,nic noc nutrisi kurang dari kebutuhan pada dm,NIC NOC gangguan proses keluarga pada anak DM,nic noc dm pada anak,nic noc dm anak,NIC luka bakar,nic dan noc diabetes,nanda nic noc pada luka bakar,nanda lp askep ulkus dm,menurut WHO tentang infeksi post sc,mengapa urine pada penderita diabetes melitus berkabut dan berbau busuk,menejemen asuhan kebidanan padadiabetes melitus,manifestasi kekurangan oksigen,MANAJEMEN SOAP TENTANG DM,makalah ulkus diabetikum pdf,lp dm pereratif,Pengertian neurosensorik,phatway ulkus diabetikum,ppt proses keperawatan penyakit diabetes melitus,praktikum perawatan luka pada pasien dm,pthways ulkus dm,reagensia adalah,rencana asuhan keperawatan apendisitis intoleransi aktivitas,rencana pemulangan dm,rencana pemulangan ppasien diabetes miletus,phatway LP GE,pengkajian vital statistik diabetes melitus,pengkajian resume Diabetes Melitus,pengkajian diabetes melitus,pengkajian diabetes menurut nic noc,pengkajian fisik doengoes,pengkajian fokus ulkus diabetes militus pedis,pengkajian hipoglikemia menurut doengoes,pengkajian kaki diabetik,pengkajian keperawatan keluarga dengan post stroke,pengkajian kerusakan integritas kulit pada ulkus diabetikum,resikokerusakan integritas kulit dm,resume diare,resume hipoglikemia,soap menurut nanda,SOAP Pasien Diabetes Melitus,soap poliuri,Soeparman & Waspadji 2005 Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jakarta,woc dm hipoglikemia,woc koma hipoglikemia,woc tentang dm ulkus diabet,woc ulkus diabetikum,SOAP MEKANISME KOPING BERHUNGAN DENGAN DIABETES MELITUS,soap diabetes melitus,soap dengan diabetes melitus,resume kaperawatan pada pasien uklus diabetes,resume kasus klien dm,resume kasus tumor mammae,resume keperawatan dengan diagnosis isk pdf

Response on "Diabetes Melitus, Konsep Dasar Keperawatan"